Tanah Papua
Tawuran Antarkampung Kian Meluas, Polres Mimika Libatkan Brimob dan TNI
TIMIKA, HaIPapua.com – Puluhan personel gabungan dari Polres Mimika, Brimob dan TNI membubarkan paksa dua kelompok warga yang terlibat tawuran menggunakan panah di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Jumat (2/3/2018) pagi. Akibat bentrokan ini satu orang warga Kampung Mekurima terkena panah di dada.
Selain membubarkan warga yang bertikai, aparat gabungan juga melakukan penyisiran terhadap warga yang membawa senjata tajam. Sedikitnya 5 orang warga yang kedapatan membawa senjata tajam langsung diamankan ke Mapolsek Mimika Baru.
(Baca Juga: Polres Mimika Bubarkan Tawuran Antarkampung di Distrik Kwamki Narama)
Bentrokan antara warga Kampung Mekurima dengan warga Kampung Landu Mekar di Distrik Kwamki Narama diduga kelanjutan dari pertikaian yang terjadi November 2017 lalu yang mengakibatkan 4 orang tewas.
Meski sempat didamaikan oleh Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik atas permintaan Bupati Mimika Eltinus Omaleng, namun warga dua kampung ini kembali bertikai setelah seorang pemuda asal Kabupaten Nduga, Jefry Gwijangge dibunuh sekelompok orang di Kampung Mekurima awal Januari 2018.
Pertikaian semakin memanas ketika Primus Uamang, warga Kampung Landu Mekar tewas dalam bentrokan Jumat (23/2) dan disusul terbunuhnya seorang murid SD kelas 5 bernama Elin Kum pada Selasa (27/2) lalu.
Salah seorang warga Kampung Landu Mekar, Yohanis Kulla menegaskan tidak akan berdamai sebelum korban kedua belah pihak berimbang. “Kami tidak akan pernah berdamai sebelum jumlah korban sama. Kami sudah meninggal 5 orang, dan mereka baru 2 orang,” kata Yohanis Kulla.
Pascakejadian itu, Tawuran antarkampung di Kwamki Narama kian meluas dan kini melibatkan warga Kelurahan Harapan yang ikut membantu warga Kampung Landu Mekar.

Personel TNI dan Brimob bersenjata lengkap berjaga di antara kampung bertikai di Distrik Kwamki Narama. (jack/Kabartanahpapua.com)
Upaya perdamaian
Untuk mendamaikan dua kelompok warga ini, Kapolres Mimika AKBP Indra Hermawan melakukan pertemuan secara terpisah dengan dua kelompok bertikai di Hotel 66, Kamis (1/3/2018) kemarin. Dalam pertemuan itu, Indra mengaku baru sebatas mendengarkan permasalahan yang menjadi pemicu pertikaian dari masing-masing tokoh masyarakat.
“Saya kan baru menjabat selama 1 bulan sehingga saya belum tahu permasalahan yang menjadi pemicu pertikaian. Jadi pertemuan ini semacam belanja permasalahan. oh permasalahannya seperti ini, lalu kami analisa, o kedepannya harus seperti ini solusinya untuk mendamaikan kedua kelompok warga,” kata Indra di Hotel 66 Timika, Kamis (1/3/2018) kemarin.
(Baca Juga: Polisi Cari Pelaku Pembunuhan Sadis di Kwamki Narama)
Dalam proses perdamaian ini, Indra mengaku meminta kedua belah pihak untuk menahan diri dan pihaknya mengancam akan melakukan tindakan tegas jika bentrokan terus berlanjut.
“Untuk menyelesaikan masalah ini, kami akan berupaya melibatkan sebanyak mungkin stakeholder termasuk jika memungkinkan melibatkan Pemerintah Kabupaten Mimika, Puncak dan Kabupaten Nduga. Kami berharap bisa mencari akar permasalahan kasus ini agar dikemudian hari tidak terulang lagi,” kata Indra. (Rex)



