Connect with us

Ekonomi

Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Dukung Usaha Ternak di Kampung Mandiri Jaya

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Kampung Mandiri Jaya, Distrik Wania meresmikan kandang ternak babi berukuran 20 x 6 meter persegi milik Yopi Kogoya, Selasa (10/8/21).

Peresmian tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika Ir. Yosefin Sampelino sekaligus mengecek kondisi kandang.

Sebelum meresmikan pita, Kepala Kampung Mandiri Jaya Elias Mirip mengatakan, peresmian kandang ternak babi merupakan program Kampung Mandiri Jaya dalam rangka meningkatkan perekonomian warga.

“Kampung mandiri jaya, seharusnya waktu lalu kami buat tapi kami mau ibu kadis ada,” kata Elias Mirip.

Anggota DPRD Periode 2014-2019 itu menjelaskan, anggaran DD sebenarnya dialokasikan untuk penanganan covid-19, sementara untuk kampung Mandiri Jaya bukan kampung yang terdampak covid atau dikata zona hijau, sehingga anggaran tersebut disisihkan sedikit untuk membangun hal yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Sebenarnya DD itu untuk Penanganan covid tapi kami pakai sedikit untuk membangun kandang, Kalau kami gunakan untuk covid itu tidak ada bekas tapi kami gunakan ini supaya bisa membantu masyarakat,” jelas Elias.

Ia juga berharap, setelah pembangunan kandang ternak, ada kerjasama yang dibangun guna meningkatkan perekonomian demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Semua kegiatan yang kita bangun itu kami mau ada kerjasama,” harapnya.

Sementara itu Koordinator Pendamping Profesional Stefanus Subay mengatakan, ini merupakan langkah awal yang dilakukan pemerintahan kampung guna meningkatkan perekonomian masyarakat kedepannya.

Untuk itu, ia berharap, lahan milik warga yang ada bisa dipergunakan untuk membangun kandang sehingga peternakan di Kampung Mandiri Jaya semakin berkembang.

“Kandang yang sebentar diresmikan oleh ibu kadis, diharapkan kedepan makin hari makin bertambah lagi dan ada kerjasama, kalau tidak nanti tidak akan terurus,” harapnya.

Diberi kesempatan, Kadistrik Wania Richard Wakum mengatakan, pembangunan kandang ternak dan pengembangan usaha ternak merupakan hal yang perlu mendapat perhatian dari dinas.

“Jadi apa yang disampaikan oleh kepala kampung dan pendamping itu menjadi perhatian kami untuk memberikan perhatian khusus bagi masyarakat,” kata Richard Wakum.

Pihak kampung dan dinas sama-sama membangun komunikasi untuk mengembangkan kampung Mandiri Jaya menjadi kampung yang mandiri.

“Pesan saya, tolong komunikasi, kerjasama yang baik supaya perkembangan kampung mandiri kedepan bukan hanya peternakan tapi ada hal-hal lain yang akan dikembangkan dikampung mandiri ini kedepan,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Yosefin Sampelino memberikan apresiasi kepada Kepala Kampung Mandiri Jaya yang sangat memperhatikan warganya.

“Masyarakat kampung mandiri harus bangga karena memiliki pak Mirip (Kepala Kampung) yang betul-betul memperhatikan rakyatnya,” kata Kadisnak Yosenfin.

Lamjutnya, apa yang dibutuhkan masyarakat semua dilakukan, mulai dari pembangunan kampung, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan perekonomian, pendidikan dan kesehatan warganya, dan juga turut melestsrikan alam.

“Apa yang masih kurang lagi, beliau sudah sediakan untuk masyarakat,” tuturnya.

Kadisnak juga menambahkan, kedepan pihaknya akan bekerjasama dengan kampung Mandiri Jaya.

Hanya saja saat ini tidak ada anggaran yang bisa dikelola lantaran pemerintah tengah fokus untuk penanganan covid-19, persiapan Pesparawi XIII dan PON XX tahun 2021.

Selain itu, ia percaya semua kegiatan yang dilakukan di Kampung Mandiri Jaya akan tetap berjalan walaupun kurangnya pendampingan dari dinas.

