Connect with us

Nasional

Presiden dan Ibu Negara Sampaikan Ucapan Hari Raya Idulfitri 1442 H

Published

on

JAKARTA, KTP. com – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana menyampaikan ucapan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriah yang jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021 besok.

Presiden mengingatkan bahwa momen Idulfitri tahun ini masih harus dilaksanakan dengan tetap menjaga kewaspadaan dari penularan virus korona.

“Idulfitri tahun ini kita masih harus berhadapan dengan pandemi Covid-19. Kita juga masih harus bersabar dan menahan diri karena tidak bisa bersilaturahmi secara langsung secara tatap muka dengan keluarga dan handai tolan,” ucap Presiden dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/5/2021).

(Baca Juga: Tiadakan Mudik Lebaran, Presiden: Mari Utamakan Keselamatan Bersama)

Kepala Negara mengakui bahwa berlebaran di tengah situasi pandemi ini merupakan sesuatu yang berat. Namun, kita tidak memiliki pilihan lain selain untuk bersama mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Kita harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan kita semua, ya kita semua, agar sesegera mungkin kita dapat terbebas dari pandemi,” tuturnya.

(Baca Juga: Tegas Larang Mudik, Menhub: Kami Imbau untuk Tetap di Rumah)

Ibu Negara Iriana yang berada di samping Presiden juga menyampaikan ucapan berhari raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Saya juga mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

“Semoga di hari kemenangan ini menjadi momentum bagi kita semua, bangsa Indonesia, untuk bangkit dan menang melawan pandemi Covid-19,” sahut Presiden. (FOX)

Komentar

Nasional

Pemerintah Turunkan Level PPKM di Sejumlah Daerah Mulai 24 Hingga 30 Agustus

Published

on

JAKARTA, KTP.com – Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah pada tanggal 24 hingga 30 Agustus 2021. Keputusan tersebut dibuat berdasarkan berbagai pertimbangan, utamanya indikator-indikator penanganan pandemi Covid-19 yang mulai membaik.

Menurut Presiden, saat ini kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia telah mengalami penurunan sebesar 78 persen jika dibandingkan saat puncak kasus pada 15 Juli 2021 lalu.

Angka kesembuhan juga konsisten lebih tinggi daripada angka konfirmasi positif yang membuat angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) nasional berada di angka 33 persen.

“Untuk itu, pemerintah memutuskan mulai tanggal 24 Agustus 2021 hingga 30 Agustus 2021 beberapa daerah bisa diturunkan levelnya dari level 4 ke level 3,” ujar Presiden Joko Widodo dalam pernyataannya terkait perkembangan PPKM di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (23/8/2021).

Presiden mengatakan, sejumlah daerah di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Misalnya di Pulau Jawa-Bali, penerapan PPKM level 4 dari sebelumnya 67 kabupaten/kota berkurang menjadi 51 kabupaten/kota, level 3 dari 59 kabupaten/kota menjadi 67 kabupaten/kota, dan level 2 dari 2 kabupaten/kota menjadi 10 kabupaten/kota.

“Untuk Pulau Jawa-Bali, wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, dan beberapa wilayah kabupaten/kota lainnya sudah bisa berada pada level 3 mulai tanggal 24 Agustus 2021,” katanya.

Sedangkan wilayah di luar Pulau Jawa-Bali, Presiden mengingatkan untuk tetap waspada meskipun telah menunjukkan perkembangan yang baik pula.

“Level 4 dari 11 provinsi menjadi 7 provinsi, level 4 dari 132 kabupaten/kota menjadi 104 kabupaten/kota, level 3 dari 215 kabupaten/kota menjadi 234 kabupaten/kota, dan level 2 dari 39 kabupaten/kota menjadi 48 kabupaten/kota,” paparnya.

Pemerintah tetap mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian secara bertahap atas beberapa pembatasan kegiatan masyarakat. Adapun penyesuaian tersebut antara lain sebagai berikut:

  1. Tempat ibadah diperbolehkan dibuka untuk kegiatan ibadah maksimal 25 persen kapasitas atau maksimal 30 orang;
  2. Restoran diperbolehkan makan di tempat dengan maksimal 25 persen kapasitas, 2 orang per meja dan pembatasan jam operasional hingga pukul 20.00;
  3. Pusat perbelanjaan atau mal diperbolehkan buka sampai dengan pukul 20.00 dengan maksimal 50 persen kapasitas, dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat yang diatur lebih lanjut oleh pemerintah daerah;
  4. Industri orientasi ekspor dan penunjangnya dapat beroperasi 100 persen. Namun apabila terjadi klaster baru Covid-19, maka akan ditutup selama 5 hari.

“Penyesuaian atas beberapa pembatasan kegiatan masyarakat ini dibarengi dengan protokol kesehatan yang ketat dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk,” imbuhnya.

