Tanah Papua
Soedarmo Ingatkan ASN di Papua Jaga Netralitas Pada Pilkada
JAYAPURA, HaIPapua.com – Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Papua Mayjen TNI (Purn) Soedarmo mengaku tidak menyangka akan mendapat penyambutan meriah saat tiba di Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura. Ia pun berharap berharap agar seluruh masyarakat Papua bisa menerima dirinya menggantikan sementara Gubernur Papua non aktif Lukas Enembe yang tengah cuti di luar tanggungan negara.
“Terima kasih kepada saudara-saudara pejabat di Provinsi Papua dan Kepala Suku wilayah adat Mamta yang telah melakukan penyambutan. Saya tidak menyangka akan ada penyambutan seperti ini,” kata Soedarmo di Ruang VIP Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (27/2/2018).
(Baca Juga: Mayjen (Purn) Soedarmo jadi Pjs Gubernur Papua, Enembe Titip Kawal Pilkada 2018)
Menurut Soedarmo, diawal tugasnya ia akan melakukan konsolidasi dengan seluruh mitra Pemerintah Provinsi Papua khususnya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) dan para tokoh masyarakat khususnya para kepala suku. “Dukungan dari para kepala suku di Papua ini sangat penting, khususnya dalam mendukung terlaksananya pemilihan kepala daerah (pilkada) Provinsi Papua 2018,” kata Soedarmo.
Tugas Pjs Gubernur Papua
Sebagai Pjs Gubernur Papua, Soedarmo mengaku mendapat mandat untuk menjalankan 5 tugas yang diberikan Menteri Dalam Negeri. Kelima tugas itu yakni tugas pertama, melaksanakan pemerintahan dengan bekerja sama dengan mitra yang ada seperti DPR Papua, MRP, dan Forkompimda.
Tugas kedua, kata Soedarmo, melaksanakan tugas-tugas untuk memfasilitasi terlaksananya pilkada serentak 2018 di Provinsi Papua agar berjalan aman, lancar dan sukses. Tugas ketiga, sebagai kepala daerah harus bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Papua.
“Tugas selanjutnya adalah melakukan pengisian jabatan jika ada jabatan yang harus segera diisi serta menetapkan peraturan daerah (perda) jika ada perda yang harus segera ditetapkan dengan persetujuan DPRD. Namun kedua tugas ini harus dengan seizin dari Mendagri,” kata Soedarmo yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kemendagri.
ASN Harus Netral
Untuk menyukseskan pelaksanaan pilkada serentak 2018 di Papua, Soedarmo meminta kepada para aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) di jajaran Provinsi Papua dan kabupaten/kota untuk bersikap netral. “Kita mengharapkan betul para ASN atau PNS di Provinsi Papua agar menjaga netralitas. Silahkan kalau mau memilih menggunakan hak suara, tapi dilarang ikut dalam pelaksanaan politik praktis,” kata Soedarmo.
(Baca Juga: Soedarmo, Sukses jadi Plt Gubernur Aceh Dipercaya jadi Pjs Gubernur Papua)
Soedarmo mengingatkan bahwa aturan tentang pelanggaran netralitas ASN dalam politik praktis telah diatur dalam undang undang kepegawaian. “Saya tegas untuk hal ini, jadi siapapun ASN yang melakukan pelanggaran pasti akan ada sanksinya,” kata Soedarmo yang pernah menjabat sebagai pelaksana tugas Gubernur Aceh pada pilkada serentak 2017 lalu. (Ong)

















