Nasional
Presiden Tinjau Pabrik Sepatu dan Bersantap Siang Bersama Pekerja
JAKARTA, Kabartanahpapua.com – Presiden Joko Widodo meninjau pabrik sepatu PT KMK Global Sports di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (30/4/2019). Dalam kunjungan ini, Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.
Pada kesempatan tersebut, Presiden berkeliling pabrik dan menyapa para pekerja yang sedang beraktivitas. Melihat kedatangan Kepala Negara, para pekerja menyambutnya dengan antusias. Beberapa menghampiri Presiden untuk bersalaman dan berswafoto.
(Baca Juga: Presiden dan Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Peringatan Hari Buruh dan Rencana Revisi PP 78/2015)
Usai meninjau pabrik selama satu jam, Presiden kemudian berjalan menuju kantin untuk bersantap siang bersama para pekerja. Presiden tampak duduk bersama puluhan pekerja di sebuah meja makan panjang. Menu yang disantap Kepala Negara pun sama dengan yang disantap para pekerja, yakni nasi putih, sayur sop, tempe goreng, telur rebus, dan buah salak.
“Ya makan siang tadi kan ada tempe, telur, sayur. Ya saya kira secara gizi dan nutrisi untuk saya sudah sangat bagus,” ujar Presiden kepada para jurnalis seusai santap siang.

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai meninjau pabrik sepatu PT KMK Global Sports di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (30/4/2019). (Biro Pers Setpres)
Kepada para jurnalis, Presiden mengaku banyak berdialog dengan para pekerja, antara lain menanyakan lama mereka bekerja di pabrik itu dan kondisi kesejahteraan mereka. Dari obrolan itu, beberapa pekerja mengaku sudah bekerja di pabrik, antara 15 sampai 23 tahun.
“Artinya menurut saya atmosfer lingkungan yang ada di PT KMK ini saya kira memberikan sebuah atmosfer yang baik, lingkungan yang baik, pada karyawan. Ada kliniknya, saya kira sangat bagus,” ungkapnya.
(Baca Juga: Bertepatan Pleno Rekapitulasi Suara, Kapolres Minta Peringatan Hari Buruh Diadakan di Gedung)
Presiden mengatakan, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah meningkatkan produktivitas lewat peningkatan kemampuan para pekerja. Karena menurutnya, produktivitas para pekerja itu berpengaruh terhadap produksi pabrik.
“Yang paling penting kita ini meningkatkan produktivitas lewat reskilling, upskilling, sehingga kalau sudah produktif, perusahaan itu mampu menggaji lebih tinggi. Karena produktivitas itu juga menyangkut produksi berapa yang dihasilkan. Kalau dihasilkannya naik, saya kira gajinya dinaikkan tidak masalah,” paparnya.
Di penghujung keterangannya, Presiden pun berharap peringatan Hari Buruh atau May Day yang jatuh pada 1 Mei esok hari bisa berjalan dengan baik, penuh kegembiraan, dan kondusif. (Fox)



