Connect with us

Tanah Papua

Korban Selamat dan 9 Jenazah di Evakuasi ke Timika

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin langsung proses evakuasi korban selamat dan jenazah pekerja PT Istaka Karya (Persero) dari Bandar Udara Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika, Kamis (6/12/2018).

Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan proses evakuasi itu di antaranya penjemputan korban selamat dari Pos TNI Distrik Mbua, Kabupaten Nduga dan dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

“Para keluarga korban yang menunggu di Wamena, juga sebagian diangkut ke Timika menggunakan pesawat Hercules TNI-AU. Sementara untuk proses evakuasi jenazah dari Distrik Yigi menggunakan helikopter Penerbad,” kata Dax dalam keterangan tertulisnya.

(Baca Juga: 16 Jenazah Korban Kebiadaban KKSB Dievakuasi ke Timika)

Menurut Dax, proses evakuasi berlangsung dari pukul 10.50 WIT hingga pukul 14.10 WIT saat heli Penerbad kembali ke Timika dalam keadaan kosong karena terhalang cuaca dan kondisi yang kurang aman akibat penyerangan KKSB di lokasi.

Berikut nama-nama pekerja PT Istaka Karya yang dievakuasi dari Wamena dan Distrik Mbua ke Timika yaitu Martinus Sampe, Jefrianto, Ayub (21), Jimmy Aritonang, Jonny Arung, Tarky alias Sarky, dan Matius Palinggi.

“Martinus, Jefrianto, dan Ayub serta anggota Polri Bharatu Wahyu yang sempat menjalani perawatan di RSUD Wamena langsung diangkut dengan ambulans ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika untuk menjalani perawatan lebih lanjut,” ujar Dax.

Selain pekerja PT Istaka Karya, juga dievakuasi para pekerja yang diamankan dari Distrik Mbua, Yigi, dan Yal. Berikut nama-nama pekerja tersebut di antaranya Irawan Maulana (22) petugas tower Telkomsel, serta 6 orang pekerja bangunan Puskesmas Mbua masing-masing John Tandi (45), Yulius Serrang (25), Yulman Mangi (26), Novianus (18), Selvianus Mari (35), dan Siman (24).

Ada juga 2 pekerja bangunan SMP Mbua yaitu Makbul (40) dan Saleh (28), serta pekerja bangunan Puskesmas Yigi yakni Simon Tandi (44), Batok (43), Mesran Arifin (41), dan Dirro Rombe (34).

“Evakuasi dari Pos TNI Mbua juga mengangkut warga asli yang merasa terancam dan meminta perlindungan di Pos TNI Mbua yakni Asem Kogoya, Endinus Tabuni (31) beserta anaknya Krisna Tabuni (2,5), dan Sargi Lokbere,” kata Dax.

“Mereka langsung menjalani pemeriksaan kesehatan di Posko TNI-Polri di Hanggar Bandara Mozes Kilangin dan yang sakit langsung diangkut mobil ambulans ke RSMM,” kata Dax menambahkan.

(Baca Juga: Jenazah Sertu Anumerta Handoko Diterbangkan ke Sorong)

Dalam rombongan yang menggunakan Hercules TNI-AU dari Wamena, juga mengangkut keluarga pekerja, sejumlah pimpinan PT Istaka Karya, dan perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura.

Sementara untuk proses evakuasi jenazah dari Distrik Yigi, kata Dax, satu helikopter Bell Penerbad berhasil mengevakuasi 9 kantong jenazah. “Sembilan kantong jenazah ini langsung dibawa ke RSMM untuk dilakukan visum dan identifikasi oleh tim dokter forensik dari Polda Papua,” papar Dax.

Evakuasi Ditunda

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan proses evakuasi terpaksa ditunda menyusul kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Selain itu, kata Aidi, juga terjadi gangguan dari kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Distrik Yigi.

“Saat ini, kontak tembak masih berlangsung dan jika terus berlanjut maka evakuasi akan dilanjutkan besok,” kata Aidi di Timika, Kamis (6/12/2018).

Dari total 16 jenazah yang ditemukan aparat gabungan TNI-Polri di lereng bukit Puncak Kabo, tersisa 7 jenazah yang belum dievakuasi. (Rex)

Komentar