Connect with us

Tanah Papua

Wabup Mimika Bangga Ada Pembelajaran Berbasis Teknologi di Sekolah Berpola Asrama

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Wakil bupati (Wabup) Mimika Johannes Rettob mengaku terharu melihat anak-anak Amungme Kamoro (Amor) dan lima suku di Mimika bisa belajar dengan baik dan terbukti sangat rajin dan terampil. Hal tersebut nampak saat Wabup Rettob melakukan kunjungan ke Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Senin (30/8/2021).

Dalam kunjungan yang menerapkan ketat protokol kesehatan Wabup Rettob di damping Direktur YPMAK Vebian Magal dan di pandu oleh Ketua Yayasan Lokon Andreas Ndityomas, bersama rombongan sebelum masuk ke SATP terlebih dahulu melakukan Swab antigen dan Genose serta menerapkan 5M.

Mengawali kunjungannya Wabup Rettob bertindak sebagai inspektur upacara pada upacara pengibaran bendera di hari Senin. Tampil sebagai Paskibra adalah anak-anak SATP dan juga diiringi oleh masching band dari anak-anak SATP yang tampil sangat memukau.

Setelah upacara bendera Wabup bersama rombongan berkeliling Asrama SATP yang sangat luas. Satu persatu Wabup Rettob melihat ruangan-ruangan yang ada mulai dari kelas, asrama, laboratorium, ruang makan, ruang praktek dan lain sebagainya yang sebagian besar berbasis teknologi.

Wabup Rettob saat ditemui usai melakukan kunjungan mengatakan pihaknya tidak menyangka jika cara pembelajaran di SATP sangat maju dan sangat baik. Pihaknya mengakui selama ini pihaknya baru kali ini bisa berkunjung sampai kedalam-dalam asrama SATP tersebut.

“Jujur, saya haru dan bangga di Timika ada pola pendidikan seperti ini. Ternyata di Mimika ada sekolah dimana di dalamnya anak-anak Papua dengan sistem pembelajaran yang sangat baik dan saya lihat anak-anak mengikuti dan bisa belajar dengan baik,”kata Wabup.

(Baca Juga: YPMAK Bantu RP2 Miliar dan APD Untuk Penanganan Covid-19 di Mimika)

Wabup menjelaskan ada dua hal yang ditangkap dari SATP. Pertama, sekolah ini berbasis asrama yang menerapkan teknologi dalam pembelajarannya. Kedua, sekolah ini juga menerapkan pembelajaran berbasis lingkungan.

Terkait teknologi yang diterapkan dalam pembelajaran. Kata Wabup, ini terlihat dari peserta didik SATP sudah bisa mengoperasikan komputer di setiap kegiatannya, mulai dari pembelajarannya sampai pada pelaksanaan ujian.

“Kemampuan peserta didik ini, karena adanya bimbingan dari guru-guru, baik dari dalam negeri maupun luar negeri (Filiphina). Bukan hanya belajar saja mereka juga diajari keterampilan-keterampilan dan kehidupan yang berhubungan dengan budaya dan kehidupan bermasyarakat yang baik,” jelasnya.

Wabup menambahkan untuk sekolah berbasis lingkungan, dirinya melihat adanya metode pembelajaran yang mendekatkan kepada alam. Dimana, pembelajaran di SATP yang berada pada satu kawasan dan di desain sedemikian rupa, agar para siswa bisa belajar bertani, beternak, mengenal satwa, dan lainnya.

Hal ini terjadi, karena SATP menerapkan satu kurikulum dengan menyediakan fasilitas dan sarana yang berupa laboratorium hidup.

”Contohya di sekolah ada danau kecil dilengkapi perahu. Ini menunjukkan, sekolah ingin mendekatkan anak-anak didik, secara khusus Kamoro yang biasa hidup tidak jauh dengan sungai dan sampan (perahu). Serta, sekolah berupaya memberikan kenyamanan kepada peserta didik, untuk hidup dan belajar di asrama,” ujarnya.

Wabup mengungkapkan pola pendidikan seperti ini, sangat baik diterapkan di sekolah-sekolah berbasis asrama yang dikelola oleh Pemda Mimika. Apalagi, pembinaan dan pengajaran yang dilakukan bisa memunculkan bakat dan motivasi anak-anak, seperti tadi ada drum band, ada pertunjukan menyanyi, dan menari oleh peserta didik yang nota bene anak-anak asli Papua.