Salah satu contoh ternak ayam program dari Disnakeswan sejak 2 atau 3 tahun lalu hingga saat ini masih tetap berjalan dan ternak ayamnya terus berkembang.

“Kami tetap mendukung, karena apa yang kami turunkan tetap berhasil terutama ayam dan babi,” ungkapnya.

Diketahui kandang yang dibangun berukuran 20 x 6 meter persegi, terdapat 16 petak, dengan kapasitas satu petak bisa menampung 2 sampai 3 ekor.

Usai mengecek kondisi kandang ternak, Yosefin mengusulkan agar dibangun beberapa kandang lagi.

Pembangunan beberapa kandang tersebut untuk memisahkan yang jantan dan betina, kemudian kandang untuk proses perkawinan, setelah beberapa minggu, anak-anak babi dipisahkan di kandang sendiri untuk proses pertumbuhan. (JND)

Komentar

Ekonomi

Ekspor Kepiting Timika Terhambat Penerbangan Dan Perijinan

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Dengan menggandeng kelompok nelayan di Kabupaten Mimika perusahaan eksportir Kepiting bakau (Karaka) mampu ekspor hingga ke Singapura dan Malaysia. Hal tersebut menunjukkan bahwa kerja sama antara pengusaha dan nelayan bisa saling menguntungkan.

Pemilik Putri Desi Hartati mengatakan pihaknya saat ini sudah menggandeng para nelayan yang ada disekitar pelabuhan Poumako sebanyak tiga kelompok yaitu dari pulau Karaka. Selain itu pihaknya juga menggandeng nelayan dari kampung Kekwa sebanyak 13 kelompok.

“Sejak 2016 sebelum pandemi kami ekspor satu hari bisa 1 ton ke Malaysia tapi sejak pandemi ini turun karena buyer kami tidak mau ambil,” kata Hartati di tempat usahanya jalan Bhayangkara, Minggu (21/11/2021).

Hartati mengungkapkan, dengan adanya ekspor kepiting ke luar negeri tentu menguntungkan bagi para nelayan yang mencari kepiting. Pihaknya membeli kepiting sesuai dengan ukuran masing-masing sehingga nelayan mendapatkan untung yang lumayan.

Kepiting asal Timika sangat disukai di pasar luar negeri selain mampu bertahan hidup lama rasanya juga enak. Di Kabupaten Mimika sendiri ada dua jenis kepiting yaitu kepitung bakau merah dan bakau hitam. Untuk kepiting bakau hitam sendiri yang paling mahal harganya karena di daerah lain tidak ada.

(Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Papua Melambat Akibat Regulasi Izin Ekspor Mineral)

“Kami membeli dari nelayan bukan kumpul satu kali baru timbang, tapi kita pilih sesuai ukuran dan harganya kami hargai berbeda, sehingga nelayan juga merasa puas, dan kita mau mengajari supaya nelayan kita pintar, dan setiap kali transaksi ada nota,”ungkapnya.

Menurut Hartati selain Pandemi saat ini masalah yang menghambat adalah rute penerbangan. Pasalnya saat ini rute penerbangan banyak yang dikurang, sehingga pengiriman Karaka jadi lebih lama.

Sebelum pandemi covid-19, pengiriman kepiting ekspor hanya membutuhkan waktu 12 jam dengan rute Timika, Bali langsung ke Singapura. Namun sekarang rutenya Timika ke Makasar, kemudian ke Jakarta dan keesokan harinya baru berangkat, sehingga membutuhkan waktu sekitar 36 jam.

“Sebelumnya hanya membutuhkan waktu 12 jam keluar negeri, tetapi saat ini membutuhkan waktu lebih lama yaitu sekitar 36 baru tiba ditempat tujuan,” tuturnya.

Hartati menambahkan, pasar ekspor yang paling menjanjikan adalah ekspor ke nagara Cina, tetapi sangat sulit untuk menembus. Hal tersebut dikarenakan urusan perijinan yang sangat sulit, karena harus berhubungan langsung dengan pihak Karantina pusat karena menyangkut kerja sama antar negara karena Cina merupakan negara besar.