Terkait vaksinasi, Presiden meminta Menteri Kesehatan untuk terus meningkatkan cakupan vaksinasi agar akhir bulan Agustus tercapai penyuntikkan lebih dari 100 juta dosis vaksin.

“Dalam beberapa hari terakhir, saya melihat cakupan vaksinasi terus meningkat dan saat ini 90,59 juta dosis vaksin sudah disuntikkan,” ungkapnya.

Di samping itu, keterlibatan TNI-Polri dalam melakukan penelusuran turut berkontribusi terhadap peningkatan rasio kontak erat. Pada 20 Agustus 2021, rasio kontak erat mencapai 6,5 jauh meningkat dibandingkan pada 31 Juli 2021 yang berada pada posisi 1,9.

Kepala Negara pun mengingatkan bahwa perbaikan situasi Covid-19 saat ini tetap harus disikapi dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan.

Pembukaan kembali aktivitas masyarakat tetap harus dilakukan tahap demi tahap seiring dengan peningkatan protokol kesehatan, pemeriksaan, pelacakan, dan cakupan vaksinasi yang lebih luas.

“Hal-hal tersebut perlu dilakukan agar pembukaan kembali aktivitas masyarakat tidak berdampak kepada peningkatan kasus,” tandasnya. (FOX)

Komentar
Continue Reading

Nasional

Kapolri Ajak Semua Pihak Terlibat Dalam Percepatan Vaksinasi Covid-19

Published

on

JAKARTA, KTP.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meresmikan pengoperasian 34 bus vaksinasi keliling di Gedung JCC, Jakarta, Sabtu (21/8/2021). Pengadaan bus vaksinasi keliling ini merupakan kerja sama antara TNI-Polri dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Kapolri menjelaskan pengadaan bus vaksinasi keliling ini untuk mendukung percepatan kegiatan vaksinasi Covid-19 guna mempercepat terciptanya kekebalan bersama atau Herd Immunity.

“Bus vaksinasi keliling ini nantinya akan digunakan membantu pelayanan vaksinasi ke masyarakat-masyarakat yang berada di daerah tak terjangkau oleh kegiatan vaksinasi massal terpusat,” ujar Kapolri.

(Baca Juga: Pemerintah Jamin Ketersediaan Stok Vaksin Covid-19 dan Alat Kesehatan)

Kapolri berharap kehadiran bus vaksinasi keliling ini akan membantu percepatan vaksinasi Covid-19 yang dicanangkan Presiden.

Ia berharap sinergi antara TNI-Polri dan KADIN ini bisa menjadi contoh bagi seluruh stakeholder guna mempercepat vaksinasi massal bagi seluruh masyarakat sehingga segera terwujud kekebalan bersama atau Herd Immunity.

“Dengan melibatkan seluruh pihak untuk mengakselerasi vaksinasi massal ini sehingga bisa segera mewujudkan Herd Immunity sebagaimana kita harapkan,” kata mantan Kabareskrim Polri ini.

(Baca Juga: Makin Cepat Kita Terlindungi oleh Vaksin, Makin Baik)

Pada kesempatan itu, Kapolri mengapresiasi inisiatif KADIN untuk menghadirkan bus vaksinasi keliling guna membantu percepatan vaksinasi massal. Ia menegaskan dengan terwujudnya Herd Immunity maka aktivitas masyarakat, khususnya di sektor perekonomian dapat kembali berjalan seperti sediakala.

“Jika Herd Immunity sudah terbentuk, asessmen-assesmen terhadap situasi yang ada saat ini, maka level yang ada bisa diturunkan dan tentunya kegiatan aktivitas ekonomi bisa terus-menerus dikembalikan, seperti dulu dan tentunya ini merupakan tugas bersama, dan Pak KADIN, ya Ketua Umum KADIN, yang tentunya dorong ini semua sehingga kegiatan bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Selain melepas bus vaksinasi keliling, Kapolri juga meninjau kegiatan vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh KADIN bersama TNI-Polri di Gedung JCC, Jakarta Pusat. (REX)

Komentar
Continue Reading

Nasional

Pemerintah Jamin Ketersediaan Stok Vaksin Covid-19 dan Alat Kesehatan

Published

on

JAKARTA, KTP.com – Pemerintah menegaskan bahwa stok vaksin Covid-19 di Indonesia masih mencukupi. Juru Bicara Pemerintah, dr Reisa Broto Asmoro mengungkapkan per 20 Agustus 2021, Indonesia memiliki stok vaksin Covid-19 lebih dari 192 juta dosis, baik dalam bentuk jadi maupun bahan baku dari berbagai produsen.

