Connect with us

Tanah Papua

Wagub Papua: 1 Desember Hari Biasa, Tidak Usah Berpikir Aneh-aneh

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.comWakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengimbau warga Papua tetap tenang dan tidak terprovokasi isu-isu terkait Hari Ulang Tahun (HUT) Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diperingati setiap 1 Desember.

Menurutnya, isu ini terus berulang setiap tahun namun faktanya situasi Papua tetap aman.

“Tanggal 1 Desember itu hari biasa, jadi tak perlu pikir yang aneh-aneh. Kenapa harus jadi heboh? Media tolong beritakan yang baik. Saya sudah 49 tahun, 1 Desember aman-aman saja, tidak ada masalah,” ujar Klemen di Jayapura, Jumat (29/11/2019).

(Baca Juga: Antisipasi Kerawanan pada Peringatan HUT OPM, Polda Papua Siagakan 1.300 Personel)

Politisi Partai Golkar ini mengimbau warga Papua tetap beraktivitas seperti biasa pada 1 Desember.

“Jadi 1 Desember itu hari Minggu, masyarakat Papua yang beragama Nasrani silakan ke gereja berdoa, apalagi kita akan memasuki minggu adven pertama jelang Natal 25 Desember,” katanya.

Tidak Ada Toleransi bagi Perusuh

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menegaskan pihaknya tidak akan menoleransi setiap gerakan yang berpotensi mengganggu keamanan pada 1 Desember mendatang.

Ia mengaku tidak ingin kejadian setiap 1 Desember yang terjadi sebelumnya akan kembali terulang.

“Mungkin kalau hanya sekedar mau beribadah monggo, tapi aksi yang kelewatan pastinya akan kami tindak karena saat ini kami sedang sindrom,” ujar Waterpauw.

(Baca Juga: Kesaksian Korban Selamat dari Pembantaian Biadab KKSB di Nduga)

Seperti diketahui, peringatan HUT OPM setahun silam masih membekas dengan tragedi pembantaian 25 pekerja PT Istaka Karya oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya di bukit Puncak Kabo, Distrik (kecamatan) Yigi, Kabupaten Nduga, 2 Desember 2018 silam.

Pascapembantaian itu, situasi Papua terus diliputi berbagai aksi kekerasan bersenjata yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari warga sipil dan aparat.

Belum selesai kasus ini terungkap, situasi Papua diperburuk dengan mencuatnya isu rasisme yang berujung kerusuhan di Kota Jayapura dan Wamena, Kabupaten Jayawijaya. (Mas)

Komentar
Continue Reading
Advertisement