Tanah Papua
Daftar Nama Pekerja PT Istaka Karya yang Berada di Kamp Distrik Yal
JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Kodam XVII Cenderawasih merilis nama-nama warga sipil yang diduga menjadi korban kebiadaban kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) usai peringatan HUT OPM di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, 2 Desember lalu.
Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kol Inf Muhammad Aidi mengatakan daftar nama dari PT Istaka Karya ini mengacu pada awal kejadian ketika pekerja mereka dijemput KKSB di kamp beberapa saat usai syukuran bakar batu.
(Baca Juga: 16 Jenazah Korban Kebiadaban KKSB Dievakuasi ke Timika)
Berikut nama-nama pekerja tersebut yaitu Martinus Sampe (25), Ayub, Jefrianto (25), Jimmy Aritonang, Jonny Arung, Matius Palinggi, dan Tarky alias Sarky.
“Mereka ini ditemukan selamat oleh aparat TNI-Polri dan sudah dievakuasi,” kata Aidi dalam keterangan tertulis, Kamis (6/12/2018).
Selain itu, Efrandi Hutagaol, Rikki Kardo Simanjuntak, Anugrah alias Tolu (17), Alfianus alias Nano (27), Agustinus T (35), Dino Kondo alias Dirlo, Carly Zatrino alias Calling (25), Daniel Karre alias Dani (41), Markus Allo, Aris Usi, Yusran, Yosafat, Petru Ramli, Simon Tandi, Samuel Pakiding, Muhammad Agus (25), Fais Syahputra, M Ali Akbar, Hardi Ali, Emanuel Beli Naikteas Bano (32), dan Jefri Simaremare.
“Efrandi bukan pegawai PT Istaka Karya tapi pegawai Dinas PUPR yang bertugas sebagai pengawas. Ia bersama Rikki diketahui sempat melarikan diri bersama 4 rekannya yang sudah ditemukan pasukan TNI-Polri di Distrik Mbua. Namun, saat lari mereka memilih jalur berbeda dan saat ini masih dalam pencarian,” ujar Aidi.
“Sementara untuk nama-nama lain diduga menjadi korban kebiadaban KKSB di lereng bukit Puncak Kabo. Untuk kepastiannya menunggu proses identifikasi jenazah setelah proses evakuasi dari lokasi,” kata Aidi menambahkan.

Tiga pekerja PT Istaka Karya yang ditemukan selamat dan dievakuasi ke Timika, Kamis (6/12/2018). (ist)
Belum Terkonfirmasi
Menanggapi mengenai informasi 8 pekerja yang sempat menyelamatkan diri ke rumah anggota DPRD Nduga dan kabarnya dibantai sejauh ini menurut Aidi belum jelas. Pasalnya, informasi mengenai ada 8 pekerja yang diamankan ke rumah anggota DPRD disampaikan Pendeta Wilhelmus Kogoya melalui Radio SSB dan hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi lagi.
(Baca Juga: Polda Papua Kecam Pembantaian Pekerja Jembatan di Kabupaten Nduga)
Sementara keterangan yang disampaikan saksi korban Jimmy Aritonang bahwa jumlah karyawan yang digiring KKSB berjumlah 25 orang. Dari jumlah itu, Jimmy menduga ada 19 meninggal di tempat, 4 orang berhasil dievakuasi ke Wamena dan 2 orang masih hilang.
“Perihal 8 orang tersebut, saksi korban mengaku tidak tahu dan kami hanya berpegang pada keterangan saksi korban yang mengalami langsung kejadian itu,” papar Aidi. (Ong)



