Connect with us

Tanah Papua

Pemda Jangan Hanya Diam Melihat Tragedi Kemanusiaan di Nduga

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menyentil pemerintah daerah Provinsi Papua dan Kabupaten Nduga yang terkesan menjadi penonton dalam tragedi kemanusiaan yang terjadi di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Menurutnya, belum sekalipun Gubernur Papua Lukas Enembe ataupun Bupati Nduga Yairus Gwijangge bersuara menyikapi pembantaian terhadap 25 warga sipil oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Distrik Yigi.

“Jangan beranggapan seolah-olah urusan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi tugas TNI-Polri padahal kejadian itu berlangsung di wilayah saudara,” ujar Aidi di Jayapura, Minggu (9/12/2018).

(Baca Juga: Kesaksian Korban Selamat dari Pembantaian Biadab KKSB di Nduga)

Aidi mengingatkan para kepala daerah dan pejabatnya telah bersumpah atas nama Tuhan Yang Maha Esa di bawah kitab suci bahwa saudara setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Ingat juga bahwa pemda wajib memberikan pelayanan dasar terkait ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat berdasarkan Pasal 12 ayat (1) huruf e Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” katanya.

Sejauh ini hanya Sekda Papua Hery Dosinaen yang menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut. Menurutnya, insiden itu berdampak pada penghentian sementara proyek pembangunan jembatan di ruas jalan Trans Papua Wamena-Mumugu.

“Ya kita memang sangat prihatin terkait insiden itu, tapi masalah ini kan berhubungan dengan keamanan, ada TNI-Polri di sana,” kata Hery dilansir dari laman papuatoday.com, Rabu (5/12/2018) lalu. Iapun meminta tanggung jawab Pemda Kabupaten Nduga untuk melihat situasi dan kondisi di wilayah mereka.

Bargain Politik

Keberadaan KKSB yang menyuarakan aspirasi Papua Merdeka terkesan menjadi bargain politik para politisi dan pejabat pemerintah Provinsi Papua terhadap pemerintah pusat. Tak heran jika kemudian sangat jarang mendengar mereka mengkritisi kehadiran KKSB yang melakukan berbagai tindakan kriminal yang berujung jatuhnya korban jiwa.

Namun, jika terjadi tindakan berlebihan dari aparat TNI-Polri yang berakibat jatuhnya korban jiwa, maka para politisi dan pejabat di Papua beramai-ramai mengecam pemerintah pusat sebagai pelanggar HAM berat.

(Baca Juga: Aksi Tidak Manusiawi KKSB Harus Ditindak Tegas Tanpa Kompromi)

Dalam wawancara dengan Uskup Timika Mgr John Philip Saklil beberapa waktu lalu, ia mengungkapkan alasan kenapa masyarakat kerap berbenturan dengan aparat TNI-Polri, salah satunya akibat ketiadaan pemerintah di tingkat kampung dan distrik (kecamatan).

“Ketika pelayanan dasar di kampung-kampung tidak terlayani, masyarakat lalu melampiaskan kemarahan mereka kepada aparat TNI-Polri yang memang hadir hingga ke kampung-kampung,” katanya. (Ong)

Komentar

Tanah Papua

Pembangunan Jalan Cendrawasih Tahun Ini Selesai 100 Persen

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Pembangunan pelebaran jalan Cendrawasih mulai dari bundaran SP II hingga Check Point Kuala Kencana tahun ini sesuai kontrak multi year tahun ini selesai 100 persen. Pemkab Mimika berupaya pekerjaan pembangunan bisa selesai pada saat berakhirnya kontrak tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika Robert Mayaut mengatakan, pihaknya merasa optimis pembangunan jalan Cendrawasih akan selesai tepat waktu.

“Tahun ini terakhir pembangunannya kami bekerja yang bisa kami selesaikan kami selesaikan dulu. Sambil menunggu bagian yang bermasalah karena pembebasan tanah selesai baru kami lakukan pekerjaan,” kata Robert di kantor pusat pemerintahan Kabupaten Mimika, Selasa (18/1/2022).

