Tanah Papua
KKSB Sandera 2 Pekerja Bangunan di Kabupaten Puncak
JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Aksi penyanderaan warga sipil kembali dilakukan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Papua, Selasa (13/11/2018) lalu. Aksi penyanderaan ini hanya berlangsung sehari, setelah Pemerintah Kabupaten Puncak membayar uang tebusan kepada penyandera.
Informasi yang dihimpun di Ilaga, KKSB pimpinan Ferry Elas yang berbasis di Kali Kopi, Timika, menyandera dua orang pekerja bangunan di Kampung Kunga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Selasa (13/11/2018) lalu.
(Baca Juga: Bupati Mimika Minta TNI Kejar Pelaku Pemerkosa Guru Bantu)
Adrianto (22) dan Seldi (20) yang sehari-hari bekerja di proyek pembangunan SD Inpres Inggal dihadang anggota KKSB saat melintas di Jembatan Kunga. Keduanya lalu digiring oleh anggota KKSB ke persembunyian mereka di daerah perbukitan belakang Kampung Kunga.
Sejumlah warga Kampung Kunga yang melihat aksi KKSB langsung melapor kepada kepala Distrik Omukia, Karlos Murib yang kebetulan sedang mengikuti acara di salah satu gereja.
Kepala Distrik Omukia lalu memerintahkan Kepala Kampung Kunga dan Kepala Kampung Kuleme untuk mengecek kepastian laporan warga itu. Setelah bertemu dengan kelompok penyandera, kedua kepala kampung itu langsung melapor ke Bupati Puncak Willem Wandik.
Pada Rabu (14/11/2018) pagi sekitar pukul 09.00 WIT, perwakilan Pemda Puncak yang diwakili oleh Kepala Distrik Omukia, Kepala Distrik Ilaga, dan Kepala Kesbangpol Puncak mengadakan negosiasi dengan perwakilan KKSB di halaman Gereja Romaga di Distrik Omukia.
Dari pertemuan itu, pihak penyandera meminta tebusan sejumlah uang kepada Pemda Puncak dengan batas waktu hingga siang hari. Setelah mendengar permintaan penyandera, Willem Wandik lalu memberikan sejumlah uang kepada kepala kampung Kunga untuk diserahkan kepada penyandera.
Atas permintaan penyandera, penyerahan uang jaminan itu tanpa melibatkan polisi dan TNI. Pada sore hari sekitar pukul 15.30 WIT, kedua pekerja bangunan dilepas oleh penyandera dan diantar ke Ilaga oleh 3 kepala kampung.
Di Ilaga, kedua pekerja bangunan itu dijemput oleh Sekda Puncak Abraham Bisay, Kapolsek Ilaga Iptu Menase Sayori, Danramil Ilaga Mayor Inf Jalu Susiloarjo, dan Pabung Puncak Mayor Inf Tuahena.
(Baca Juga: Kodam Cenderawasih: Aksi Biadab TPN-OPM, Hambat Pembangunan di Papua)
Kedua korban penyanderaan mengaku tidak mengalami tindakan kekerasan dari penyandera. Keduanya lalu dijemput ke Mapolsek Ilaga untuk dimintai keterangan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal membenarkan insiden penyanderaan yang dilakukan KKSB di Kabupaten Puncak. Menurut Kamal, kedua pekerja itu disandera KKSB karena menduga mereka adalah anggota intelijen. Setelah mendapat penjelasan bahwa mereka adalah pekerja bangunan di SD Inpres Inggal, keduanya langsung dilepas.
“Kami masih menyelidiki motif dari aksi penyanderaan ini, namun keduanya sudah dilepaskan oleh penyandera dan saat ini sedang dimintai keterangan di Mapolsek Ilaga,” kata Kamal di Jayapura. (Ong)



