Connect with us

Nasional

Suku Asmat Daulat Jokowi sebagai Kambepit, Pemimpin Pemberani dan Visioner

Published

on

AGATS, Kabartanahpapua.com – Presiden Joko Widodo mengunjungi Kabupaten Asmat dalam rangkaian kunjungan kerja 3 hari di Provinsi Papua dan Papua Barat, 11-13 April.

Setelah melakukan serangkaian kegiatan di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, rombongan Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana didampingi sejumlah Menteri Kabinet Kerja bertolak ke Asmat melalui Bandar Udara Internasional Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika, Kamis (12/4/2018).

(Baca Juga: Presiden Jokowi Ajak Kementerian dan Kepala Daerah Bahas Solusi KLB Asmat)

Dari Bandara Mozes Kilangin Timika, Presiden bersama rombongan menggunakan pesawat Helikopter Super Puma Kepresidenan menuju Agats, Kabupaten Asmat.

Presiden Jokowi mendapat gelar dari Suku Asmat sebagai Panglima Perang Kambepit, Pimpinan Pemberani dan visioner. (Biro Pers Setpres)

Dianugerahi Panglima Perang Suku Asmat

Saat tiba di helipad kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Agats, Presiden dan Ibu Iriana disambut tarian selamat datang dan dianugerahi gelar adat yang secara simbolis ditandai dengan penyerahan dayung dan noken. Lembaga Masyarakat Adat Asmat (LMAA) mengangkat Presiden Jokowi sebagai Panglima Perang Suku Asmat dengan nama adat, Kambepit.

Kambepit adalah nama Panglima Perang Asmat yang berasal dari rumpun Bismania. Bagi Suku Asmat, Panglima Perang Kambepit adalah pemimpin pemberani dan visioner yang memimpin Suku Asmat memasuki era perubahan dimana masyarakat Suku Asmat mengenal peradaban modern seperti sekarang ini.

Menurut Ketua LMAA, Presiden Jokowi yang diangkat menjadi Panglima Kambepit karena masyarakat Asmat menginginkan agar Presiden bisa menjadi Panglima Kambepit di masa kini yang memimpin mereka menuju era perubahan dan masa depan yang lebih baik. Seperti diketahui, Presiden Jokowi adalah Presiden RI pertama yang menginjakkan kaki di Kabupaten Asmat ini.

Meninjau Proyek Infrastruktur dengan Sepeda Motor Listrik

Setelah upacara adat, Presiden dan Ibu Negara yang didampingi Bupati Asmat Elisa Kambu dan Pejabat Gubernur Papua Soedarmo dan sejumlah menteri lalu menggunakan sepeda motor listrik yang telah disediakan. Presiden Jokowi berboncengan dengan Ibu Iriana menggunakan sepeda motor listrik plat RI 1 berwarna merah menuju Aula Wiyata Mandala, Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat yang berjarak 2,8 kilometer dari Pelabuhan.

Sejumlah warga yang berusaha berjabat tangan dengan Presiden dan Ibu Negara di Agats, Kabupaten Asmat. (Biro Pers Setpres)

Di sepanjang jalan, banyak warga yang menyambut kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut. Presiden dan Ibu Iriana yang keduanya mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih dan celana panjang berwarna gelap serta menggunakan helm berwarna putih, sesekali melambaikan tangan membalas sapaan warga.

(Baca Juga: Mensos Idrus Marham: Penanganan KLB Asmat Harus Sampai Tuntas)

Tiba di aula, Presiden dan Ibu Iriana menyaksikan langsung pemberian makanan tambahan kepada anak-anak dan ibu-ibu. Selain itu keduanya juga berdialog dengan para ibu. Bahkan beberapa kali Presiden menggendong anak-anak.