Robert mengungkapkan masalah pembebasan tanah masih menjadi masalah yang menghambat pembangunan jalan Cendrawasih. Masalah pembebasan tanah yang terjadi umumnya karena sertifikat di gadaikan oleh pemilik tanah.

( Baca Juga: Ini Alasan Dinas PUPR Belum Lanjutkan Pelebaran Jalan C Heatubun)

“Sertifikat di bank terus pemilik tanah larang kita kerja ya kita kerja yang lain dahulu. Makanya kita kerja loncat-loncat. Selain itu ada orang berkebun minta ganti rugi sedangkan dari pertanahan sesuai aturan tidak bisa terus yang berkebun larang kita kerja, itu masalah yang menghambat,” ungkapnya.

Untuk progres pembangunan jalan Cendrawasih tahun 2021 kemarin menurut Robert pekerjaannya sudah mencapai 60 persen. Tetapi penyerapan anggarannya baru mencapai 50 persen.

“Jadi pekerjaan tahun 2021 bobot pekerjaannya 60,8 persen tapi uangnya 50 persen. Kita kemarin hutang dulu mereka kerja dulu baru kita bayar, makannya kita tahun ini harus bayar habis karena tahun ini tahun terakhir,” tuturnya.(DEN)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Janjikan Kerja di PT FI Wanita Parubaya di Timika Lakukan Penipuan Ratusan Juta

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – E (45) warga jalan Budi Utomo Timika, ditangkap oleh Satuan Reskrim Polres Mimika, Minggu (16/1/2022) di Kota Timika, karena melakukan tindakan pidana penipuan terhadap tujuh orang korban.

E, melalui akun facebooknya memposting lowongan kerja di PT Freeport Indonesia.

Kepada para korban,E, berjanji bisa membantu para korban untuk bisa bekerja di PT Freeport Indonesia dengan persyaratan para korban mentransfer sejumlah uang kepada dirinya sebagai biaya administrasi.

Pelaku juga mengaku sebagai direktur, HRD dan juga operator di salah satu perusahaan yang bekerja di area kerja PT Freeport Indonesia.

Para korban kemudian menghubungi pelaku melalui akun Facebook pelaku, kemudian komunikasi dibangun secara intensif diaplikasi WhatsApp.

Para korban kemudian mentransfer sejumlah uang kepada pelaku melalui rekening yang dikirim pelaku, namun belakangan diketahui bahwa ternyata mereka ditipu oleh pelaku.

(Baca Juga: Pelaku Pencurian Senpi Organik Ditangkap Polisi)

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar saat ditemui di Mako Polres Mimika Senin (17/1/2022) mengatakan kasus tersebut berhasil diungkap oleh pihaknya setelah Edi Batara (36), salah satu dari tujuh korban penipuan melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian Jumat (14/1/2022).

“Cara penipuannya adalah pelaku mengiming-imingi para korban bekerja di PT Freeport Indonesia dengan memberikan uang administrasi. Total kerugian dari tujuh korban itu mencapai Rp150 juta. Karena mereka transfer ke korban bervariasi ada yang Rp15 juta dan ada yang Rp30 juta,”kata Bertu.

Setelah ditangkap dan diperiksa, E mengakui perbuatannya.Namun uang hasil penipuan tersebut telah dipakai pelaku untuk membayar utang miliknya. Pelaku juga tidak bisa mengembalikan uang tersebut.

“Dia ditangkap kemarin di wilayah kota, kita bawa ke kantor kita periksa dan mengakui perbuatannya,” kata Bertu.

Atas tindakannya, E akan di jerat dengan Pasal 378 KUHP Penipuan dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

Belakangan diketahui, E sendiri sebelumnya juga adalah residivis dengan kasus penipuan.

“Sebelumnya yang bersangkutan juga resedivis kasus yang sama, penipuan objeknya tanah tahun 2015 dengan putusan waktu itu dua tahun lebih penjara”kata Bertu.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

DKP PKP Mimika Gelar Syukur HUT ke 23

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Dewan Pimpinan Kabupaten Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Kabupaten Mimika menggelar acara syukuran hari ulang tahun ke-23 tahun 2022, bertempat di Sekretariat PKP, SP2, pada Sabtu (15/1/2022)

Acara syukuran HUT PKP ini ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun oleh Ketua DKP PKP Mimika, Yohanes Yulius Kum dan Koordinator PKP Wilayah Papua dan Papua Barat, Herepa Hesegem serta disaksikan oleh pengurus PKP dan para simpatisan.

