Nasional
49 Personel Tim Kesehatan TNI Tiba di Timika
TIMIKA, HaIPapua.com – Rombongan Tim Kesehatan TNI yang berangkat dari Jakarta menggunakan pesawat CN-295 tiba di Bandar Udara Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika, Jumat (26/1/2018) siang. Kedatangan rombongan pertama tim kesehatan yang akan bergabung dengan Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan TNI gelombang ke-2 ini disambut Komandan Lanal Timika, Letkol Laut (P) Yosafat Indarto.
Komandan Tim Kesehatan TNI, Letkol CKM dr Shohibul Hilmi mengatakan rombongan pertama ini beranggotakan 49 personel TNI dan 20 diantaranya adalah dokter. Menurut Shohibul, tim ini rencananya akan diberangkatkan ke Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu (27/1) besok.
“Rombongan pertama ini beranggotakan 49 personel dari total 260 personel TNI yang akan bergabung dalam Satgas Kesehatan TNI KLB Asmat,” kata dr Shohibul di Bandar Udara Mozes Kilangin Timika, Jumat (26/1/2018).
(Baca Juga: Menkes: Ini Masalah Nyawa Manusia, Tidak Ada Batas Waktu untuk Penanggulangan KLB Asmat)

Panglima TNI Lepas Satgas Kesehatan TNI Penanggulangan KLB Asmat
Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melepas 260 personel Satgas Kesehatan TNI penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Asmat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (25/1) kemarin.
Menurut Panglima TNI, Satgas Kesehatan yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, dan tenaga medis ini akan bertugas selama 270 hari. Untuk mendukung operasional Satgas, TNI akan menyiapkan 3 pesawat angkut medis udara sebagai alat transportasi.
“Saya berkeyakinan, sekecil apapun tugas yang diberikan kepada TNI, akan dapat dilaksanakan dengan tuntas,” kata Panglima TNI.
(Baca Juga: Bantu Penanggulangan Wabah Campak, Mabes TNI Kirim Satgas Kesehatan ke Asmat)
Panglima TNI mengatakan pembentukan Satgas Kesehatan TNI ke Papua atas perintah langsung Presiden Joko Widodo saat memberikan pembekalan kepada peserta Rapat Pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI, Selasa (23/1) lalu.
Pada 15 Januari lalu, Satgas Kesehatan TNI dari Kodam XVII Cenderawasih dan Mabes TNI sudah diterjunkan ke Kabupaten Asmat yang mengalami KLB campak dan gizi buruk. Hasil dari kajian para dokter yang sebagian besar menjabat kepala rumah sakit TNI ini kemudian menjadi acuan Satgas Kesehatan TNI gelombang ke-2.
“Saya mohon doa masyarakat Indonesia, semoga tugas mulia yang diemban Satgas Kesehatan TNI dalam membantu saudara-saudara kita di Asmat, Papua yang sedang mengalami musibah dapat terlaksana dengan sukses,” kata Panglima TNI. (Rex)