Pada Jumat (20/8/2021) ini, katanya, telah tiba kembali vaksin Sinovac dan AstraZeneca yang dibeli oleh pemerintah Indonesia masing-masing sebanyak 5 juta dosis dan 567 ribu dosis. Sebelumnya, Indonesia juga telah menerima hibah vaksin dari Belanda sebanyak 450 ribu dosis vaksin siap pakai pada Kamis (19/8/2021) lalu.

“Kedatangan beruntun vaksin siap jadi ini memungkinkan kita untuk membantu menyukseskan target Kementerian Kesehatan untuk mencapai 100 juta suntikan pada akhir bulan ini,” ujar Reisa dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (20/8/2021).

(Baca Juga: Makin Cepat Kita Terlindungi oleh Vaksin, Makin Baik)

Menurutnya, hingga Kamis (19/8/2021), sekitar 86,9 juta dosis vaksin telah diberikan kepada sekitar 56,3 juta orang yang menerima dosis pertama dan 30,6 juta di antaranya sudah mendapatkan dosis kedua. Dengan terus memperbanyak vaksinasi, diharapkan kekebalan komunal bisa segera tercapai.

“Intinya pembentukan kekebalan bersama atau herd immunity dicapai dengan memvaksinasi masyarakat sebanyak dan secepat mungkin,” tuturnya.

Selain stok vaksin yang mencukupi, Reisa menyebutkan bahwa stok alat kesehatan juga mencukupi. Hal tersebut tidak terlepas dari dukungan beberapa negara sahabat seperti Amerika Serikat dan Australia yang turut memberikan dukungan alat kesehatan dan alat tes untuk keperluan diagnosis Covid-19.

“Selain stok vaksin aman, stok alat kesehatan dan dukungan tracing dan testing juga meningkat,” katanya.

(Baca Juga: Sub PB PON Klaster Timika Buka Pendaftaran Rekrutmen Relawan)

Dengan stok vaksin yang mencukupi, tes dan lacak yang makin tinggi, perawatan yang makin baik, serta disiplin protokol kesehatan yang tidak kendur, ia optimistis pandemi bisa segera melandai.

“Apa yang diprediksi beberapa media internasional bahwa pandemi akan melandai tahun depan di seluruh dunia akan tercapai,” tandasnya. (FOX)

Komentar
Continue Reading

Nasional

Makin Cepat Kita Terlindungi oleh Vaksin, Makin Baik

Published

on

JAKARTA, KTP.com – Pemerintah mendorong masyarakat untuk segera mendapatkan vaksinasi Covid-19 dengan vaksin apa saja yang tersedia.

Juru Bicara Pemerintah, dr Reisa Broto Asmoro menegaskan dengan vaksinasi, masyarakat akan lebih terlindungi dari kemungkinan dirawat jika terpapar Covid-19.

“Vaksin terbaik adalah vaksin yang siap tersedia, karena makin cepat kita terlindungi oleh vaksin, makin baik,” ujar Reisa dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (20/8/2021).

(Baca Juga: Bupati Tegaskan PON XX Papua Tetap Dilaksanakan,Warga Mimika Diajak Ikut Vaksin Covid-19)

Penelitian terkini menyebutkan bahwa seluruh vaksin yang ada di Indonesia baik Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, maupun vaksin yang diproduksi oleh Bio Farma, telah terbukti efektif mengurangi kemungkinan sakit berat, dirawat, hingga kematian.

Di samping itu, vaksin-vaksin tersebut juga dapat melawan varian delta yang memiliki daya tular lebih cepat dibanding varian lain.

“Jadi semua vaksin yang disediakan pemerintah Indonesia adalah vaksin yang aman, bermutu, dan berkhasiat, dan disarankan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) untuk diterima oleh masyarakat,” ungkapnya.

Reisa juga menjelaskan bahwa perbedaan pemberian vaksin di masyarakat utamanya karena faktor ketersediaan vaksin. Menurutnya, tidak ada satu produsen di dunia yang mampu menyuplai seluruh kebutuhan vaksin di Indonesia dengan sasaran vaksin yang mencapai 208 juta orang.

“Begitu juga pengirimannya, tidak ada produsen yang bisa mengirimkan dalam satu kali pengiriman puluhan juta dosis yang dipesan dari mereka. Datangnya pun bertahap, maka distribusi ke provinsi dan daerah pun bertahap dan sesuai dengan suplai yang datang pada saat itu,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Reisa juga menjelaskan pertanyaan masyarakat terkait usia minimal anak bisa divaksin Covid-19.

Reisa menjelaskan data dari uji klinis rekomendasi ahli dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan atas persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengindikasikan bahwa vaksin akan bekerja efektif pada remaja usia 12 sampai dengan 17 tahun.

“Jadi tindakan vaksinasi harus berdasarkan sains dan pendapat para ahli, serahkan sesuatu pada ahlinya,” ucapnya.