Oleh sebab itu Wabup sudah sampaikan kepada Ketua Yayasan Pendidikan Lokon Timika guna membantu membuatkan kurikulum, yang nantinya dibuatkan ‘trial and eror’ di sekolah tersebut. Sehingga bisa mendapatkan pola dan formula yang bisa dijalankan oleh Pemda Mimika.

“Pemerintah juga tidak boleh menganggap bahwa kita yang harusnya mengatur. Tetapi pemerintah daerah juga bisa belajar dari sesuatu yang baik. Sehingga bisa dijadikan ‘role model’ untuk dicontoh agar menjadi lebih baik,”ungkapnya

Sementara Direktur YPMAK Vebian Magal mengatakan, terkait dengan pengembangan pendidikan berbasis teknologi di SATP ini bertujuan agar anak-anak Amungme dan Kamoro serta 5 suku kekerabatan tidak tertinggal dengan lainnya.

Apalagi saat ini, sudah kecanggihan teknologi sehingga sistem atau metode pembelajaran pun harus mengikuti. Dari metode pembelajaran berbasis tekonologi dan adanya kunjungan Wakil Bupati Mimika ini kebanggan tersendiri bagi YPMAK dan SATP

(Baca Juga: Temuan Data Penerima Beasiswa Tumpang Tindih, Pemda dan YPMAK Akan Lakukan Penyesuaian Data)

“Diharapkan pemerintah daerah bisa melihat apa yang sudah diupayakan. Kemudian bisa mensikronkan program di bidang pendidikan, guna peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Mimika dengan standar yang sama,” kata Vebian

Menurut Vebian dari hasil kunjungan tadi, memang sudah baik. Tetapi ada pembenahan harus dilakukan, seperti ruang makan yang masih sempit, kelas centre harusnya menggunakan ruang besar tetapi kecil. Serta beberapa fasilitas komputer yang masih kurang.

“Dari itu, kalau untuk penambahan ruangan kemungkinan tidak. Yang diperlukan hanya evaluasi penggunaan ruangan saja. Karena awal kapasitas yang kami bangun 2800 peserta didik. Namun sekarang 1104, sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk penggunaan ruangan,” tuturnya.

Sedangkan Kepala Perwakilan Yayasan Pendidikan Lokon Timika Andreas Ndityomas mengatakan, saat ini untuk SATP tengah mengembangkan Pendidikan konstektual yang berbasis pengalaman riil, yang dibawa dalam berbasis IT dengan Microsoft office 6.35.

Dimana sistem itu memadukan tatap muka dengan sistem online. Sehingga bisa melayani kelas atau pembelajaran.Target 6 bulan kedepan, kelas 4, 5, dan 6, untuk SD dan seluruh SMP ujiannya berbasis teknologi.

“Sehingga anak-anak bisa menyiapkan sedini mungkin. Ini juga, kami siapkan bukan untuk jangka pendek, tapi juga untuk jangka panjang, mengingat pandemi ini entah sampai kapan,” ungkapnya.

SATP sendiri merupakan binaan dari YPMAK, yang merupakan yayasan pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia. Dimana SATP sendiri mendidik dan membina anak-anak asli Suku Amungme dan Suku Kamoro, serta 5 suku kekerabatan lainnya. Total kesuruhan siswa 1104 dari siswa SD dan SMP.(DEN)

Komentar

Tanah Papua

Ondoafi di Jayapura sarankan Gubernur Papua beristirahat

Published

on

By

JAYAPURA,KTP.com – Ondoafi Sosiri di Kabupaten Jayapura, Papua, Boas Asa Enoch meminta Gubernur Papua Lukas Enembe mempertimbangkan beristirahat dari jabatan. Saran tersebut setelah melihat kondisi kesehatan orang nomor satu Papua itu belum membaik.

“Saya minta Gubernur legowo, istirahat dulu, saya minta tolong. Kalau kita sakit, sudah pasti kita istirahat, agar badan sehat, luar biasa jika kita tidak sakit saat menjalankan tugas pemerintahan,” kata Boas Asa Enoch, Jumat (3/12/2021).

