Connect with us

Tanah Papua

LEMAADSUMOPA Dukung Aspirasi DOB Delama Jaya

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Mendukung aspirasi Daerah Otonomi Baru (DOB) Delama Jaya, Senin (18/05) 2026 di Timika, diterima pernyataan sikap tegas dari Ketua DPD LEMAADSUMOPA Kabupaten Mimika, Hesen Hanau tentang mendukung penuh Pembentukan DOB Kabupaten Moni (Delama Jaya) dan menanggapi adanya Aksi Penolakan yang dilakukan di Nabire.

“Saya, atas nama pribadi dan seluruh jajaran Masyarakat Adat  Moni dan Mee asal Duma, Daa, Jewa, Boma dan Arwanop yang mendiami Kabupaten Mimika dengan tegas menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap wacana dan proses pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Moni ( Delama ). Perjuangan ini bukanlah hal baru, melainkan aspirasi murni yang telah kami perjuangkan selama lebih dari 25 tahun, lahir dari kebutuhan nyata masyarakat akar rumput yang mendambakan percepatan pembangunan, pemerataan layanan dasar, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat dan anak cucu kami,” ujar Hesen.

Dikatakan Hesen lagi, mendengar dan mengetahui adanya aksi unjuk rasa sekelompok oknum mahasiswa di Nabire yang mengatasnamakan Solidaritas Mahasiswa Paniai yang berupaya menolak kehadiran Kabupaten Moni. Terhadap sikap tersebut, Hesen menyampaikan pandangan bahwa secara tegas dan lugas.

Pertama, kami mempertanyakan dasar apa yang dijadikan patokan oleh mereka yang menolak ini? Apakah mereka benar-benar paham kondisi riil di wilayah kami? Apakah mereka pernah merasakan sulitnya akses ke sekolah, ke puskesmas, atau kesulitan mengurus administrasi pemerintahan karena jarak yang sangat jauh ke ibu kota kabupaten yang ada sekarang? Kami sangat meragukan itu. Sebab, kami lihat sikap mereka itu bukan lahir dari aspirasi masyarakat Moni-Mee di wilayah itu sendiri, melainkan sekadar mengikuti arus, berteriak lantang hanya agar terdengar, seolah-olah merekalah yang paling peduli, padahal nyatanya mereka tidak sedang berjuang untuk kami, melainkan hanya sedang mencari panggung dan perhatian semata.

Kedua, ucapan mereka soal kekhawatiran perpecahan atau pembagian sumber daya, bagi kami itu hanyalah alasan klise dan omong kosong. Justru selama tidak dimekarkan, wilayah kami terabaikan, pembangunan jalan macet total, fasilitas pendidikan dan kesehatan tertinggal jauh. Jika mereka benar-benar peduli persatuan dan kemajuan. Seharusnya mereka ikut berjuang agar wilayah kami maju, bukan malah menghalangi langkah kami yang ingin bangkit dan mandiri. Jangan sampai ada pihak yang merasa berhak mengatur nasib kami, menahan kami tetap tertinggal, sementara mereka sendiri menikmati fasilitas dan kemudahan di tempat mereka berada.

Ketiga, kami ingin mengingatkan: aspirasi pemekaran ini sudah kami bahas berulang kali dalam musyawarah adat, pertemuan tokoh agama, tokoh pemuda, hingga dengan seluruh elemen masyarakat Moni di lima distrik calon wilayah. Semua syarat administrasi dan kajian sudah kami penuhi. Ini adalah suara mayoritas, suara orang banyak, suara adat istiadat kami.

Hesen menegaskan, sekelompok oknum yang mengatasnamakan mahasiswa itu, tidak berhak dan tidak mewakili masyarakat Moni Jaya sedikit pun. Jangan mengatasnamakan solidaritas, jika yang dilakukan justru mematikan harapan saudara sebangsa dan setanah air.

Hesen menegaskan juga bahwa, pihaknya di Mimika pun merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung ini, karena Suku Moni-Mee adalah satu kesatuan besar yang nasibnya harus diperjuangkan bersama. “Kami tidak akan diam saja, jika aspirasi kami yang sudah diperjuangkan puluhan tahun ini ingin dipadamkan oleh segelintir orang yang tidak mengerti apa-apa tentang perjuangan kami,” tekan Hesen Hanau.

Kepada pihak yang menolak, silakan sampaikan pendapat, tapi ingat: jangan halangi jalan masyarakat Moni Jaya menuju kemajuan. Jangan jadikan ketidaktahuan dan ego kelompok kalian sebagai alasan untuk membiarkan maysarakat terus tertinggal di belakang. Keputusan ada di tangan masyarakat, dan masyarakat Moni sudah berbicara: ‘Mereka ingin berdaulat, mereka ingin maju, mereka ingin Kabupaten Moni terwujud.

Kepada Pemerintah Pusat dan DPR RI, Hesen Hanau juga mengatakan diharapkan tetap mendengarkan suara mayoritas masyarakat yang sah, bukan mendengarkan suara sumbang oknum yang tidak mewakili siapa-siapa selain kepentingan dirinya sendiri.

“Dalam wacana proses DOB ini kami telah berkorban, selain material nyawa pun telah melayang habis, kepada oknum yang mengatasnamakan Mahasiswa, ingat baik, jangan-jangan masyarakat akan kejar anda, jika hal ini terulang dan melakukan upaya upaya yang serupa kami tidak akan segan segan untuk reaksi,” pesan Hesen Hanau dengan wajah serius.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab adat. Semoga cita-cita luhur pembentukan Kabupaten Moni segera terwujud demi kesejahteraan masyarakat Moni Jaya semua.(***)

Timika, 18 Mei 2026
(Erianus Hesen Hanauw)
Ketua DPD LMA Suku Moni
Kabupaten Mimika

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *