Connect with us

Tanah Papua

Gubernur Papua: Jang Ko Bilang KKB, Mereka itu Pejuang Kemerdekaan Papua

Published

on

JAYAPURA, KTP.com – “Mereka datang mengepung kamp tempat kami menginap. Saat itu jumlah kami ada 25 orang, sementara jumlah mereka sekitar 30 hingga 40 orang yang membawa senjata api dan senjata tajam seperti panah dan parang.

Kami lalu digiring ke Kampung Karunggame, Distrik Yigi. Di tempat itu ada banyak rekan-rekan mereka yang sudah menunggu, yang juga membawa senjata api dan senjata tajam. Kami bermalam di pinggir Kali Karunggame, dalam kondisi tak memakai baju dan tangan terikat.

Keesokan harinya, kami lalu digiring ke bukit Puncak Kabo. Di sana sebagian dari kami diinterogasi dan dipaksa mengaku anggota TNI. Kami disuruh berbaris dalam kondisi jongkok, sementara mereka menari-nari sambil berteriak-teriak. Selanjutnya, mereka lalu menembaki kami dan ada juga yang menyerang menggunakan parang dan panah.

(Baca Juga: Kesaksian Korban Selamat dari Pembantaian Biadab KKSB di Nduga)

Setelah puas, mereka lalu meninggalkan kami. Saat itu ada 5 rekan kami yang mencoba melarikan diri, namun dilihat oleh mereka dan kembali dikejar. Saat tertangkap mereka langsung digorok. Ketika situasinya sudah mulai sepi, kami 6 orang yang masih hidup lalu berusaha melarikan diri dari tempat itu dan lari berpencar.

Saya tidak tahu kondisi teman yang lain, saya hanya berlari bersama Jefrianto (25) dan akhirnya kami bertemu Martinus Sampe (25) dan Ayub di Pos TNI Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua.”

Kesaksian Jimmy Aritonang, pekerja PT Istaka Karya yang lolos dari pembantaian yang dilakukan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) atau yang menamakan diri Tentara Pembebasan Papua-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) ini sontak mengundang kecaman dari berbagai pihak.

Sebuah kekejian di luar batas kemanusiaan yang hampir sama digambarkan dalam film Gerakan 30 September, peristiwa pembantaian di lubang buaya tahun 1965 lalu.

“Empat orang pekerja yang lolos dari pembantaian itu mungkin rencana Tuhan, untuk menunjukkan siapa sebenarnya yang melakukan kekejaman dan pelanggar HAM di tanah Papua,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi.

(Baca Juga: Kodam Cenderawasih Kecam Tindakan Brutal KKSB di Kabupaten Nduga)

Menurut Aidi, aksi KKSB ini sudah menunjukkan kekejaman luar biasa, karena aparat yang hendak mengevakuasi jenazah pun diberondong tembakan. “Bagaimana pun kami tetap menghargai jasad manusia, sehingga setelah perang kami mengumpulkan jenazah tanpa membedakan kawan atau musuh untuk dimakamkan,” ujar Aidi geram.

Pada Juli 2018 lalu, kata Aidi, KKSB pimpinan Egianus Kogoya ini menembaki pesawat dan membantai warga sipil di Bandar Udara Kenyam. Hampir serupa yang dilakukan di Distrik Yigi, mereka menyandera warga sipil dan dalam kondisi berlutut mereka lalu menembaki dan menebas dengan parang.

Seorang anak bahkan kini hidup sebatang kara dalam kondisi cacat setelah wajahnya dibacok dengan parang dan kedua orang tuanya dibantai saat itu. “Mereka itu (KKSB) lebih binatang daripada binatang, lebih iblis daripada iblis,” kata Aidi.

Kecaman serupa disampaikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang menilai tindakan KKSB tersebut sudah di luar batas kemanusiaan. “Tindakan KKSB ini sudah di luar batas kemanusiaan. Mereka harus ditindak tegas tanpa kompromi,” kata Tjahjo di Jakarta beberapa waktu lalu.

(Baca Juga: Aksi Tidak Manusiawi KKSB Harus Ditindak Tegas Tanpa Kompromi)

Tjahjo pun mengajak pemerintah dan masyarakat Papua mengutuk kekejaman KKSB yang telah mengganggu jalannya kegiatan pembangunan di Provinsi Papua.

“Jajaran Pemerintah Daerah Provinsi, termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, dan masyarakat Provinsi Papua agar bersatu membangun Papua dan menolak segala propaganda KKSB yang mengganggu pembangunan,” ujar Tjahjo.

Aparat TNI-Polri melakukan evakuasi jenazah pekerja korban pembantaian KKSB di bukit Puncak Kabo, Kabupaten Nduga. (ist)

Pejuang Kemerdekaan Papua

Dua pekan berselang, Gubernur Papua Lukas Enembe angkat bicara mengenai peristiwa pembantaian di Kabupaten Nduga. Tak ada simpati sedikitpun terlontar dari mulutnya, bahkan dia dengan bangga menyebut pelaku pembantai sebagai pejuang kemerdekaan Papua.

“Bukan kelompok KKB (kelompok kriminal bersenjata), mereka pejuang kemerdekaan Papua. Jang ko bilang KKB, ini orang minta merdeka. itu saja,” ujar Enembe memotong perkataan seorang wartawan yang menyebut pelaku adalah KKB dalam wawancara di Jayapura, Senin (17/12/2018) kemarin.

Politisi Partai Demokrat ini balik menuding pemerintah pusat sebagai pemicu pembantaian pekerja di Kabupaten Nduga karena selama ini tidak pernah menjawab aspirasi merdeka dari KKSB.

“Solusinya bagaimana, ini yang harus negara pikirkan. Karena bertahun-tahun mereka (KKSB) bicara merdeka, lalu kita tak bisa selesaikan. Tidak boleh orang Papua jadi korban terus. Sejarah perjalanan orang Papua ini penuh liku-liku dan harus diselesaikan,” kata mantan Bupati Puncak Jaya dan kini menduduki jabatan Gubernur Papua periode kedua.

(Baca Juga: Presiden Perintahkan Panglima TNI dan Kapolri Tangani Kasus Pembantaian Pekerja di Nduga)

Menurut Enembe, sejak awal KKSB ini telah menolak pembangunan jalan Trans Papua karena menganggap bahwa jalan itu akan dipakai membunuh mereka.

“Contohnya sekarang, Tingginambut di Puncak Jaya yang menjadi basis Goliat Tabuni telah dikuasai oleh TNI. Karena itu mereka selalu menolak pembangunan termasuk jalan ini,” kata dia.

Ia juga menuding TNI turut berperan sehingga terjadi pembantaian pekerja jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak di Distrik Yigi, Minggu (2/12/2018). Pasalnya, kata Enembe, TNI adalah pemenang tender pembangunan jalan Wamena, Habema, Kenyam hingga Mumugu.

“Pembangunan jalan di Nduga itu tendernya dimenangkan TNI. Kita semua tahu TNI yang kerja. Kalau TNI yang menang tender seharusnya mereka yang kerja, jangan taruh masyarakat di sana. Apakah PT Istaka cuma kedok, tapi TNI yang kerja, kelihatannya begitu,” papar Enembe.

Berbeda dengan keinginan Presiden Jokowi yang menghendaki pembangunan jembatan di ruas Wamena-Mumugu ini terus dilanjutkan, Enembe justru meminta agar pembangunan dihentikan.

“Saya punya berpengalaman cukup lama, mereka minta merdeka. Mereka tidak butuh pembangunan dan itu dari dulu,” kata Enembe.

Politisi yang kini coba merapat ke kubu Jokowi-Ma’ruf, berdalih jika ingin menyejahterakan rakyat Papua bukan dengan memberikan proyek kepada TNI, tapi mempercayakan pembangunan itu dikerjakan warga setempat.

“Di Papua itu kalau mau buat sejahtera, kasih pekerjaan anak-anak setempat. Biar mereka sendiri yang kawal, itu baru aman,” ucap Enembe.

(Baca Juga: Tak Ada Tempat untuk Kelompok Kriminal Bersenjata di Tanah Air)

Dalam jumpa pers di Jakarta awal Desember lalu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pembangunan ruas jalan Trans Papua yang menghubungkan Wamena, Kabupaten Jayawijaya dengan Mumugu, Kabupaten Asmat sepanjang 278,6 kilometer telah selesai dibangun sejak awal 2017 lalu. Saat ini, kata Basuki, sedang dilakukan pembangunan 35 jembatan yang ada di ruas jalan itu.

“Dari total 35 jembatan yang ada di ruas jalan itu, 14 di antaranya dibangun oleh PT Istaka Karya (Persero) dan 21 jembatan dibangun PT Brantas Abipraya (Persero). Saat ini ada 11 jembatan yang sedang dikerjakan PT Istaka Karya,” papar Basuki. (Ong)

Komentar

Tanah Papua

Tokoh Masyarakat Kamoro Apresiasi Terobosan Pemerintah Buat Bimbel Sekolah Kedinasan untuk Anak AMOR

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Tokoh masyarakat Kamoro, Kabupaten Mimika, Marianus Maknaipeku, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, Kabupaten Mimika yang telah membuat terobosan baru melaksanakan Bimbingan Belajar (Bimbel) Sekolah Kedinasan bagi anak anak Amungme-Kamoro.

“Terobosan ini sangat luar biasa, kami sebagai masyarakat adat sangat mendukung 100 persen,”kata Marianus,saat dihubungi via telepon, Sabtu (26/11/2022).

Marianus mengatakan bahwa seharusnya progam seperti ini sudah dilakukan dari dulu,karena selama ini sulit sekali anak anak Amungme -Kamoro lolos masuk sekolah sekolah kedinasan yang ada di Indonesia.

(Baca Juga: Apresiasi Terobosan Pemerintah, Tokoh Amungme Dukung Bimbel Sekolah Kedinasan Untuk Anak AMOR Dilakukan Setiap Tahun)

“Gagasan pak Plt Bupati melalui Kepala BKPSDM ini sangat luar biasa,”kata Marianus.

Marianus berharap program seperti ini bukan hanya dilakukan sekali saja namun dilakukan secara berkelanjutan sehingga melalui bimbingan belajar sekolah kedinasan tersebut anak anak Amungme-Kamoro disiapkan untuk mengikuti seleksi masuk sekolah sekolah kedinasan yang ada di Indonesia.

Dirinya juga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika juga bisa menjalin kerjasama dengan Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dalam mendukung program bimbingan belajar sekolah kedinasan terhadap anak anak Amungme-Kamoro.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Direktur YPMAK Dukung Langkah Pemerintah Buat Bimbel Sekolah Kedinasan untuk Anak Amungme-Kamoro

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Direktur Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Vebian Magal, mendukung langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Badan Pengembangan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mimika yang melaksanakan program Bimbingan Belajar (Bimbel) Sekolah Kedinasan bagi anak anak Amungme-Kamoro (Amor) di Kabupaten Mimika.

“Perubahan itu sangat perlu karena melihat dari beberapa tahun belakangan ini anak-anak kita inikan sulit sekali masuk ke sekolah-sekolah kedinasan”kata Vebian, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/11/2022).

Vebian berharap agar dalam proses seleksi penerimaan anak anak Amungme-Kamoro untuk masuk dalam bimbel sekolah kedinasan juga dilakukan secara terbuka agar semua anak anak Amungme -Kamoro dan juga tujuh suku kekerabatan lainnya memiliki kesempatan yang sama untuk diseleksi masuk dan mengikuti bimbingan belajar tersebut.

Ia mengakui bahwa selama ini proses perekrutan anak-anak untuk masuk sekolah kedinasan di Kabupaten Mimika dinilai sedikit tertutup.

Bahkan minim sekali anak anak Amungme -Kamoro dan tujuh suku kekerabatan yang bisa lolos masuk ke sekolah kedinasan yang ada di Indonesia.

Dengan dilaksanakan Bimbel sekolah kedinasan ini tentunya, anak anak sudah mempunyai gambaran dan pemahaman sebelum mengikuti seleksi masuk sekolah kedinasan.

(Baca Juga : Apresiasi Terobosan Pemerintah, Tokoh Amungme Dukung Bimbel Sekolah Kedinasan Untuk Anak AMOR Dilakukan Setiap Tahun)

“Seperti bagaimana cara mengisi soalnya banyak juga yang belum tahu tekniknya,Bagaimana memahami soal,materi dan lain lain.Lebih pada kesiapan mental sehingga bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa masuk ke sekolah kedinasan,”kata Vebian.

Dengan semakin banyak anak anak Amungme -Kamoro yang berhasil masuk ke sekolah kedinasan tentunya akan membawa dampak yang sangat baik karena ketika selesai dari pendidikan mereka bisa kembali dan ditempatkan di posisi posisi strategis di pemerintah untuk membangun daerahnya sendiri.

Oleh kerena itu kerjasama antara pemerintah daerah dan lembaga lembaga swasta sangat diharapkan.

“Pemerintah bisa bekerja sama dengan kami swasta juga.Posisinya kami,jangankan pendidikan semua program itu itu pasti kami mendukung semua. Pendidikan, kesehatan, ekonomi, apalagi perubahan perubahan seperti ini,”kata Vebian

Dirinya sangat berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui BPKSDM Mimika bisa duduk bersama untuk membahas hal ini secara bersama.

“Kami berharap program ini berkelanjutan.Kedepan itu kami berharap BKPSDM kita bisa duduk bersama bagian bagian mana yang swasta bisa support, bagian bagian mana yang pemerintah bisa support,”kata Vebian.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Apresiasi Terobosan Pemerintah, Tokoh Amungme Dukung Bimbel Sekolah Kedinasan Untuk Anak AMOR Dilakukan Setiap Tahun

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Tokoh Masyarakat Amungme Kabupaten Mimika, Antonius Kemong, mendukung penuh langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melaksanakan Bimbingan Belajar (Bimbel) Sekolah Kedinasan bagi putra-putri Amungme dan Kamoro (AMOR)

“Ini sangat bagus, Pak Plt Bupati dan Pak Kepala BKPSDM ini luar biasa.Program ini harus berkelanjutan terutama untuk anak-anak Amungme-Kamoro,” Kata Antonius kepada media ini,Kamis (24/11/2022).

Selama ini informasi yang berhubungan dengan sekolah kedinasan di lingkungan Pemkab Mimika sendiri dinilai sangat tertutup.

Ditambah lagi , sangat sedikit anak anak Amungme-Kamoro yang lolos masuk di sekolah sekolah kedinasan.

“Terobosan yang dilakukan Kepala BKPSDM ini luar biasa. jarang ada teribosan seperti begini.Padahal kita punya APBD besar, Pak Ananias ini luar biasa, saya merasa senang kalau melihat seperti begini,”kata Antonius.

(Baca Juga: Tokoh Pemuda Kamoro Dukung Langkah Kepala BPKSDM Mimika Buat Bimbel Sekolah Kedinasan Untuk Anak AMOR)

Antonius mengatakan bahwa melalui Bimbel Sekolah Kedinasan terhadap anak anak Amor yang dilakukan oleh lembaga Bimbel Sekolah Kedinasan bekerjasama dengan Pemkab Mimika diharapkan semakin banyak anak anak AMOR yang nantinya berhasil lolos ke sekolah sekolah kedinasan yang ada di Indonesia.

” Kenapa dari dulu ini tidak dilakukan, tetapi ini belum terlambat masih banyak waktu.Minimal 10 orang anak anak Amungme-Kamoro di setiap tahun masuk sekolah kedinasan kan sesuatu yang luar biasa,”kata Anton.

Dengan semakin banyak anak anak AMOR yang lolos di sekolah kedinasan tentunya menjadi satu kebanggaan buat masyarakat Amungme dan Kamoro.

Diharapkan setelah selesai mengikuti sekolah kedinasan tentunya dapat mengisi jabatan jabatan strategis dalam lingkungan Pemkab Mimika sehingga dapat membangun daerahnya dengan lebih baik.

“Semua orang harus dukung program yang sangat baik ini, tidak harus dari tokoh tokoh, tetapi masyarakat akar rumput juga sangat senang dan sangat antusias dengan trobosan ini”kata Antonius.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Tokoh Pemuda Kamoro Dukung Langkah Kepala BPKSDM Mimika Buat Bimbel Sekolah Kedinasan Untuk Anak AMOR

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Tokoh Pemuda Kamoro, Dr Leonardus Tumuka, mendukung penuh inovasi dan terobosan baru yang dilakukan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mimika untuk melaksanakan Bimbingan Belajar (Bimbel) Sekolah Kedinasan untuk anak anak Amungme dan Kamoro (Amor)

“Saya sangat mendukung program ini, seharusnya ini dari dulu dilaksanakan untuk anak anak Amungme dan Kamoro,”kata Leonardus,saat dihubungi via telepon, Sabtu (19/11/2022).

Ia menilai inovasi yang dibuat tersebut merupakan sebuah terobosan baru untuk mendorong anak anak Amungme dan Kamoro untuk lebih banyak lagi masuk di sekolah sekolah tinggi kedinasan yang ada di Indonesia.

Ia berharap program yang sangat baik ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Daerah dan juga para stakeholder lainnya yang Adi di Kabupaten Mimika.

Selain bimbingan belajar untuk sekolah kedinasan, dirinya sangat berharap agar pemerintah juga bisa membangun kerjasama dengan sekolah sekolah kedinasan yang ada di Indonesia agar semakin banyak anak anak Amungme dan Kamoro bisa masuk dan belajar di sekolah sekolah tersebut.

“Supaya semakin banyak anak anak kita belajar disana dan pulang membangun daerahnya,”kata Leonardus.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mimika, Ananias Faot, saat ditemui usia malaksanakan sosialisasi startegi pemberdayaan anak Amungme dan Kamoro dalam rangka mengikuti seleksi di perguruan tinggi kedinasan di Hotel Cenderawasih 66-Timika,Rabu (16/11/2022) lalu , mengatakan bahwa bimbingan belajar sekolah kedinasan untuk anak Amungme dan Kamoro adalah salah satu inovasi yang dibuat oleh dirinya untuk mendorong anak anak Amor agar lebih banyak masuk di sekolah sekolah kedinasan yang ada di Indonesia.

“Ini merupakan inovasi dari saya, setelah saya melihat, khususnya anak-anak Amungme dan Kamoro ini selalu kurang dalam hal pelaksanaan tes,”kata Ananias.

Untuk mewujudkan hal tersebut dirinya mengandeng lembaga bimbingan belajar Patriot Muda, salah satu Lembaga Bimbel Sekolah Kedinasan yang sengat berpengalaman dalam melakukan bimbingan belajar.

(Baca Juga: Dorong Anak Amor agar Lebih Banyak Diterima di Sekolah Kedinasan,Ini Inovasi Baru Kepala BKPSDM Mimika)

Lembaga tersebut yang nantinya akan membimbing anak anak Amungme-Kamoro sebelum mengikuti tes di Sekolah Kedinasan seperti STAN, IPDN, AKMIL, AKPOL, dan beberapa sekolah kedinasan lainnya.

Selama ini, sebut Ananias, pemerintah belum serius memperhatikan hal ini, padahal ini sangat mendasar untuk bagaimana mengangkat putri putri Amungme dan Kamoro untuk bisa bersaing dan berkompetisi dengan anak anak Indonesia lainnya.

” Ini yang melatarbelakangi, saya mencoba menggandeng lembaga bimbel yang berkompeten dalam bidangnya untuk mengarahkan dan membimbing mereka ini sampai dengan melaksanakan pelaksanaan tes”kata Ananias.

Saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan terhadap anak anak Amungme dan Kamoro yang duduk di bangku SMU-SMK di Kabupaten Mimika, dan lebih diprioritaskan adalah mereka yang sudah duduk di bangku kelas XII SMA-SMK.

Setelah dilakukan sosialisasi, maka pihaknya akan melakukan seleksi terhadap anak Amungme dan Kamoro untuk masuk dalam bimbingan belajar.Proses seleksi tersebut nantinya dilakukan oleh Lembaga Bimbel.

“Hasil seleksi itulah nanti secara psikologis mereka akan tahu anak ini nanti arahnya kemana. Misalnya ke IPDN,Akmil,Akpol, atau ke Imigrasi.Kalau sudah tahu bawa anak ini arahnya kemana maka materi yang akan diberikan sesuai dengan sasaran anak itu sendiri,”kata Ananias.

Ananias mengatakan bahwa untuk tahap awal ini pihaknya menargetkan kurang lebih 20 anak yang nantinya berhasil lolos seleksi dan mengikuti proses bimbingan belajar.

“Ketika kita sudah mendapatkan hasil seleksi itu katakanlah 20 orang maka itulah fokus untuk pemerintah daerah membantu proses bimbingan belajar itu.Ketika proses pembimbingan itu berjalan maka kita sebagai pemerintah daerah bekerjasama dengan YPMAK kita bergandengan tangan untuk kita mengawasi dan mengikuti perkembangan itu sampai dengan pelaksanaan tes,”kata Ananias.

Dirinya menargetkan agar di bulan Desember telah mulai dilakukan proses seleksi sehingga yang dinyatakan lolos seleksi sudah mulai mengikuti bimbingan belajar karena tes sekolah kedinasan biasanya sudah mulai dibuka di bulan Maret.

“Target kita karena menyangkut pembiayaan juga kita target 20 orang.Itu akan muda di bimbing dan hasil yang kita peroleh juga besar,” Kata Ananias.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Berita Terbaru

Tanah Papua2 hari ago

Tokoh Masyarakat Kamoro Apresiasi Terobosan Pemerintah Buat Bimbel Sekolah Kedinasan untuk Anak AMOR

TIMIKA,KTP.com – Tokoh masyarakat Kamoro, Kabupaten Mimika, Marianus Maknaipeku, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, Kabupaten Mimika yang telah membuat terobosan...

Tanah Papua3 hari ago

Direktur YPMAK Dukung Langkah Pemerintah Buat Bimbel Sekolah Kedinasan untuk Anak Amungme-Kamoro

TIMIKA,KTP.com – Direktur Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Vebian Magal, mendukung langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Badan...

Tanah Papua4 hari ago

Apresiasi Terobosan Pemerintah, Tokoh Amungme Dukung Bimbel Sekolah Kedinasan Untuk Anak AMOR Dilakukan Setiap Tahun

TIMIKA,KTP.com – Tokoh Masyarakat Amungme Kabupaten Mimika, Antonius Kemong, mendukung penuh langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melaksanakan Bimbingan Belajar (Bimbel)...

Tanah Papua5 hari ago

Tokoh Pemuda Kamoro Dukung Langkah Kepala BPKSDM Mimika Buat Bimbel Sekolah Kedinasan Untuk Anak AMOR

TIMIKA,KTP.com – Tokoh Pemuda Kamoro, Dr Leonardus Tumuka, mendukung penuh inovasi dan terobosan baru yang dilakukan Badan Kepegawaian dan Pengembangan...

Tanah Papua6 hari ago

Selama 12 Hari 50 Anggota Satpol PP Ikut Diklat Dasar   

TIMIKA,TKP.com – 50 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di lingkungan Pemkab Mimika mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)...

Tanah Papua6 hari ago

Cegah Korupsi Dana Otsus, Tokoh Muda Jayapura Minta Badan Khusus Pengelola yang Belum Terkontaminasi

  JAYAPURA.KTP.com – Prihatin menyaksikan lambatnya perubahan di Provinsi Papua, Ketua Gerakan Pemuda Jayapura (Gapura) Jack Judzoon Puraro, M.Si meminta...

Tanah Papua1 minggu ago

Tokoh Agama Minta Semua Pihak Diminta Hentikan Polemik Kedatangan Ketua KPK ke Papua

  SENTANI.KTP.com – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua Pdt Alberth Yoku menyatakan mendukung sepenuhnya langkah-langkah...

Kriminal1 minggu ago

Di Jembatan Youtefa dan Holtekamp Terjadi Laka Beruntun Hingga Satu MD

  JAYAPURA,KTP.com – Kecelakaan (laka) beruntun terjadi di wilayah hukum Polsek Jayapura Selatan hingga Polsek Abepura pada Minggu pagi (20/11)...

Tanah Papua1 minggu ago

Tokoh Ini Sebut Warga Menanti Langkah Nyata KPK Terkait Dugaan Korupsi di Papua

  JAYAPURA.KTP.com – Masyarakat Papua terus menantikan langkah nyata Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani perkara Gubernur Papua Lukas Enembe....

Kriminal1 minggu ago

Ini Ciri-ciri Jasad Tanpa Identitas Yang Ditemukan di Holtekamp

  JAYAPURA,KTP.com – Temuan sesosok mayat berjenis kelamin pria tanpa identitas beberapa waktu lalu disekitar Jalan Holtekamp KM 10 di...

Tanah Papua

Advertisement

Trending