Dari aula tersebut, Presiden dan Ibu Iriana kembali menggunakan motor listrik meninjau sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Kampung Kaye, Distrik Agats. Dalam perjalanan, Presiden harus mengendarai motor listrik melewati jembatan panjang yang terbuat dari kayu dan hanya memiliki lebar tidak lebih dari 3 meter. Di tengah perjalanan, Presiden dan Ibu Iriana disambut tari-tarian oleh warga.

Usai meninjau Kampung Kaye, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan menyeberangi sungai menggunakan speed boat ke lokasi pembangunan 114 unit rumah khusus. Rumah khusus berjumlah 114 unit yang terletak di Kampung Amanamkai, Distrik Atjs dan Kampung Syuru, Distrik Agats dibangun sejak 2016 lalu dengan biaya sebesar Rp19,9 miliar.

Kementerian PUPR pada 2018, kembali membangun 100 unit rumah khusus yang tersebar di 4 kampung, yakni Kampung Priend, Distrik Fayid (34 unit); Kampung As dan Kampung Atat di Distrik Pulau Tiga (33 unit), dan Kampung Warkai, Distrik Betsbamu (33 unit).

Salah satu penyebab warga enggan berpindah ke lokasi rumah khusus yang telah dibangun adalah belum adanya jembatan penghubung antarkampung yang terpisahkan sungai. Oleh karena itu, akan dibangun 4 jembatan gantung dengan anggaran Rp46 miliar.

Ke-4 jembatan gantung yang akan dibangun yakni di Kampung Syuru Baru, Distrik Agats (72 meter); Kampung Yerfum, Distrik Der Koumor (72 meter); Kampung Hainam, Distrik Pantai Kasuari (120 meter), dan Distrik Sawa Erma (96 meter).

Sementara untuk jalan panggung dari kayu yang sudah lapuk juga akan diganti dengan jalan beton dengan teknologi pracetak sepanjang sekitar 12 km dengan lebar rata-rata 4 meter.

“Untuk infrastruktur jembatan menerobos ke arah pemukiman akan memutari kota ini sepanjang kurang lebih 12 kilometer. Semuanya disokong oleh beton, lebih awet dan kita ingin tata ruang di Kabupaten Asmat bisa lebih tertata kotanya,” ujar Kepala Negara.

(Baca Juga: Presiden Jokowi Kunjungi Pasar Mama-Mama Papua dan Mal Jayapura)

Presiden Jokowi menggendong Jokowi kecil (baju kuning), bocah yang dilahirkan bertepatan dengan pelantikan Jokowi menjadi Presiden ke-7 RI. (Biro Pers Setpres)

Bertemu Jokowi Kecil

Saat hendak kembali ke Kampung Kaye, Presiden bertemu dengan Jokowi, seorang anak berusia 3 tahun. Presiden pun sempat menggendong Jokowi. “Jokowi ini lahir saat saya dilantik jadi Presiden,” ucap Presiden.

“Berarti 20 Oktober 2014 ya Pak,” kata salah seorang wartawan.

Dalam perjalanan kembali ke helipad hujan turun dengan lebat. Namun, Presiden yang berboncengan dengan Ibu Iriana tetap menggunakan motor listrik sejauh 3,5 kilometer dan tetap melambaikan tangan kepada warga yang berada di kiri kanan jalan. Pada Pukul 15.03 WIT, helikopter Super Puma Kepresidenan meninggalkan Kabupaten Asmat menuju Bandar Udara Mozes Kilangin, Timika.

Presiden Optimis Penanganan Pasca KLB

Usai meninjau proyek infrastruktur di Kabupaten Asmat, Presiden Jokowi mengaku optimis kelanjutan dari penanganan pasca kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Asmat bisa berjalan baik. Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Asmat meliputi pembangunan jangka pendek dan menengah mulai dari infrastruktur air bersih, sanitasi, jembatan, perbaikan jalan kampung, bedah rumah, dan pembangunan permukiman baru.

