Ekonomi
Perum Bulog Dituntut Berinovasi Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional
JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Kepala Perum Bulog Divre Papua dan Papua Barat, Fauzi Muhammad meminta jajarannya untuk melakukan inovasi sejalan dengan tema HUT ke-51 Perum Bulog pada 10 Mei, yakni Kreasi Tiada Henti. Menurutnya, sejarah perjalanan Bulog sebagai perusahaan umum milik negara yang bergerak dalam bidang logistik pangan sudah cukup panjang.
“Bulog mengemban tugas publik dari Pemerintah untuk melakukan kegiatan menjaga harga dasar pembelian gabah, stabilisasi harga pokok, menyalurkan beras untuk orang miskin dan pengelolaan stok pangan,” kata Fauzi dalam sambutannya memperingati HUT Perum Bulog, di Jayapura, Senin (14/5/2018).
(Baca Juga: Hadiri Panen Raya di Koya Barat, Aster KSAD Serahkan Bantuan Mesin Traktor)
Dalam perjalanannya lebih dari setengah abad, kata Fuazi, Bulog telah mengalami banyak perubahan. Di era reformasi, lembaga pangan ini mencatat sejarah berubah menjadi perusahaan umum (Perum).
“Perum Bulog diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2003, yang kemudian direvisi dengan PP Nomor 13 Tahun 2016. Berubahnya status Bulog menjadi Perum, tidak mengubah tugas utama Bulog sebagai andalan negara dalam menjaga kedaulatan dan ketahanan pangan nasional,“ ujar Fauzi.
Fauzi mengatakan, jajaran Bulog dituntut untuk berinovasi dan berkreasi guna melaksanakan tugas membantu ketersediaan, stabilitas harga, dan distribusi pangan. Selain itu, Bulog juga dituntut menciptakan produk baru dari sisi komersial seperti beras, gula, daging, dan minyak goreng.
“Sebagai badan usaha milik negara, Bulog menjadi bagian dari kekuatan nasional untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional dalam hal ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi,“ kata Fauzi.
(Baca Juga: Panen Perdana, BTM Bantu Traktor kepada 10 Kelompok Tani di Koya Barat)
Perum Bulog menjalankan multi kegiatan dalam proses rantai pasok, mulai dari pembelian, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi pangan pokok yang dibagi ke dalam dua fungsi yakni pelayanan publik dan komersial.
“Kita harus meyakini, apapun peran dan tugas kita di Bulog adalah mulia, karena selalu berupaya untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara, terlebih dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi pangan,“ ucap Fauzi mengakhiri sambutannya. (Zul)



