Connect with us

Tanah Papua

Temukan Barang Hasil Curian saat Razia Makar, Polisi masih Periksa 4 Orang

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jayapura Kota, AKP Hendrikus Yoshi Hendarata mengaku sudah melepas 41 orang dari 45 mahasiswa yang diamankan saat dilakukan penggeledahan di Rusunawa Perumnas 3 Waena, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Rabu (4/4/2018) kemarin.

Menurut Hendrikus, setelah menjalani pemeriksaan ada 26 orang yang dipulangkan kemarin malam dan selanjutnya 15 orang menyusul tadi pagi. “Mereka diperiksa terkait kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor, kepemilikan narkotika dan temuan 159 unit laptop yang juga diduga barang hasil curian,” kata Hendrikus di Mapolres Jayapura Kota, Kamis (5/4/2018).

(Baca Juga: Kontak Tembak dengan TPN-OPM, Anggota Yonif 751 Raider Tewas di Tembagapura)

Dari empat orang yang belum dibebaskan, kata Hendrikus, 3 diantaranya di menjalani pemeriksaan di Polsek Abepura untuk menindaklanjuti laporan polisi mengenai pencurian ratusan laptop dan kendaraan bermotor. “Satu orang lainnya diserahkan ke Satuan Narkoba untuk pengembangan kepemilikan ganja,” kata Hendrikus.

Terkait 35 unit kendaraan roda dua yang diamankan karena tidak memiliki surat kendaraan, kata Hendrikus, sudah 7 motor yang diketahui sebagai barang curian. “Ada 7 motor yang sudah diketahui sebagai hasil curian dan sudah kami identifikasi pemiliknya. Untuk sisanya kami akan kembangkan, berkoordinasi dengan Samsat,” katanya.

Temuan bendera bintang kejora dan bendera KNPB di Asrama Rusunawa Uncen. (ist)

Untuk temuan bendera bintang kejora, senjata tajam dan dua butir amunisi, kata Hendrikus masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. “Kalau itu, kami masih dalami karena barang itu diamankan dari ruangan kosong yang tidak berpenghuni. Itu sudah kami tanyakan juga saat meminta keterangan dari beberapa orang yang diamankan kemarin,” ucap Hendrikus.

Pentolan KNPB diamankan  

Sebelumnya, aparat gabungan TNI-Polri mengamankan 5 orang pentolan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) saat menggeledah Rusunawa Perumnas 3 Waena, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Rabu (4/4/2018) kemarin.

Penggeledahan dilakukan terkait rencana Deklarasi Panitia Persiapan Kemerdekaan Negara Republik West Papua di Lapangan Kali Kampwolker, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura yang rencananya digelar 5 April. Selain mengamankan 5 pentolan KNPB, aparat juga menemukan satu ruangan yang dipakai sebagai Sekretariat KNPB yang berisi atribut bendera bintang kejora dan KNPB.

“Ada 5 orang yang kami amankan terkait kegiatan yang dianggap bertentangan dengan NKRI. Satu diantaranya merupakan Sekjen KNPB, sementara 4 orang lainnya berasal dari luar Jayapura yang datang untuk menghadiri kegiatan itu,” kata Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas, Rabu kemarin.

(Baca Juga: Kodam Cenderawasih Tantang Juru Bicara TPN-OPM Buktikan Tuduhannya)

Terkait rencana kegiatan bernuansa makar yang akan digelar KNPB, Gustav mengaku sudah memberi imbauan kepada anggota kelompok itu untuk tidak melanjutkan kegiatan itu karena bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila.

“Kami sudah mengimbau panitia dan mereka sudah bersedia untuk tidak menggelar kegiatan itu. Kalau dilihat dari konteks yang ada, kegiatan itu bertentangan dengan NKRI dan sudah menjadi kewenangan kami untuk mengambil tindakan tegas. Tapi kami sampaikan dengan humanis dan simpatik yang disambut baik oleh mereka,” kata Gustav.

Salah satu dari 35 unit motor yang diamankan saat razia gabungan TNI-Polri di Asrama Rusunawa Uncen. (ist)

Puluhan motor dan ratusan barang elektronik diamankan

Saat penggeledahan Asrama Rusunawa unit 1 hingga 6, aparat gabungan TNI-Polri mengamankan 45 orang, serta menyita 35 unit kendaraan roda dua dan 159 laptop yang diduga sebagai barang hasil curian. Gustav mengaku terkejut dengan hasil temuan aparat gabungan yang diduga sebagai barang hasil kejahatan.

“Selama ini memang banyak laporan masyarakat yang menginginkan adanya penggeledahan di tempat itu, karena itu penggeledahan dilakukan dengan maksud pengembangan kasus curanmor dan pencurian di Jayapura,” kata Gustav dalam keterangan pers di Mapolres Kota Jayapura.

Ke-45 orang yang diamankan, kata Gustav, akan langsung diperiksa oleh Polres Jayapura dan Polsek Abepura terkait temuan razia tersebut. Ia menegaskan jika diantara orang tersebut ada yang terbukti sebagai pelaku pencurian maka langsung diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Ada 45 yang orang kita amankan, 2 orang kami serahkan ke Polsek Abepura untuk diperiksa terkait temuan ratusan laptop. Sementara 43 orang ada di Polres terkait kepemilikan motor yang diduga hasil curanmor serta terkait kepemilikan dua butir amunisi senjata laras panjang,” kata Gustav.

(Baca Juga: Memperjuangkan Rakyat Seperti Apa, Kalau Bakar Sekolah dan Rumah Sakit?)

Kapolres Jayapura Kota bersama Dandim 1701/Jayapura memimpin aparat gabungan TNI-Polri geledah Asrama Rusunawa Uncen di Perumnas 3 Waena. (ist)

Komandan Kodim 1701/Jayapura Letkol Inf Nova Ismailiyanto menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam penggeledahan tersebut atas permintaan Polres Jayapura Kota untuk melakukan perbantuan kekuatan personel.

“Kita akan mengupayakan memberikan rasa aman dan itu memang keinginan masyarakat Kota Jayapura yang tidak menghendaki adanya kegiatan tersebut, sehingga kami menjadi lawan bagi mereka yang berseberangan dan itu sudah menjadi resiko kami,” kata Nova.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey mengapresiasi langkah aparat kepolisian bersama TNI. Ia berharap agar kepolisian membongkar aktor intelektual dibalik rencana kegiatan makar tersebut. “Saya berharap mereka yang diamankan agar diperlakukan dengan baik dan yang terpenting aktor kegiatan deklarasi itu harus diselidiki dan diungkap,” kata Frits. (Wan)

Komentar