Dalam sambutannya, Ketua DPK Yohanes Yulius Kum mengajak seluruh pengurus, anggota serta simpatisan PKP untuk bersyukur atas kehadiran PKP di Kabupaten Mimika sebagai wadah untuk berorganisasi serta berpolitik untuk seluruh masyarakat Kabupaten Mimika terutama bagi masyarakat asli Papua yang berasal dari tujuh suku yaitu Amungme, Kamoro, Dani, Damal, Nduga, Mee dan Moni.

“Saya ajak teman-teman Papua dan non Papua untuk bergabung, mari kita sama-sama bergandengan tangan majukan PKP demi kepentingan bersama di Kabupaten Mimika, Papua dan di Indonesia,” kata Yohanes.

Bertepatan dengan momentum HUT PKP ini, Yohanes juga mengucap syukur karena pada 30 Oktober 2021 lalu ia dilantik di Jayapura sebagai Ketua DPK Partai Keadilan dan Persatuan yang telah berganti nama dari PKPI.

“Saat ini kami sendang mempersiapkan segala sesuatunya untuk persiapan verifikasi partai dan berharap untuk seluruh DKP di Papua dan Papua Barat, PKP Kabupaten Mimika harus lebih dahulu selesai dalam hal penginputan data-data,” tuturnya.

(Baca Juga : DPC PDIP Mimika: Persoalan yang Meresahkan Warga Harus Ditindak Tegas)

Sementara itu, Koordinator PKP Wilayah Papua dan Papua Barat, Herepa Hesegem berharap agar DPK-DPK termasuk di Kabupaten Mimika membangun konsolidasi dengan seluruh elemen masyarakat di kota Timika.

Lebih lanjut Herepa juga mengatakan, PKP adalah rumah besar bagi para pejuang untuk memperjuangkan hak-hak dan nasib untuk itu terbuka bagi siapa saja yang mau bergabung untuk sama-sama berjuang.

“Kita semua adalah pejuang, ibu rumah tangga, bapak keluarga, petani, nelayan bahkan tukan ojek sekalipun adalah pejuang. PKP tidak tebatas pada ras dan agama sebab PKP adalah rumah bersama, rumah pada pejuang,” ucapnya.

Acara syukuran ini diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Wabup Mimika Ingatkan Warga Pesisir Tidak Bangun Rumah di Bantaran Sungai

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Wakil Bupati Kabupaten Mimika Provinsi Papua, Johannes Retob, memberikan peringatan kepada warga masyarakat Mimika yang mendiami wilayah pesisir pantai Kabupaten Mimika untuk tidak membangun rumah di bantaran sungai.

“Kita juga sudah menyampaikan secara tegas kepada masyarakat, tidak boleh bangun rumah di bantaran sungai .Rumah yang rusak diterjang banjir Rob kemarin tersebut ada di bantaran sungai,”kata Wabup John di Timika Jumat (15/1/2022).

Banjir Rob yang menerjang Kampung Atuka Distrik Mimika Tengah dan tiga kampung lainnya di Distrik Amar pada Kamis (6/1/2022) dini hari.4 rumah dilaporkan rusak dan hilang akibat terjangan banjir rob setinggi empat meter disertai gelombang tersebut tersebut. Ratusan rumah lainnya juga ikut terendam banjir. Warga yang terdampak memilih mengungsi di tempat yang lebih aman.

Wabup John, menyampaikan terimakasih banyak kepada seluruh organisasi kemasyarakatan dan masyarakat Mimika yang telah berpartisipasi secara mandiri memberikan bantuan kepada warga Kampung Atuka dan Distrik Amar yang terkena bencana banjir Rob.

