Tanah Papua
PT Pertamina Beri Bantuan Kesehatan dan Infrastruktur Kesehatan untuk Asmat
JAYAPURA, HaIPapua.com – PT Pertamina (Persero) akan melaksanakan program jangka panjang penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Gizi Buruk dan Wabah Campak di Kabupaten Asmat sepanjang tahun 2018.
Unit Manager Communication CSR Pertamina MOR VIII Maluku Papua, Eko Kristiawan mengatakan program yang berlangsung setahun itu berupa pemberian tambahan asupan gizi dan pengadaan fasilitas pelayanan kesehatan berupa speedboat.
“Jumlah bantuan yang disalurkan selama setahun kedepan meliputi bantuan kesehatan dan infrastruktur penunjang layanan kesehatan dengan rincian tambahan asupan gizi untuk balita dan ibu hamil di tiga titik lokasi setiap bulan, serta pengadaan kapal speedboat untuk ambulans dengan total bantuan sebesar 1,8 miliar rupiah,” ujar Eko Kristiawan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/1/2018).
Eko menjelaskan, program jangka pendek yang dilakukan dengan pendekatan aksi cepat tanggap penanganan gizi buruk berupa pengiriman makanan tambahan dan susu bayi dan balita untuk menekan jumlah korban. Sementara untuk program jangka panjang dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kualitas kesehatan sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Pertamina juga mendukung peningkatan pelayanan dan fasilitas kesehatan yang menjadi prioritas di Kabupaten Asmat melalui Program Pertamina Sehati,” ujar Eko.
(Baca Juga: Stok BBM Menipis Potensi Hambat Mobilitas Tim Penanggulangan KLB Asmat)
Kapal Pengangkut BBM Segera Berangkat
Disamping pengentasan KLB, kata Eko, Pertamina juga menjamin ketahanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Asmat. Menurutnya, ada 8 lembaga penyalur yang terdiri dari 7 SPBU Kompak dan 1 SPBU khusus Nelayan di Kabupaten Asmat dengan harga jual Premium Rp6.450 dan Solar Rp5.150 sesuai Peraturan Presiden.
Untuk mengatasi menipisnya stok BBM di Asmat akibat terhambatnya pengiriman karena cuaca buruk, namun kata Eko, lembaga penyalur bisa saling menyokong kebutuhan BBM di distrik lain yang berdekatan.
“Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala Syahbandar, kapal pengangkut BBM akan berlayar dari Jobber Timika menuju Asmat dengan estimasi waktu tempuh 24 Jam, Senin (22/01) besok,” kata Eko.
Menurut Eko, konsumsi utama BBM di Kabupaten Asmat adalah produk premium untuk transportasi sungai menggunakan speedboat. Sementara, penggunaan BBM untuk kendaraan darat relatif tidak ada karena kontur wilayah berupa sungai dan rawa.
“Pertamina akan terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi BBM di Asmat dan wilayah lainnya berjalan lancar. Kami juga senantiasa berupaya maksimal untuk selalu menjaga ketahanan stok di seluruh lembaga penyalur dan semoga tidak ada kendala cuaca dalam distribusi BBM,” kata Eko. (Ong)



