Nasional
Presiden Jokowi: Potensi dan Kekuatan Bangsa Ini Akan Muncul Kalau Kita Bersatu
SAMARINDA, Kabartanahpapua.com – Sebagai sebuah negara besar yang dianugerahi Tuhan dengan berbagai keragaman, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Potensi dan kekuatan tersebut akan muncul jika seluruh komponen bangsa bersatu.
Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat berbicara di hadapan masyarakat penerima sertifikat hak atas tanah di Lapangan Stadion Madya Sempaja, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (25/10/2018) kemarin.
Presiden mengimbau masyarakat untuk terus menjaga dan memelihara persatuan, kerukunan, dan persaudaraan bangsa. “Ini biasanya mulai ruwet kalau ada pemilihan bupati, walikota, gubernur, atau pemilihan presiden. Kok kita ini seperti bukan saudara saja. Padahal kita ini saudara sebangsa dan setanah air. Hati-hati,” kata Presiden.
(Baca Juga: Moeldoko: Hoaks Meracuni Bangsa Menjadi Pesimis, Kita Harus Melawannya!)
Ia menyayangkan jika proses demokrasi yang rutin dilaksanakan setiap lima tahun tersebut justru membuat bangsa terpecah belah. Presiden tidak menginginkan masyarakat menjadi tidak saling sapa hanya karena perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi.
Kepala Negara memandang pesta demokrasi seharusnya menjadi ajang adu program, adu gagasan, adu ide, adu prestasi, dan adu rekam jejak. Bukan ajang untuk saling mencela, saling menjelekkan, atau bahkan saling memfitnah.
“Ini bukan tata krama Indonesia, bukan etika Indonesia, bukan nilai-nilai keindonesiaan kita yang penuh etika, tata krama, dan agamis,” ujarnya.
Presiden pun bercerita dirinya pernah menjadi korban fitnah di mana ia dituduh sebagai kader PKI.
“Kita lihat coba di media sosial, fitnah-fitnah yang enggak pernah berhenti. Presiden Jokowi itu PKI, coba. Astagafirullah. PKI dibubarkan tahun 65/66, saya dilahirkan tahun 61, umur saya baru 4 tahun, masa ada PKI balita? Ampun yang namanya politik itu kadang-kadang kejamnya seperti itu,” ujar Presiden.
Mendengar cerita Presiden ini, masyarakat yang hadir berujar Presiden harus sabar dalam menghadapi berbagai kabar yang tidak benar itu. “Sabar pak, sabar,” kata masyarakat.
(Baca Juga: Ajak Wartawan Perangi Hoaks, Presiden Ingatkan Tanggung Jawab Menjaga Kehidupan Berbangsa)
Pada penghujung sambutannya, Presiden kembali mengajak seluruh masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai agama, etika, tata krama, dan sopan santun. Karena nilai-nilai itulah yang terkandung dalam adat dan budaya Indonesia dan dalam agama yang kita anut.
“Marilah kita bersama-sama menjaga kerukunan, persaudaraan, persatuan kita. Jangan sampai karena pilpres, pilgub, pilkada kita kelihatan enggak saudara lagi,” tandasnya. (Fox)