( Baca Juga: Tiga Kampung di  Distrik Amar Terdampak Banjir Rob)

“Kami atas nama pemerintah mengucapkan terima banyak inisiatif dari masyarakat dan perhatian luar biasa atas musibah banjir tersebut “kata John.

Wabup John juga sudah membangun komunikasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia, terkait dengan bantuan perumahan untuk warga yang terkena dampak dari bencana banjir Rob.

“Terkait dengan dermaga dan jembatan yang rusak di Atuka,nanti secara swadaya kita akan segera perbaiki, nanti saya akan pimpin sendiri. Sedangkan yang di Amar untuk perumahan secara resmi kami sudah melaporkan kepada Kementerian Sosial dan nanti kita lihat perkembangan selanjutnya,”kata John.

Dalam waktu dekat, dirinya juga akan turun ke Atuka dan Distrik Amar, untuk melihat secara langsung terkait dengan abrasi pantai yang menjadi keluhan masyarakat Amar.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Berita Terbaru

Tanah Papua12 menit ago

Pembangunan Jalan Cendrawasih Tahun Ini Selesai 100 Persen

TIMIKA,KTP.com – Pembangunan pelebaran jalan Cendrawasih mulai dari bundaran SP II hingga Check Point Kuala Kencana tahun ini sesuai kontrak multi...

Tanah Papua2 hari ago

Janjikan Kerja di PT FI Wanita Parubaya di Timika Lakukan Penipuan Ratusan Juta

TIMIKA,KTP.com – E (45) warga jalan Budi Utomo Timika, ditangkap oleh Satuan Reskrim Polres Mimika, Minggu (16/1/2022) di Kota Timika,...

Tanah Papua4 hari ago

DKP PKP Mimika Gelar Syukur HUT ke 23

TIMIKA,KTP.com – Dewan Pimpinan Kabupaten Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Kabupaten Mimika menggelar acara syukuran hari ulang tahun ke-23 tahun...

Tanah Papua4 hari ago

Wabup Mimika Ingatkan Warga Pesisir Tidak Bangun Rumah di Bantaran Sungai

TIMIKA,KTP.com – Wakil Bupati Kabupaten Mimika Provinsi Papua, Johannes Retob, memberikan peringatan kepada warga masyarakat Mimika yang mendiami wilayah pesisir...

Tanah Papua5 hari ago

Petani Binaan Polres Mimika Panen Jahe

TIMIKA,KTP.com – Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata bersama kelompok tani binaannya melaksanakan panen jahe di Kampung Mulia...

Tanah Papua1 minggu ago

Dukungan Perkembangan Bola Basket,Dandim 1710-Mimika Bersama Forkompinda Laksanakan Pertandingan Eksebisi

TIMIKA,KTP.com – Bertempat di Mimika Sport Complex (MSC) Timika, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Yoga Cahya...

Tanah Papua1 minggu ago

Produksi dan Jual Narkotika di Timika, Tiga Pemuda Ini Diringkus Polisi

TIMIKA,KTP.com – Tiga orang pemuda yang diketahui berinisial ISM alias Irfan, AB alias Alfin dan YVR alias Viki ditangkap oleh...

Tanah Papua1 minggu ago

Tiga Kampung di  Distrik Amar Terdampak Banjir Rob

TIMIKA,KTP.com – Wakil Bupati Mimika, Provinsi Papua Johannes Rettob menyebut sejumlah rumah warga Kampung Amar, Kawar dan Manuare, Distrik Amar...

Tanah Papua2 minggu ago

Melky Ditemukan Tim SAR Gabungan dalam Keadaan Meninggal Dunia

ASMAT,KTP.com – Melky (30) warga Asmat yang hilang terseret arus air sungai Suru Suru Distrik Suru Suru, Kabupaten Asmat Rabu...

Tanah Papua2 minggu ago

APK Galang Dana untuk Bencana Banjir Rob di Amar dan Atuka

TIMIKA,KTP.com – Aliansi Pemuda Kamoro (APK) Mimika akan melaksanakan penggalangan dana untuk warga Distrik Amar dan Kampung Atuka Distrik Mimika...

Tanah Papua

Advertisement

Trending