(Baca Juga: Sekolah Dibuka 25 Persen, Guru dan Siswa Harus Vaksin)

Menurut penelitian, gejala yang timbul pada anak, remaja, dan anak muda lebih banyak adalah gejala ringan atau bahkan tidak bergejala sama sekali.

Oleh karena itu, lanjut Reisa, vaksin lebih baik diprioritaskan terlebih dahulu untuk lansia terutama dengan komorbid karena mereka memiliki risiko yang tinggi.

Sementara itu, bagi para penyintas Covid-19 yang ingin mendapatkan vaksin, Reisa menyebut bahwa waktu ideal untuk menerima vaksin adalah tiga bulan setelah selesai menjalankan masa isolasi atau dinyatakan sembuh oleh dokter. Hal tersebut sesuai dengan saran dari Kementerian Kesehatan.

“Tujuannya agar imunitas yang kemungkinan memudar setelah tiga bulan akan naik lagi dan kemudian membangun kekebalan yang lebih baik lagi, tentunya untuk melindungi mereka dari Covid-19,” jelas Reisa.

Terakhir, Juru Bicara Pemerintah mengajak masyarakat untuk mengonsumsi informasi yang benar dan resmi dari pemerintah melalui situs resmi covid19.go.id atau di kemkes.go.id dan cek kebenaran informasi melalui kominfo.go.id atau s.id/infovaksin. (FOX)

Komentar
Continue Reading

Berita Terbaru

Tanah Papua1 hari ago

Satu Anggota Gugur Saat Kontak Tembak Terjadi di Distrik Kiwirok Pegunungan Bintang

TIMIKA,KTP.com – Kontak tembak antara aparat TNI-POLRI dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lamek Alipki Taplo kembali terjadi di Distrik...

Uncategorized1 hari ago

3.892 Relawan PON Kluater Mimika Mulai Tanda Tangan Kontrak

TIMIKA,KTP.com – Relawan PON kluster Mimika lakukan penandatanganan pakta integritas yang dilakukan di SMA Negeri 1 Mimika, Jumat (24/9/2021). Sesuai...

Olahraga1 hari ago

Tim Bidang Kesehatan PB PON SUB Mimika Evaluasi Aturan Menonton PON

TIMIKA,KTP.com – Dampak dari membludaknya penonton saat pertandingan Futsal PON antara tim Papua Vs NTB dan Sulsel Vs Malut kemarin,...

Olahraga1 hari ago

Emas Pertama PON XX Di Klaster Timika Diraih Atlet Terbang Layang Papua

TIMIKA,KTP.com – Papua patut berbangga karena menjadi penyumbang medali emas pertama pada PON XX Papua Klaster Mimika. Atlet Penerbang Andri...

Tanah Papua1 hari ago

3 Juta Masker di Sumbangkan BNPB Utuk PON XX Papua

TIMIKA,KTP.com – Mendukung pelaksanaan pekan olahraga nasional (PON) XX Papua, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sumbang 3 juta masker untuk...

Tanah Papua2 hari ago

Brigjen Pol Suhendri Pimpin Apel Cek dan Beri Arahan Pengamanan PON di Mimika

TIMIKA,KTP.com – Kepala Operasi Deraku Cartensz 2021 Brigjen Pol Suhendri memimpin apel gelar pasukan dalam rangka melakukan pengecekan dan memberikan...

Olahraga2 hari ago

Tim Futsal Papua Masih Perkasa, Atasi NTB, 3-2

TIMIKA,KTP.com – Tim Futsal Putra PON XX Papua yang didukung oleh ratusan pendukungnya masih tampil perkasa..setelah berhasil menundukkan Tim Nusa...

foto: Yosefina foto: Yosefina
Olahraga2 hari ago

Marthen Paiding: Belum Ada Keluhan Pelayanan dari Kontingen PON XX Papua Klaster Timika

TIMIKA,KTP.com – Hingga saat ini belum ada komplain dari kontingen PON XX Papua Klaster Mimika terkait layanan yang sudah jalan,...

Tanah Papua2 hari ago

17 Warga Sipil Berhasil di Evakuasi Dari Distrik Kiwirok Pegunungan Bintang

JAYAPURA,KTP.com – Satgas Nemangkawi telah berhasil melakukan evakuasi 17 warga sipil dari Distrik Kiwirok ke Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan...

Olahraga3 hari ago

Hasil Cabor Terbang Layang PON XX Hari Pertama dan Kedua

TIMIKA,KTP.com – Perlombaan cabang olahraga (Cabor) terbang layang PON XX Papua hari pertama, Kamis (23/9/2021) dan hari kedua, Jumat (24/9/2021)...

Tanah Papua

Advertisement

Trending