Connect with us

Tanah Papua

Kasdam: Kehadiran Pimpinan Harus Jadi Solusi, Bukan Menambah Masalah

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII/ Cenderawasih Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa mengungkapkan bahwa apel komandan satuan (dansat) yang diselenggarakan setiap tahun dapat menjadi sarana komunikasi bagi para dansat.

Menurutnya, apel dansat yang menjadi kegiatan rutin Kodam Cenderawasih bertujuan untuk menyamakan pemahaman para dansat tentang pokok-pokok kebijakan pimpinan TNI Angkatan Darat dan Kodam Cenderawasih.

“Dansat adalah ujung tombak dan pahlawan yang telah berbuat banyak untuk TNI Angkatan Darat khususnya Kodam XVII Cenderawasih. Hal yang perlu dipahami adalah semakin beratnya tuntutan tanggung jawab pimpinan atau dansat. Namun saya berharap agar kondisi tersebut tidak melemahkan semangat para dansat untuk tetap berbuat yang terbaik bagi satuan dan lingkungannya,” ujar Cantiasa saat membacakan amanat Pangdam Cenderawasih pada pembukaan Apel Dansat di Rindam Ifar Gunung Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (5/4/2018).

(Baca Juga: Pahami Hukum dan HAM, Niscaya jadi Prajurit yang Disiplin dan Berperilaku Baik)

Cantiasa berpesan bahwa kehadiran sosok pimpinan di tengah-tengah anak buah bukanlah untuk ditakuti atau dihindari, tetapi ditunggu-tunggu untuk bersama-sama memajukan satuannya. “Saya berharap agar para dansat benar-benar menanamkan prinsip bahwa kehadirannya bukanlah menambah masalah tapi menjadi bagian dari solusi,” ujar Cantiasa.

Pada kesempatan itu, Kasdam Cenderawasih menyampaikan pedoman yang harus dilaksanakan pada dansat. Pertama, kata Cantiasa, 2018 merupakan tahun politik, karenanya para prajurit di jajaran Kodam Cenderawasih agar memegang teguh netralitas TNI dari tingkat atas sampai satuan paling bawah.

Kedua, seleksi calon siswa pendidikan lanjutan perwira (Diklapa) II khususnya kesegaran jasmani (garjas) ke depan rencananya akan menggunakan sensor dan digital dalam penilaian garjas A dan B. “Untuk itu para dansat agar membina dan menyiapkan anggotanya dengan sebaik-baiknya,” pesan Cantiasa.

Ketiga, seiring dengan kemajuan teknologi maka Perwira harus memahami IT dan terus meningkatkan kemampuan para prajurit dalam menggunakan teknologi dengan bijak dan bermanfaat.

Keempat, kata Cantiasa, keberadaan istri sangat penting dalam mendorong karir suami maupun sebagai anggota organisasi, istri prajurit, wanita karir, dan anggota masyarakat. Untuk itu, perlu membangun diri dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam setiap kesempatan.

“Kelima, tinggalkan manajemen ketakutan. Kehadiran pimpinan harus menjadi solusi, bukan menambah masalah. Terakhir, tetap semangat, tulus, dan iklas dalam bekerja,” kata Cantiasa. (Mas)

Komentar