“Sebenarnya yang palin bagus itu pasarnya Cina, untuk persyaratan eksportir bisa di bilang kami memenuhi syarat. Cuma pengurusan ijinnya yang lama. Yang ke Singapura saja ijin kami baru keluar tiga tahun. Saya pernah kirim ke Cina tapi pakai perusahaan di Jakarta, sehingga namanya bukan kepiting Timika lagi tapi kepiting jakarta,” ujarnya.(DEN)

Komentar
Continue Reading

Ekonomi

Ditengah Pandemi,Satgas Binmas Noken Serahkan Bantun Ke Warga Banti

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Satgas Binmas Noken Polri di pimpinan oleh Kasat Binmas Polres Mimika Iptu Paulus Rande Ratu membagikan Sembako kepada warga Kampung Banti Distrik Tembagapura Rabu (18/7/2021).

Adapun sembako yang dibagikan berupa beras 5kg 50 karung, indomie, kopi, gula, minyak goreng, dan bahan makanan lainnya.

Kasat Binmas Polres Mimika Iptu Paulus Rande Ratu mengatakan bantuan sembako tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri untuk membantu masyarakat.

“saat ini kita sedang dalam masa Pandemi Covid-19 terutama warga yang kurang mampu karena terdampak, agar terjalin tali asih antara masyarakat dan Polri,” kata Paulus dalam keterangan tertulis yang disampaikan oleh Humas Polda Papua Rabu(18/8/2021)

Selain memberikan Sembako pihaknya juga membagikan pita dan bendera Merah Putih kepada anak anak dan warga Kampung Banti.

” kami juga membagikan pita dan juga bendera Merah Putih untuk anak-anak karena hari ini kita masih dalam suasana memperingati hari kemerdekaan RI Ke-76,” kata Paulus.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Ekonomi

Program Kasuari Binmas Noken Mulai Digerakan di Mimika

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Program Kasuari (Kesejahteraan Untuk Anak Negeri) mulai digerakan di Mimika. Salah satunya adalah dengan melakukan pendampingan kepada petani lokal Jhon Murib warga Kampung Mulia Kencana Jalur 6 Distrik Iwaka oleh Binmas Noken Polres Mimika.

Kasat Binmas Polres Mimika Iptu Paulus R. Ratu, SH dalam keterangan tertulis yang disampaikan oleh Humas Polda Papua Minggu (15/8 /2021) mengatakan pihaknya akan terus mendukung kelompok- kelompok tani untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonominya ditengah masa pandemi Covid-19.

“Hari ini kami menyambangi bapak Jhon Murib di Kampung Mulia Kencana Jalur 6 Distrik Iwaka Kabupaten Mimika yang berprofesi sebagai petani dan melakukan pengecekan lahan yang sedang digarap guna mengetahui apa yang di tanam. Dalam kegiatan ini kami bersama keluarga Bapak Jhon Murib menamam padi dilahan miliknya, “kata Paulus.

Paulus mengatakan pendampingan kepada Jhon Murib diharapkan warga menjadi paham bagaimana cara bercocok tanam yang baik dan benar sehingga nantinya akan mendapatkan hasil penen yang memuaskan serta mempunyai harga jual yang tinggi dipasaran.

Dalam kesempatan ini dirinya juga mengajak kepada keluarga Jhon Murib untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di Kampung Mulia Kencana Jalur 6 Distrik Iwaka Kabupaten Mimika tetap aman dan kondusif.

“Pak Jhon Murib dalam kesempatannya menyampaikan ucapan terimakasih dengan kehadiran Polri khususnya Binmas Noken Polres Mimika, dikarenakan telah memberikan pendampingan kepada pihaknya , sehingga pihaknya merasa sangat terbantu,”kata Paulus.(MSC/HMS)

Komentar
Continue Reading

Ekonomi

Kapolres Pekalongan Bantu Anak Yatim Terpapar COVID-19

Published

on

By

Pekalongan.KTP.com – Kapolres Pekalongan AKBP DR. Arief Fajar Satria, S.H., S.I.K., M.H bersama dengan Ketua Bhayangkari Cabang Pekalongan Ny. Retno Arief Fajar dan Pejabat Utama (PJU) Polres menyambangi sejumlah anak yatim yang ditinggal orang tua akibat terpapar COVID-19.  sambari memberikan santunan serta bantuan sembako.