“Saya lihat tadi semuanya, semuanya berjalan dengan baik. Kita juga  membangun tampungan untuk air baku. Ada sembilan, yang lima di Agats kemudian yang empat dibangun di distrik-distrik yang ada,” ujar Presiden kepada para wartawan di Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika, usai berkunjung ke Kabupaten Asmat, Kamis (12/4/2018).

(Baca Juga: Jembatan Holtekamp Akan Menumbuhkan Kawasan Perekonomian Baru di Jayapura)

Presiden Jokowi berboncengan dengan Ibu Iriana menggunakan sepeda motor listrik. (Biro Pers Setpres)

Tentang gizi anak-anak, Presiden mengaku telah memerintahkan Bupati Asmat untuk benar-benar memperhatikan gizi anak-anak di Kabupaten Asmat. Saat ini, kata Presiden, ada 320 anak setiap hari diberikan kacang hijau, sayur, dan makanan bergizi lainnya. Namun yang ada di distrik-distrik penanganannya tidak mudah.

“Ada 13 puskesmas. Namun pemberian gizi di distrik tidak mudah karena keterisolasian,” ujar Presiden.

Oleh sebab itu, saat ini pemerintah membangun jalan Trans Papua untuk membuka daerah yang terisolasi. “Memudahkan kepada kita untuk bisa mengakses kepada distrik, mengakses pada kabupaten, ada koneksi antarprovinsi, ada koneksi antarkabupaten dan kota. Arahnya kesana, jadi kalau ini belum bisa kita selesaikan maka sulit menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan distrik-distrik yang ada, di kabupaten manapun,” ujar Presiden.

Menyapa Warga Timika

Sebelum bertolak ke Sorong, Papua Barat, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana didampingi Bupati Mimika Eltinus Omaleng bersama rombongan sempat menyapa warga Timika, Kabupaten Mimika.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng memperlihatkan kepada Presiden pembangunan Terminal Bandar Udara Mozes Kilangin. (ist)

Presiden dan rombongan sempat berkeliling Kota Timika melalui sejumlah ruas jalan utama. Presiden dan Ibu Iriana sempat beberapa kali turun dari kendaraan menyalami warga Timika yang memadati kiri kanan jalan yang dilalui. Presiden dan Ibu Iriana juga sempat membagikan buku dan kaos untuk warga.

Setelah itu, rombongan Presiden dan Ibu Negara bersama rombongan kembali ke Bandar Udara Mozes Kilangin untuk melanjutkan kunjungan kerja ke Sorong, Papua Barat. (Ong)

Komentar

Nasional

KPK didesak periksa Panitia Besar PON XX Papua

Published

on

By

JAYAPURA,KTP.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk memeriksa dugaan penyelewengan dana oleh Panitia Besar (PB)
PON XX Papua.

Demikian desakan ini disampaikan oleh Leo Himan, mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas
Cenderawasih (Uncen) di Kota Jayapura, Sabtu (4/12/2021) menanggapi polemik usai perhelatan event empat tahunan itu. “PB PON atau pun yang terlibat dalam Peparnas, KPK datang periksa,” desaknya.

Menurut dia, seharusnya pemerintah pusat lewat instansi teknsi terkait lebih tegas dengan kondisi kekinian yang terjadi di Bumi Cenderawasih, jangan berlarut-larut dibiarkan sebelum timbul masalah baru lainnya, sehingga masalah yang ada di depan mata tidak selesai.

“Jangan takut dengan isu Papua Merdeka, tidak ada hubungannya dengan para pejabat yang korup ini, dengan isu Papua
merdeka. Papua merdeka itu semua orang Papua pasti punya keinginan yang berjuang dengan cara sendiri-sendiri,” kata
kandidat magister di Uncen itu.

Mantan pengurus di Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indpnesia (AMPTPI) mengaku prihatin dengan relawan, tenaga medis, wartawan dan pihak ketiga lainnya yang telah berkontribusi untuk menyukseskan penyelenggaran PON XX, namun kenyataan yang ada hingga pagelaran tingkat nasional itu usai dilaksanakan, hak-hak mereka tidak dibayarkan ataupun tidak sesuai dengan yang dijanjikan. “Ini kasihan mereka, tidak menerima hak sebagaimana mestinya,” katanya.

“PON ini saya duga terlalu banyak manajemen yang tidak teratur baik. Jadi, banyak hal yang menjadi masalah. Ini KPK harus periksa PB PON, karena sampai sekarang banyak yang belum dibayar, padahal uang itu ada. Berarti kecurigaan publik bahwa ada deposito ini benar. Janganlah menari-nari diatas penderitaan orang lain, tidak bagus itu,” sambungnya.

Leo yang menjadi salah satu calon ketua KNPI Papua periode berikutnya ini, menyayangkan sikap pemerintah pusat yang
terkesan hanya “lip service’ dengan menakuti-nakuti para pejabat atau pun pemerintah kabupaten dan kota yang ada di
Provinsi Papua dengan menyampaikan soal 10 kasus dugaan korupsi, tetapi hingga kini tidak ada aksinya.

“Menurut saya itu begini, pemerintah pusat ini kita tidak bisa percaya juga dengan pernyataan yang wow. Karena berita soal 10 besar dugaan korupsi di Papua ini dibicarakan pada Maret 2021 (yang pernah disampaikan oleh Mahfud MD) tapi sampai hari ini tidak ada satupun kasus yang terungkap,” katanya.

“Itu berarti pemerintah pusat hanya menakuti-takuti pejabat di Papua, ini begitu. Menakut-nakuti pejabat Papua supaya jangan bicara Papua merdeka, misalnya begitu. Ini kan dinilai permainan Jakarta. Tapi jika memang Jakarta bicara benar, punya bukti, silahkan tangkap saja, karena para pejabat ini bukan siapa-siapa. Mereka ditangkap pun masyarakat malas tahu karena mereka tidak punya kontribusi yang nyata di masyarakatnya selama ini,” sambungnya.

Melansir CNN, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD menyatakan pemerintah akan menindak kasus-kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Papua.

Dia mengatakan, ada sekitar 10 dugaan kasus penyalahgunaan dana negara alias korupsi yang telah teridentifikasi. Aparat, kata dia, akan segera melakukan penegakkan hukum terhadap kasus-kasus dugaan korupsi di Papua.

“Selama ini mungkin sering dipertanyakan, kenapa kok korupsinya dibiarin. Kita sekarang sudah menentukan 10 korupsi
terbesar,” kata Mahfud dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (19/5/2021).(*)

Komentar
Continue Reading

Nasional

LPRI Merauke Desak Pemerintah Ungkap 10 Kasus Korupsi Besar di Papua

Published

on

By

MERAUKE,KTP.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) Kabupaten Merauke, Papua, Siprianus Muda meminta pemerintah mengungkap 10 kasus besar dugaan korupsi di Papua.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD pada pertengahan 2021 menyatakan pemerintah akan menindak kasus-kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Papua. Mahfud mengatakan, ada sekitar 10 dugaan kasus penyalahgunaan dana negara yang telah teridentifikasi.

“Tapi sampai dengan saat ini, kita belum mendengar apakah pernyataan pemerintah itu benar-benar terbukti, kami minta itu diungkap,” kata Siprianus Muda, Sabtu (4/12/2021).

Menurut dia, penyampaian pemerintah tersebut ibarat sebuah janji bagi Papua yang mesti dijawab. Jika tidak, publik dapat saja menuding balik pemerintah bahwa telah terjadi sesuatu.

“Publik bisa berpikir, bisa saja ada permainan antara daerah dan pusat, sehingga dugaan kasus korupsi itu mengendap,” paparnya.

Sipri menjelaskan, pernyataan Menteri Koordinator Polhukam, mewakili Presiden Joko Widodo. Seharusnya pemerintah tidak mengumumkan hal itu bila tidak mampu membuktikannya.

“Ini sudah enam bulan semenjak Menko Polhukam membukanya ke publik, seluruh Papua lagi menunggu,” cetusnya.

Sementara itu, LPRI Merauke mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi menindaklanjuti dugaan korupsi dana Otonomi Khusus di Papua. “Ini soal lama, ada di depan mata, kami minta KPK telusuri ini,” tegasnya.

Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri pernah membeberkan temuan BPK terkait dugaan korupsi dana Otsus Papua. Hal itu diungkapkan dalam forum Rapat Pimpinan (Rapim) Polri tahun 2021 pada Februari lalu.

Dari hasil penelusuran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terdapat pemborosan dan ketidakefektifan dalam penggunaan anggaran. Selain itu, ada mark up atau penggelembungan harga dalam pengadaan sejumlah fasilitas-fasilitas umum di Papua.

Terdapat juga pembayaran fiktif dalam pembangunan PLTA sekitar Rp9,67 miliar, serta penyelewengan dana lainnya sebesar lebih dari Rp1,8 triliun. (*)

Komentar
Continue Reading

Nasional

Imam Keuskupan Timika Serukan Gencatan Senjata di Intan Jaya

Published

on

By

TIMIKA,KTP.com – Para imam projo Gereja Katolik Keuskupan Timika, Papua, menyerukan segera dilakukan gencatan senjata antara aparat TNI-Polri dengan pihak kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional – Organisaasi Papua Merdeka (TPN-OPM), Gencatan senjata itu diharapkan dapat mengakhiri konflik bersenjata yang berkepanjangan di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Seruan bersama itu disampaikan oleh 36 imam projo Keuskupan Timika yang dibacakan oleh Pastor Agustinus S Elmas,di Rumah Transit Bobaigo Keuskupan Timika, Minggu (31/10/21).

“Mengingat konflik bersenjata di Kabupaten Intan Jaya (wilayah Keuskupan Timika) dan beberapa tempat lain di Papua yang menyebabkan begitu banyak korban, termasuk anak kecil dan juga berakibat pada pengungsian masyarakat sipil dalam skala besar, maka para Pastor Projo Keuskupan Timika – demi kewajiban kami untuk praktikkan hak asasi manusia – berseru kepada kedua belah pihak yang sedang berperang (TNI-Polri dengan TPN-OPM) agar segera mengadakan gencatan senjata dan memulai dialog untuk mendatangkan damai sejahtera yang lestari,” demikian isi seruan para imam projo Keuskupan Timika.

 

Ketua Unio yaitu organisasi para imam/konfrater Diosesan Keuskupan Timika Pastor Dominikus Dulione Hodo Pr menyebutkan seruan bersama para imam Keuskupan Timika itu tercetus lantaran adanya masalah urgen yang sementara sedang terjadi di Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya dan sekitarnya.

Pastor Dominus bercerita bahwa pada 11 Oktober lalu, rombongan Uskup Bandung Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC, Administratur Keuskupan Timika Pastor Marthin Kuayo Pr dan sejumlah imam tiba di Bilogai, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya untuk menghadiri penahbisan tiga imam baru.

Baca juga : https://kabartanahpapua.com/kontak-tembak-di-intan-jaya-satu-anggota-kksb-tewas/

“Acara tahbisan imam baru berlangsung tanggal 12 Oktober dalam suasana yang sangat meriah dan khusyuk, dihadiri oleh begitu banyak orang baik masyarakat biasa maupun aparat keamanan. Semua terlibat langsung dalam pesta iman itu,” ujarnya.

Namun, dia menyayangkan, setelah kegiatan tersebut situasi di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, kembali bergejolak.

“Rasa tenteram dan damai yang kami rasakan saat itu sekejap hilang lenyap lantaran beberapa waktu terakhir terjadi baku tembak antara TNI-Polri dengan TPN-OPM, dan itu terjadi di tengah kota,” ujar Pastor Dominikus.

Buntut dari kejadian itu, beberapa bangunan terbakar dan dua orang anak kecil terkena luka tembak, satu di antaranya meninggal dunia.

“Korban meninggal dunia atas nama Adrianus Sondegau, berusia dua tahun. Terkena tembakan di bagian perut. Sementara korban yang masih dirawat atas nama Joachim Majau, usia enam tahun, juga terkena tembakan di bagian tubuhnya,” ujar Pastor Dominikus.

Adapun dua pastor yang bertugas di Bilogai, Intan Jaya yaitu Pastor Yance Yanuarius Yogi dan Pastor Frans Sondegau yang baru ditahbiskan pada 12 Oktober lalu, ikut secara langsung membantu menolong warga yang rumahnya terbakar di dekat Bandara Sugapa beberapa hari lalu.
Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Timika melaporkan saat ini ada ribuan pengungsi yang masih bertahan di gereja dan pastoran Bilogai, Sugapa.


Warga masyarakat dari berbagai tempat itu datang berlindung ke lokasi gereja, karena merasa takut dan khawatir akan keselamatan diri mereka saat terjadi kontak tembak antara aparat TNI-Polri dengan pihak TPN-OPM.

“Informasi yang kami terima dua hari lalu jumlah pengungsi di Kompleks Pastoran Bilogai sebanyak 1.900 jiwa. Kemarin ada banyak pengungsi pindahan dari tiga gereja stasi ke gereja pusat paroki di Bilogai, sehingga jumlah pengungsi pasti semakin banyak. Kami menerima laporan dari Pastor Yeskiel Tawakidua Dole Belau bahwa para pengungsi sekarang menempati gedung gereja, rumah pastoran, asrama dan sebagian membuat tenda dekat sekolah dan lapangan sepak bola di Bilogai,” kata Staf SKP Keuskupan Timika Saul Wanimbo. (REX)

Komentar
Continue Reading

Nasional

Tinjau Pameran Alutsista TNI, Presiden: Bentuk Transparansi kepada Publik

Published

on

JAKARTA, KTP.com – Ada yang berbeda pada peringatan ke-76 Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2021. Selain menggelar upacara di halaman Istana Merdeka juga dipamerkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik negara di jalan sekitar Istana Kepresidenan, Jakarta.

Usai memimpin jalannya upacara, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta Ibu Wury Ma’ruf Amin berkesempatan meninjau pameran alutsista tersebut. Dengan mengendarai golf car, keempatnya menuju Jalan Medan Merdeka Utara yang terletak persis di depan Istana Merdeka, Jakarta.

“Dalam rangka hari ulang tahun TNI yang ke-76, kita memamerkan alutsista kita dan ini juga sebagai sebuah bentuk transparansi kepada publik bahwa APBN telah digunakan untuk membeli peralatan-peralatan ini,” ujar Kepala Negara dalam keterangannya usai peninjauan pameran alutsista.

(Baca Juga: Presiden Apresiasi Peran Besar TNI dalam Keberhasilan Penanganan Pandemi)

Presiden berharap dengan digelarnya pameran alutsista tersebut, masyarakat bisa lebih mengetahui alutsista apa saja yang dimiliki oleh TNI, terutama peralatan yang jarang diketahui seperti peluncur roket Astros atau Artillery Saturation Rocket System.

“Kita harapkan publik, masyarakat bisa tahu bahwa kita misalnya telah memiliki Astros. Astros ini sebanyak 56, ini roketnya bisa meluncur jarak 39 km, dan yang lain-lainnya nanti tolong ditanyakan ke Panglima TNI, KSAD, KSAL, atau KSAU. Inilah yang kita miliki dan ini adalah pembelian-pembelian baru. Misalnya kalau yang ini Astros baru saja di 2014 kita membeli ini. Jadi kelihatan sekali barangnya masih barang-barang baru semuanya,” jelas Presiden.

Presiden Joko Widodo meninjau pameran sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik negara di jalan sekitar Istana Kepresidenan, Jakarta pada peringatan ke-76 Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI). (Lukas – Biro Pers Sekretariat Presiden)

Selain ASTROS, beberapa jenis alutsista yang ditampilkan yaitu 2 unit kendaraan taktis ringan Sherpa Light Scout, 35 unit kendaraan taktis Anoa, 8 unit Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) Armoured Personel Carrier, dan 2 unit Rantis Bushmaster.

Ada juga 19 unit P6 ATAV, 18 unit Rudal Mistral, 2 Unit Mistral MPCV, 4 unit radar MCP, 2 unit BTR 4, 1 unit Aligator, 2 unit APC Turangga, 4 unit MLRS RM 70 Vampire beserta 1 unit Rantis Tatrapan, 2 unit Orlikon Skyshield, dan 6 unit Armed Caesar 155 MM. (FOX)

Komentar
Continue Reading

Berita Terbaru

Nasional4 jam ago

KPK didesak periksa Panitia Besar PON XX Papua

JAYAPURA,KTP.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk memeriksa dugaan penyelewengan dana oleh Panitia Besar (PB) PON XX Papua. Demikian...

Nasional9 jam ago

LPRI Merauke Desak Pemerintah Ungkap 10 Kasus Korupsi Besar di Papua

MERAUKE,KTP.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) Kabupaten Merauke, Papua, Siprianus Muda meminta pemerintah mengungkap 10...

Tanah Papua10 jam ago

Ondoafi di Jayapura sarankan Gubernur Papua beristirahat

JAYAPURA,KTP.com – Ondoafi Sosiri di Kabupaten Jayapura, Papua, Boas Asa Enoch meminta Gubernur Papua Lukas Enembe mempertimbangkan beristirahat dari jabatan....

Tanah Papua23 jam ago

Rumah Tingkat Dua Lantai di Kebun Siri  Terbakar 

TIMIKA,KTP.com – Satu unit bangunan rumah dua lantai dengan lima kamar yang terletak di jalan Kebun Siri Kelurahan Kebun Siri,...

Tanah Papua2 hari ago

FPHS Palang Pintu Masuk Ruangan Kantor Bupati Mimika

TIMIKA,KTP.com – Pintu masuk menuju ruangan Bupati dan Wakil Bupati dan Kabupaten Mimika yang ada di Gedung A, Lantai III,...

Tanah Papua2 hari ago

Pemkab Mimika Lakukan Persiapan Evaluasi Smart City Nasional

TIMIKA,KTP.com – Pemkab Mimika lakukan persiapan untuk menghadapi evaluasi Smart City secara nasional tahun 2021. Persiapan tersebut dilakukan dengan rapat...

Tanah Papua2 hari ago

DLH Mimika Maksimalkan Kerja Hadapi Natal dan Tahun Baru

TIMIKA,KTP.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bakal kerahkan menggerakkan semua sumber daya baik dari personel hingga alat angkut sampah sehingga...

Tanah Papua3 hari ago

Jalan Santai Bersama Mewarnai Hari Bakti PUPR ke 76 di Jayapura

JAYAPURA,KTP.com – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang Propinsi Papua, Gerius One Yoman, S.Pd.,M.Si secara resmi membuka acara Jalan...

Tanah Papua3 hari ago

1 Desember Kamtibmas di Mimika Kondusif

TIMIKA,KTP.com – Wakapolres Mimika Kompol Saraju, mengatakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah seluruh Polres Mimika, berjalan aman...

Tanah Papua4 hari ago

BPN Mimika Gelar Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Reforma Agraria

TIMIKA,KTP.com – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mimika menggelar rapat koordinasi tim gugus reforma agraria Mimika bersama dengan Dinas terkait dari...

Tanah Papua

Advertisement

Trending