Tanah Papua
Kadinkes Mimika: Pasang Stiker Di Rumah Pasien Isoman Bukan Untuk Stigma Pasien Covid
TIMIKA,KTP.com – Pemkab Mimika dalam hal ini Dinas kesehatan (Dinkes) akan memasang stiker label di rumah-rumah pasien yang positif Covid 19 yang sedang melakukan Isolasi mandiri (Isoman). Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui siapa-siapa saja yang sedang melakukan Isoman.
“Ini merupakan salah satu strategi kami dalam upaya penekanan angka Covid dengan melakukan testing dan tracing diluar Fasilitas kesehatan, jika mendapati positif maka kita akan tempel stiker dirumahnya dan akan dilakukan pengawasan secara bersama,” kata Reynold di hotel Grand Mozza, Jumat (30/7/2021).
Reynold mengungkapkan, alasan pemasangan stiker ini didasari pada kunci penularan covid19 yaitu kerumunan dan mobilitas.
“Silahkan melihat pada google mobility pada smart phone atau web google , dimana pada perkantoran dan ruang publik pergerakan masyarakat menurun saat PPKM skala mikro maupun awal PPKM level 4 dilaksanakan sedangkan tetap meningkat pada lokasi perumahan dan pertokoan dan restauran,”ungkapnya.
Reynold menjelaskan, memasangan stiker ini bukan dengan tujuan untuk membuat stigma atau memasung kebebasan seseorang namun, yang terpenting adalah mengawasi secara bersama saat pasien isolasi mandiri membutuhkan bantuan akses pelayanan kesehatan maupun bantuan kebutuhan lainnya yang tidak bisa dilakukan sendiri.
(Baca Juga: Mulai Agustus Pemda Mimika Berlakukan PPKM Level IV Bukan Lockdown)
Alasan terbanyak pasien isolasi mandiri ada mencari kebutuhan pokok makan dan minum serta kehabisan obat atau tidak tersediaya obat karena muncul gejala akibat infeksi saat melakukan isolasi mandiri.
“Tentu saja hal serupa dialami oleh anggota atau kerabat dekat yang dinyatakan sebagai kontak erat dari pasien isolasi mandiri,”jelasnya.
Menurut Reynold pemberian stiker bukan hal baru yang dilakukan di bagi seorang pasien, misalnya stiker ibu hamil , pasien malaria , pasien TB paru resisten obat sudah dilakukan bertahun tahun di Indonesia termasuk Mimika.
“Itu bertujuan untuk menolong pasien untuk pertama kali saat mengalami kondisi kritis,” tuturnya.
Reynold menambahkan bahwa dalam 2 hari terakhir terjadi kematian mendadak di rumah hanya karena warga tidak tahu ada tetangga yang sakit saluran pernafasan . Setelah dikamar jenazah diperiksa ternyata covid19 dan pasti akan meningkat meningkat lebih dari 900 orang tersebar di 37 kampung sekitar kota Timika sedang isolasi mandiri.
“Tentu langkah yang dilakukan akan dimulai dengan sosialisasi dan edukasi,” ujarnya
Reynold mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga Mimika dari Kematian Covid yang tidak perlu terjadi.
“Jangan kalah dari virus Covid 19 waspada karena Covid 19 hanya suka menyerang manusia karena Manusia adalah tempat yang paling subur untuk Hidup dan memperbanyak virus baru,” tegasnya.(DEN)



