Tanah Papua
Pasar Perbatasan Skouw Ditargetkan Rampung Agustus 2018
JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang menyelesaikan pembangunan tahap kedua pengembangan zona sub inti dan pendukung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw yang berada di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pengembangan kawasan perbatasan Skouw merupakan janji dan perintah Presiden Joko Widodo untuk menjadikan PLBN bukan hanya sebagai pintu gerbang, namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan.
“Pembangunan PLBN Skouw tidak hanya untuk gagah-gagahan, namun sebagai embrio pertumbuhan ekonomi di perbatasan. Saat ini sedang dibangun pasar sebanyak 304 kios untuk mengakomodasi pasar yang sebelumnya ada dan insya Allah akan diselesaikan Agustus 2018,” ujar Menteri Basuki di PLBN Skouw, Jayapura, Sabtu (17/3/2018) lalu.
(Baca Juga: Menteri PUPR: Jalan Trans Papua Tersambung Akhir 2019)
Saat ini progres pekerjaan pengembangan zona sub inti dan pendukung PLBN sudah mencapai 80,78 persen. Pekerjaan yang sedang dilakukan adalah pemasangan penutup atap pasar, pemasangan atap pos polisi, pengecatan dinding pos TNI, pekerjaan struktur bawah masjid, pekerjaan rumah dinas polisi dan penyelesaian lantai amphiteater.
Kawasan yang dikembangkan seluas 12,20 hektar dengan total luas bangunan 9.921 m2, meliputi pasar dan area komersial seluas 3.600 m2, fasilitas umum berupa rest area, ATM Center, masjid, gereja. Selain itu fasilitas sosial seperti plaza dan ruang terbuka hijau, gedung serbaguna, foodcourt, parkir kendaraan, serta mess pegawai, wisma Indonesia dan pos TNI/Polri.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono tinjau pembangunan kawasan perbatasan Skouw di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Sabtu lalu (Kementerian PUPR)
Total anggaran untuk pembangunan kawasan Skouw sekitar Rp246 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor PT. Nindya Karya. “Nanti juga akan ada terminal, yang pengaturannya akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan yang akan mendukung sebagai pusat kegiatan pertumbuhan ekonomi, destinasi wisata dan kesenian,” ujar Menteri Basuki.
Dalam kunjungan tersebut Menteri Basuki sempat berbincang dengan Yan Z Numberi selaku petugas administrator Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) PLBN Skouw mengenai progres pengembangan kawasan perbatasan tersebut. Numberi menyampaikan harapannya semoga kawasan perbatasan Skouw ini menjadi seperti yang diingin Presiden Jokowi sebagai pusat ekonomi.
“Semoga pengembangan wilayah perbatasan Skouw akan menjadi seperti apa yang diinginkan oleh Presiden Jokowi, menjadi pusat ekonomi, tempat wisata, yang menjadikan pintu gerbang timur Indonesia menjadi tempat yang luar biasa,” kata Numberi.
(Baca Juga: Menteri Basuki: Presiden Jokowi Berkunjung Ke Asmat Setelah Pekerjaan Berjalan)
Pada kawasan perbatasan Skouw juga telah dibangun 50 unit Rumah Khusus bagi masyarakat perbatasan di Kampung Skouw, Distrik Muaratami. Unit rumah khusus dimaksud memiliki tipe 36 yang terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan 1 ruang tamu, yang dilengkapi dengan jalan lingkungan, air bersih, sanitasi, drainase dan listrik.
“Selain itu juga dikembangkan infrastruktur permukiman, terutama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) 50 liter/detik antara lain untuk melayani 577 Sambungan Rumah,” kata Menteri Basuki.
Sebelumnya PLBN Skouw di Distrik Muara Tami telah diresmikan Presiden Jokowi pada Mei 2017 lalu. (Ong)
