Publik Papua dan nusantara mengetahui sakit Gubernur Lukas sewaktu memberi sambutan di depan Presiden Joko Widodo saat pembukaan Pekan Olahraga Nasional Oktober lalu. Ketika disiarkan berbagai saluran TV, Gubernur Lukas tampak lemah dan sulit berbicara.

Dibeberapa kesempatan, Gubernur Lukas kerap dipapah berjalan tanpa memakai sepatu. Kesehatannya yang menurun ditanggapi beragam netizen di media sosial, termasuk komentar kalangan politisi.

“Bukan saya menantang Gubernur, tapi saya minta tolong. Karena banyak sekali, bahasa-bahasa yang tidak menguntungkan itu datang,” ujarnya.

Walaupun berharap dapat meletakan jabatan, Boas secara terbuka mengapresiasi kinerja Gubernur Lukas Enembe. “Saya angkat topi kepada bapak Gubernur, sudah bangun stadion yang luar biasa,” ucapnya.

Ia mendesak Gubernur Lukas menyelesaikan pembayaran hak ulayat yang digunakan untuk pembangunan venue jelang Pekan Olahraga Nasional. “Apakah venue yang dibangun sudah lunas? Hak-hak rakyat sudah lunas? Kalau belum, tolong diselesaikan, karena ini menjadi beban pikiran masyarakat,” paparnya.

Menurut dia, mesti ada pihak bertanggungjawab terkait persoalan PON. “Siapa yang akan membayar? Jadi bingung semua,” katanya.

Boas menginginkan Gubernur Lukas memerintahkan segenap jajaran memperhatikan kepentingan umum. “Saya minta tolong, perintahkan yang dibawah, berbuat yang terbaik untuk kepentingan masyarakat umum, jangan mementingkan diri pribadi,” cetusnya.

Pada pertengahan 2021, Gubernur Papua Lukas Enembe sempat dirawat di Singapura atas sakit yang dideritanya. Lukas diinap di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura selama beberapa pekan.

Lukas bahkan sempat dikabarkan meninggal dunia. Pada 25 Mei 2021, Juru Bicara Gubernur Papua Muhammad Rifai Darus membantah kabar tersebut. (*)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Rumah Tingkat Dua Lantai di Kebun Siri  Terbakar 

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Satu unit bangunan rumah dua lantai dengan lima kamar yang terletak di jalan Kebun Siri Kelurahan Kebun Siri, ludes terbakar. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Jumat (3/12/2021) pagi sekitar pukul 09.00 wit.

“Saya tidak ada di rumah saat kejadian. Saya ada di saudara punya rumah , dia minta tolong untuk saya kerja rumah jadi saya keluar dari pagi.Istri saya telepon kasih tau dan pas saya datang rumah sudah terbakar,” kata Disyon Tarantein,pemilik rumah saat ditemui di lokasi kejadian.

Disyon, mengatakan saat kejadian semua penghuni kamar ada di luar. Api diduga berasal dari atas lantai dua rumah.

“Saya tidak tahu penyebabnya apa,”kata Disyon.

Selain menghanguskan bangunan, kebakaran tersebut juga membuat penghuni kos di rumah tersebut kehilangan surat surat berharga seperti , ijazah dan surat berharga lainnya yang juga ikut terbakar dalam peristiwa tersebut.

Struktur bangunan di lantai dua yang dibangun menggunakan kayu membuat api dengan cepat melahap bangunan rumah tersebut.

Api berhasil dipadamkan setelah petugas pemadaman kebakaran tiba di lokasi kejadian dan memadamkan api.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

FPHS Palang Pintu Masuk Ruangan Kantor Bupati Mimika

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Pintu masuk menuju ruangan Bupati dan Wakil Bupati dan Kabupaten Mimika yang ada di Gedung A, Lantai III, Kantor Sentra Pemerintah SP 3, dipalang oleh Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) Tsingwarop Kamis (2/12/202).

Aksi pemalangan tersebut dipimpin oleh Sekretaris II FPHS Tsingwarop Elfinus Omaleng.Pintu tersebut, dipalang dengan papan yang dipuku secara melintang di pintu tersebut.

Elfinus mengatakan, bahwa aksi tersebut mereka lakukan karena sebelumnya, saat pihaknya melakukan aksi demo di Kantor Sentra Pemerintah SP 3, Sekertaris Daerah (Sekda) Mimika Michael Gomar berjanji akan mefasilitasi untuk mempertemukan pihaknya bersama dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.

Pada saat itu Sekda Mimika melalui telepon seluler dari Jakarta, meminta kepada dirinya agar tidak melakukan aksi demo.

“Waktu itu, kita sampaikan ke orang tua, tidak jadi kita tidur di sini. Besoknya pak Sekda tiba di Timika, dia mengundang saya, pak ketua dan Sekretaris I. Dalam pertemuan pak Sekda bilang dia akan fasilitas pertemuan antara tiga pihak”kata Elfinus.

Lanjut Elfinus, “Beliau bilang dia akan komunikasikan dengan pak bupati dan setelah itu akan panggil kami lagi untuk tindaklanjuti itu. Kami kasih waktu dua hari, tapi setelah dua hari kami telepon pak Sekda dia tidak respon sampai dengan saat ini,”kata Elfinus.

(Baca Juga: FPHS Ancam Unjuk Rasa di OB Kuala Kencana)

Pihaknya tidak akan membuka palang jika Sekda Mimika tidak datang menemui mereka.

Setelah kurang lebih tiga jam lebih melakukan aksi pemalangan, pihak kepolisian Polres Mimika dan Polsek Kuala Kencana merespon lokasi Pemalang.

Dipimpin oleh Kabag Ops Polres Mimika, AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan dan Kapolsek Kuala Kencana, Iptu Yakobus Sera Ayatanoi,bertemu dengan pihak FPHS Tsingwarop .

Setelah berkomunikasi dan memberikan pemahaman, akhirnya pihak FPHS Tsingwarop sepakat untuk membuka palang dan meminta kepada pihak kepolisian untuk memfasilitasi agar bertemu dengan pihak pemerintah daerah.

“Petunjuk bapak Kapolres wajib hukumnya kita buka, karena ini adalah etalase pemerintah Kabupaten Mimika. Dimana ini adalah kantor Bupati, Wakil Bupati dan Sekda ada diruangan ini,”kata Dion saat ditemui usai membuka palang kantor.

Aksi pemalangan terhadap fasilitas umum adalah tindakan yang tidak dibenarkan karena melanggar hukum.

“Kita polisi tidak terlibat dalam persoalan mereka. tapi kita fasilitasi. Tugas kita adalah bagaimana kita menjaga Kamtibmas ini dengan aman.Kita sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,ini yang kita lakukan.Sehingga kita datang disini kita komunikasikan sehingga palang dibuka,”kata Dion.(MSC)

Komentar
Continue Reading

Tanah Papua

Pemkab Mimika Lakukan Persiapan Evaluasi Smart City Nasional

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Pemkab Mimika lakukan persiapan untuk menghadapi evaluasi Smart City secara nasional tahun 2021. Persiapan tersebut dilakukan dengan rapat koordinasi bersama yang dilaksanakan di hotel Serayu, Kamis (2/12/2021).

Evaluasi Smart City secara nasional sendiri dilakukan setiap dua kali dalam satu tahun. Untuk akhir tahun ini merupakan evaluasi yang terakhir di tahun 2021.

Untuk menghadapi evaluasi terakhir di tahun 2021 ini Pemkab Mimika menghadirkan narasumber untuk membantu dalam melakukan evaluasi. Kemudian dalam rapat koordinasi tersebut dilakukan oleh Dewan Smart City dan tim pelaksana Smart City Kabupaten Mimika.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob saat ditemui usai rapat mengatakan, saat ini merupakan berakhirnya master plan Smart City di tahun 2021. Oleh sebab itu dilakukan evaluasi terhadap master plan yang belum dilaksanakan.

“Kita duduk bersama untuk membicarakan perubahan master plan. Sedangkan master plan yang kemarin kita evaluasi,” kata Wabup.

(Baca Juga: Dukung Program Smart City, Kepala Kampung Ajak Warga Nawaripi Mendaftar Ke Telkom Pasang IndiHome)

Sejauh mana pelaksanaan Smart City di Kabupaten Mimika Wabup mengungkapkan, sudah dilakukan tetapi belum terlalu banyak. Pasalnya untuk nilai tertinggi adalah 4 dan Kabupaten Mimika sendiri masih mendapatkan nilai 2 saja.

“Mimika sudah berjalan tetapi belum 100 persen, kita masih sekitar 50 persen. Kita juga masih harus evaluasi,” ungkapnya.

Wabup menegaskan jika ingin Kabupaten Mimika bisa menerapkan Smart City 100 persen maka, harus ada komitmen dari Pemkab Mimika.

“Kita harus komitmen karena tujuan Smart City yang utama adalah bisa melayani masyarakat dengan cepat dan efesien,” tegasnya.

Menurut Wabup ada beberapa OPD yang sudah bagus dalam melaksanakan Smart City. Terutama untuk pelayanan terhadap masyarakat. Selain itu juga ada beberapa masyarakat yang melakukan Smart City secara inisiatif.

“Disdukcapil sudah bagus dan saya berharap saat ini Dinkes,” ujarnya. (DEN)

Komentar
Continue Reading

Berita Terbaru

Tanah Papua2 jam ago

Ondoafi di Jayapura sarankan Gubernur Papua beristirahat

JAYAPURA,KTP.com – Ondoafi Sosiri di Kabupaten Jayapura, Papua, Boas Asa Enoch meminta Gubernur Papua Lukas Enembe mempertimbangkan beristirahat dari jabatan....

Tanah Papua15 jam ago

Rumah Tingkat Dua Lantai di Kebun Siri  Terbakar 

TIMIKA,KTP.com – Satu unit bangunan rumah dua lantai dengan lima kamar yang terletak di jalan Kebun Siri Kelurahan Kebun Siri,...

Tanah Papua2 hari ago

FPHS Palang Pintu Masuk Ruangan Kantor Bupati Mimika

TIMIKA,KTP.com – Pintu masuk menuju ruangan Bupati dan Wakil Bupati dan Kabupaten Mimika yang ada di Gedung A, Lantai III,...

Tanah Papua2 hari ago

Pemkab Mimika Lakukan Persiapan Evaluasi Smart City Nasional

TIMIKA,KTP.com – Pemkab Mimika lakukan persiapan untuk menghadapi evaluasi Smart City secara nasional tahun 2021. Persiapan tersebut dilakukan dengan rapat...

Tanah Papua2 hari ago

DLH Mimika Maksimalkan Kerja Hadapi Natal dan Tahun Baru

TIMIKA,KTP.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bakal kerahkan menggerakkan semua sumber daya baik dari personel hingga alat angkut sampah sehingga...

Tanah Papua2 hari ago

Jalan Santai Bersama Mewarnai Hari Bakti PUPR ke 76 di Jayapura

JAYAPURA,KTP.com – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang Propinsi Papua, Gerius One Yoman, S.Pd.,M.Si secara resmi membuka acara Jalan...

Tanah Papua3 hari ago

1 Desember Kamtibmas di Mimika Kondusif

TIMIKA,KTP.com – Wakapolres Mimika Kompol Saraju, mengatakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah seluruh Polres Mimika, berjalan aman...

Tanah Papua3 hari ago

BPN Mimika Gelar Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Reforma Agraria

TIMIKA,KTP.com – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mimika menggelar rapat koordinasi tim gugus reforma agraria Mimika bersama dengan Dinas terkait dari...

Tanah Papua3 hari ago

Aparat TNI-Polri di Timika Gelar Apel Kesiapsiagaan Jelang Natal dan Tahun Baru

TIMIKA,KTP.com – Aparat TNI-Polri melaksanakan apel kesiapsiagaan TNI-POLRI dalam rangka menyambut perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Apel kesiapsiagaan...

Tanah Papua4 hari ago

Jelang 1 Desember Situasi Kamtibmas di Mimika Kondusif

TIMIKA,KTP.com – Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Mimika, Komisaris Polisi Saraju, mengatakan bahwa situasi Kamtibmas di Kabupaten Mimika, menjelang 1...

Tanah Papua

Advertisement

Trending