Connect with us

Tanah Papua

Jenazah Matius Palinggi Dikirim ke Kampung Halamannya di Sesean Tana Toraja

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Jenazah Matius Palinggi, salah satu korban pembantaian kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) diterbangkan ke kampung halamannya di Tana Toraja untuk dimakamkan.

Dari Bandar Udara Wamena, jenazah diangkut menggunakan pesawat Cargo Trigana Air menuju Jayapura. Sementara 6 orang pengantar jenazah, termasuk istri korban Bertha Pagayang menggunakan pesawat komersial Trigana Air.

(Baca Juga: Jenazah Matius Palinggi Disemayamkan di RSUD Wamena)

Dari Bandar Udara Sentani, Jayapura, jenazah selanjutnya rombongan pembawa jenazah akan menggunakan pesawat Batik Air menuju Makassar, Sulawesi Selatan dan dilanjutkan dengan perjalanan darat ke Tana Toraja.

“Menurut keterangan pihak keluarga, jenazah akan dimakamkan di kampung halamannya di desa Pangli Selatan, Kecamatan Sesean, Kabupaten Tana Toraja,” kata Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (11/12/2018).

Menurut Dax, jenazah Matius Palinggi ditemukan aparat TNI-Polri pada Minggu (9/12/2018) siang di sekitar lokasi pembantaian pekerja PT Istaka Karya di lereng bukit Puncak Kabo.

Karena kendala cuaca, jenazah baru bisa dievakuasi ke Wamena melalui lapangan terbang di Distrik Mbua, pada Senin (10/12/2018) pagi. Jenazah selanjutnya menjalani proses identifikasi oleh tim dokter forensik Polda Papua di RSUD Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

“Jenazah Matius Palinggi adalah korban meninggal dunia ke-17 yang ditemukan aparat gabungan di lokasi pembantaian di lereng Bukit Puncak Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga,” ujar Dax.

(Baca Juga: 16 Jenazah Pekerja PT Istaka Karya Diterbangkan dari Timika)

Dari total 25 pekerja PT Istaka Karya yang sempat disandera dan dibantai KKSB, sudah 21 orang di antaranya berhasil ditemukan aparat TNI-Polri. Ada 4 orang ditemukan dalam kondisi hidup dan 17 lainnya meninggal dunia.

“Saat ini masih ada 4 orang pekerja lagi yang belum ditemukan yaitu Riki Kardo Simanjuntak, Petrus Ramli, M Ali Akbar, dan Hardi Ali,” pungkas Dax. (Ong)

Komentar