Tanah Papua
Bupati Mimika Minta TNI Kejar Pelaku Pemerkosa Guru Bantu
TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Bupati Mimika Eltinus Omaleng membenarkan insiden penganiayaan dan pemerkosaan terhadap guru bantu yang dilakukan anggota kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kampung Arwanop, Distrik Tembagapura, beberapa hari lalu. Eltinus mengaku sudah berkomunikasi dengan Kepala Kampung Arwanop terkait kejadian itu.
“Jadi betul, kelompok bersenjata itu (KKSB) menawan para guru-guru. Mereka diikat, yang laki-laki dipukuli sementara yang perempuan ditelanjangi. Mereka saat ini masih di Arwanop karena belum memungkinkan dievakuasi,” kata Eltinus saat ditemui di Rumah Negara Kabupaten Mimika, Kuala Kencana, Senin (16/4/2018).
(Baca Juga: Kapolda Papua Akui Sejumlah Kampung di Tembagapura Masih Dikuasai KKSB)
Laporan terakhir yang ia terima, kata Eltinus, para guru-guru yang ditawan berhasil diselamatkan oleh warga, setelah warga dari 3 kampung yang dipimpin oleh kepala kampung menyerang dan mengejar para anggota KKSB. “Jadi Kepala Kampung Arwanop sudah berkoordinasi dengan Kepala Kampung Aingogin dan Doliningokngin dan bersama warga menantang perang anggota bersenjata. Para anggota KKSB itu akhirnya melarikan diri,” kata Eltinus.
Setelah kejadian itu, warga lalu menyelamatkan guru-guru ke tempat yang aman menunggu evakuasi. Tidak ada korban jiwa, namun menurut Eltinus, dari informasi yang ia terima ada seorang guru perempuan mengalami tekanan mental akibat kejadian itu.
“Saya juga sudah meminta bantuan pasukan TNI untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kelompok bersenjata itu tidak boleh melakukan cara-cara biadab seperti itu di Kabupaten Mimika,” kata Eltinus.
Jika kondisi sudah memungkinkan, kata Eltinus, pihaknya segera mengirim helikopter untuk menjemput para guru-guru di Arwanop. “Memang Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika mengirim 8 orang guru, masing-masing 4 orang laki-laki dan 4 orang perempuan ke Arwanop. Kami sudah menyediakan helikopter, dan jika kondisi sudah aman maka akan segera dievakuasi,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengaku telah mendapat laporan terkait aksi bejat kelompok KKSB memperkosa seorang guru di Kampung Arwanop.
“Laporan dari Kepala Kampung Arwanop Yonathan Beanal, kejadian terjadi Jumat (13/4/2018) sekitar pukul 16.30 WIT. Namun karena sulitnya akses menuju ke lokasi tersebut, maka guru bantu naas itu belum dapat dievakuasi,” kata Aidi, Sabtu (14/4/2018) lalu.
(Baca Juga: Memperjuangkan Rakyat Seperti Apa, Kalau Bakar Sekolah dan Rumah Sakit?)
Menurut Aidi, anggota TNI sudah bergerak ke arah tersebut sambil melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Kami belum dapat memastikan pelaku dari kelompok mana, namun menurut laporan warga pelaku adalah anggota KKSB dan memanfaatkan upacara bakar batu di Kampung Banti pada saat itu,” kata Aidi. (Ong)

















