Connect with us

Tanah Papua

Bupati Mimika Sesalkan Perusakan Pipa Air: “Ini Merugikan Banyak Warga”

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Mimika terganggu akibat kerusakan jaringan pipa yang diduga dilakukan oleh oknum masyarakat. Kondisi ini membuat pelayanan air tidak berjalan optimal, padahal sistem bergilir telah diterapkan pemerintah.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengungkapkan bahwa sebenarnya pola distribusi air bersih sudah diatur secara bergantian untuk pagi dan sore hari. Namun, gangguan di lapangan menyebabkan aliran tidak maksimal.

“Sudah kita atur pola distribusinya, pagi dan sore dialirkan secara bergantian. Tapi memang tidak bisa terus mengalir karena sistemnya juga bergilir,” ujarnya, Selasa (28/4/2025).

Yang menjadi kendala utama, menurut Bupati, bukan hanya pada sistem distribusi, melainkan adanya tindakan perusakan pipa di sejumlah titik oleh oknum masyarakat.

“Di beberapa lokasi seperti kawasan Sam Ratulangi itu ada pipa yang rusak. Bahkan ada yang dipotong, sehingga aliran air terganggu dan tidak bisa sampai ke warga,” ungkapnya dengan nada prihatin.

(Baca Juga: Resmi Dilepas Bupati, 120 Jemaah Haji Mimika Berangkat dengan Konsep Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan)

Ia menyesalkan tindakan tersebut karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat luas yang setiap hari membutuhkan air bersih.

“Kalau jaringan itu dirusak, otomatis distribusi terganggu. Ini merugikan banyak warga,” tegasnya.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika akan terus melakukan perbaikan jaringan yang rusak. Namun, ia mengingatkan bahwa upaya pemerintah tidak akan maksimal tanpa dukungan dan kesadaran dari masyarakat.

“Pemerintah terus berupaya memperbaiki, tapi tanpa dukungan masyarakat, hasilnya juga tidak akan maksimal. Ini harus kita jaga bersama,” pesannya.

Pemkab Mimika berharap ke depan tidak ada lagi tindakan perusakan fasilitas umum. Dengan infrastruktur yang terjaga, pelayanan air bersih dapat berjalan lebih lancar dan merata bagi seluruh masyarakat.(EH)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *