Tanah Papua
Masyarakat Lima Distrik Paniai di Mimika Dukung DOB Kabupaten Moni, Kecam Aksi Demo Penolakan
TIMIKA,KTP.com – Gelombang dukungan terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Moni terus mengalir dari akar rumput.
Masyarakat Moni dan Mee asal lima distrik di Kabupaten Paniai yang berdomisili di Mimika secara tegas menyatakan dukungan mereka terhadap pemekaran tersebut dan mengecam rencana aksi demonstrasi penolakan yang dijadwalkan berlangsung di Nabire, Papua Tengah.
Pernyataan sikap ini muncul sebagai respons atas adanya gerakan yang mengatasnamakan oknum mahasiswa Paniai untuk menolak kehadiran DOB Kabupaten Moni.
Para tokoh masyarakat, intelektual, dan pemuda dari wilayah terdampak menilai pemekaran adalah solusi tunggal untuk memutus rantai isolasi pembangunan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Intelektual muda asal lima distrik, Felix Songgonau, menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Kabupaten Moni dengan ibu kota di Delama adalah murni aspirasi masyarakat bawah.
Ia mengingatkan para oknum mahasiswa agar tidak melupakan kondisi riil warga di distrik-distrik terpencil yang selama ini tidak tersentuh akses pembangunan.
“Perjuangan ini bukan untuk kepentingan elit atau tim sukses hari ini, melainkan demi masa depan anak cucu agar mereka mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan yang layak,” ujar Felix dalam pernyataan resminya di Mimika, Kamis (1/5/2026).
Felix Songgonau memperingatkan bahwa segala dampak yang timbul dari aksi demonstrasi tersebut menjadi tanggung jawab penuh para koordinator lapangan, mengingat aspirasi tersebut dinilai berseberangan dengan kebutuhan mendesak masyarakat di lima distrik.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang telah merespons aspirasi ini.
Senada dengan itu, tokoh pemuda Michael Songgonau menyoroti ketimpangan yang terjadi sejak Kabupaten Paniai berdiri pada 1999.
Menurutnya, warga yang mendiami wilayah lima distrik, yakni Distrik Duma Dama, Dogomo, Bibida, Wegemuka, dan Distrik Pugobado masih terbelenggu dalam keterbatasan infrastruktur dan ekonomi.
“Kami sudah terisolir terlalu lama. DOB Moni adalah penyedia lapangan kerja bagi kami yang selama ini menganggur dan menjadi pintu masuk bagi pembangunan di balik gunung,” tegas Michael.
Kepala Suku Dumawea, Soni Kobogau, juga memberikan penegasan serupa. Ia mengimbau agar perbedaan pendapat mengenai DOB tidak memicu konflik horizontal antara keluarga besar Suku Me dan Suku Moni yang selama ini hidup rukun di Kabupaten Paniai.
”Saya sebagai masyarakat murni menegaskan, aspirasi ini diberikan ke pusat demi kepentingan masyarakat, bukan kepentingan lain,” ungkapnya.
Pihak pro-pemekaran meminta para oknum mahasiswa untuk mengkaji ulang rencana aksi mereka di Nabire pada 2 Mei mendatang.
Bahkan dukungan DOB juga datang dari Tokoh Agama asal moni yang berdomisili di Mimika,Pius Yatipai menyampaikan dukungan atas pembentukan DOB Kabupaten Moni,ia berharap semua pihak bahkan masyarakat Moni dan Mee untuk bersama mendukung penuh.
Dengan Pembentukan DOB kabupaten Moni dengan Ibu kota Delame,warga lima distrik di paniai yang berada di mimika mengucapkan terimakasih kepada,Gubernur Papua Tengah dan DPR Kabupaten Paniai yang telah memberikan dukungan untuk pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB).(MWW)
















