Connect with us

Nasional

Kadinkes Papua: 23 Warga Meninggal di Pegunungan Bintang Karena Gagal Panen

Published

on

TIMIKA, HaIPapua.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg Aloysius Giay menegaskan bahwa tidak terjadi wabah penyakit seperti campak dan gizi buruk di Kampung Pedam, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Menurut Aloysius, meninggalnya 23 orang di Distrik Pedam dipicu gagal panen akibat hujan yang berkepanjangan dan tanah longsor. Akibatnya warga terserang penyakit diare dan infeksi saluran pernafasan (ispa).

“Saya sudah panggil mantri, perawat yang sudah tugas 30 tahun di sana (Kampung Pedam) 3 hari lalu. Dia ceriterakan semua apa adanya, itu karena gagal panen akibat hujan berturut-turut akibatnya makanan tidak ada akhirnya diare, ispa,” kata Aloysius saat mendamping Menteri Kesehatan Nila F Moeloek di Timika, Kabupaten Mimika, Kamis (25/1/2018).

(Baca Juga: 28 Meninggal dan 65 Orang Dirawat Karena Diare di Distrik Okbab Pegunungan Bintang)

Aloysius mengatakan kondisi di Kampung Pedam saat ini sudah tertangani dengan baik oleh Dinas Kesehatan Pegunungan Bintang bersama TNI. Mengenai minimnya fasilitas dan pelayanan kesehatan di Kampung Pedam dan Distrik Okbab, ditepis Aloysius. Menurut laporan Kadis Kesehatan Pegunungan Bintang, kata dia, pelayanan kesehatan di Okbab dilakukan secara periodik.

“Jadi memang tidak setiap saat ada pelayanan karena dilakukan secara periodik,” kata Aloysius.

Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek mengatakan pihaknya juga menempatkan Tim Nusantara Sehat di wilayah itu dan mereka pun terkendala medan yang berat. “Dengan kondisi medan yang berada di daerah pegunungan dan jarak yang sulit dijangkau sehingga pelayanan kesehatan tidak bisa dilakukan setiap waktu,” kata Menkes Nila.

Sebelumnya, Tim Kesehatan dari Kodam XVII Cenderawasih bersama tim dari Dinkes Pegunungan Bintang mendatangi Kampung Pedam dan Distrik Okbab menindaklanjuti laporan adanya 27 orang meninggal akibat wabah penyakit.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf M Aidi mengatakan tim gabungan yang turun ke Kampung Pedam langsung melakukan pemeriksaan dan mendapati sebagian besar warga mengalami gizi kurang. Sebagian diantaranya sudah terjangkit penyakit seperti diare, ispa dan cacingan.

Sementara dari verifikasi korban meninggal dunia, diperoleh keterangan dari Kepala Kampung Pedam, Sepan Lepi bahwa ada 27 warga meninggal sejak Agustus hingga Desember 2017 dan seorang lagi meninggal awal Januari 2018 akibat diare.

“Dari pemeriksaan disana, menurut tim dokter dari Dinkes dan TNI tidak ditemukan kasus campak dan gizi buruk,” kata Aidi.

(Baca Juga: Tidak Ditemukan Kasus Campak dan Gizi Buruk di Distrik Okbab Pegunungan Bintang)

Aidi menjelaskan, saat berdialog dengan warga di sana umumnya menginginkan ada Puskesmas Pembantu (Pustu) di kampung mereka karena jarak tempuh ke Distrik Okbab harus berjalan kaki selama 12 jam. Sementara kondisi Puskesmas Okbab sangat memprihatinkan karena yang ada hanya bangunan saja tanpa perlengkapan seperti meja, kursi dan tempat tidur.

“Di sana yang ada bangku yang mereka buat sendiri. Untuk obat-obatan menurut Kepala Puskesmas Okbab Alfons Keduman hanya bisa bertahan 1 bulan karena harus melayani 9 ribu jiwa lebih,” kata Aidi. (Ong)

Komentar