Kapolres Pekalongan mendatangi langsung kelima anak yatim tersebut yang ada di wilayah Kecamatan Kajen, Kesesi, Karanganyar dan Bojong Kab.Pekalongan, sambil bersilaturahmi.

Kegiatan ini merupakan wujud dari Program yang diinisiasi oleh Kapolda Jateng yaitu “Aku Sedulurmu”, program ini bertujuan untuk membantu anak- anak yatim karena orang tuanya meninggal dunia terpapar COVID-19.

“Pandemi COVID-19 ini memang membawa dampak besar bagi kehidupan semua orang, termasuk dampak ekonomi dan kesehatan. Jajaran Kepolisian pun, berupaya secara maksimal ikut membantu perekonomian warga.” Ujarnya dalam pesan rilis yang diterima, Sabtu (14/08/21).

Lanjut, Arief, terlebih yang terdampak langsung pandemi COVID-19, dengan penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako. (*/REX)

Komentar
Continue Reading

Berita Terbaru

Nasional3 jam ago

KPK didesak periksa Panitia Besar PON XX Papua

JAYAPURA,KTP.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk memeriksa dugaan penyelewengan dana oleh Panitia Besar (PB) PON XX Papua. Demikian...

Nasional8 jam ago

LPRI Merauke Desak Pemerintah Ungkap 10 Kasus Korupsi Besar di Papua

MERAUKE,KTP.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) Kabupaten Merauke, Papua, Siprianus Muda meminta pemerintah mengungkap 10...

Tanah Papua10 jam ago

Ondoafi di Jayapura sarankan Gubernur Papua beristirahat

JAYAPURA,KTP.com – Ondoafi Sosiri di Kabupaten Jayapura, Papua, Boas Asa Enoch meminta Gubernur Papua Lukas Enembe mempertimbangkan beristirahat dari jabatan....

Tanah Papua23 jam ago

Rumah Tingkat Dua Lantai di Kebun Siri  Terbakar 

TIMIKA,KTP.com – Satu unit bangunan rumah dua lantai dengan lima kamar yang terletak di jalan Kebun Siri Kelurahan Kebun Siri,...

Tanah Papua2 hari ago

FPHS Palang Pintu Masuk Ruangan Kantor Bupati Mimika

TIMIKA,KTP.com – Pintu masuk menuju ruangan Bupati dan Wakil Bupati dan Kabupaten Mimika yang ada di Gedung A, Lantai III,...

Tanah Papua2 hari ago

Pemkab Mimika Lakukan Persiapan Evaluasi Smart City Nasional

TIMIKA,KTP.com – Pemkab Mimika lakukan persiapan untuk menghadapi evaluasi Smart City secara nasional tahun 2021. Persiapan tersebut dilakukan dengan rapat...

Tanah Papua2 hari ago

DLH Mimika Maksimalkan Kerja Hadapi Natal dan Tahun Baru

TIMIKA,KTP.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bakal kerahkan menggerakkan semua sumber daya baik dari personel hingga alat angkut sampah sehingga...

Tanah Papua3 hari ago

Jalan Santai Bersama Mewarnai Hari Bakti PUPR ke 76 di Jayapura

JAYAPURA,KTP.com – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang Propinsi Papua, Gerius One Yoman, S.Pd.,M.Si secara resmi membuka acara Jalan...

Tanah Papua3 hari ago

1 Desember Kamtibmas di Mimika Kondusif

TIMIKA,KTP.com – Wakapolres Mimika Kompol Saraju, mengatakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah seluruh Polres Mimika, berjalan aman...

Tanah Papua4 hari ago

BPN Mimika Gelar Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Reforma Agraria

TIMIKA,KTP.com – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mimika menggelar rapat koordinasi tim gugus reforma agraria Mimika bersama dengan Dinas terkait dari...

Tanah Papua

Advertisement

Trending