Connect with us

Nasional

Ada Kelompok yang Menunggangi Isu Rasisme

Published

on

JAKARTA, Kabartanahpapua.com – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menuding ada pihak-pihak yang menunggangi unjuk rasa antirasis di sejumlah kota di Papua yang berujung kerusuhan beberapa hari lalu.

Pihak-pihak tersebut, kata Moeldoko yakni Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dan kelompok poros politik yang keduanya tidak menginginkan adanya pembangunan di Papua.

“Ini menjadi paradoks. Di satu sisi Presiden ingin melalui pembangunan sehingga Papua bisa mengejar ketertinggalan dengan daerah lain dan warganya bisa menikmati pembangunan. Namun di sisi lain ada pihak yang tidak ingin terlaksana,” ujar Moeldoko di Jakarta, Kamis (22/8/2019) dilansir dari laman detik.com.

(Baca Juga: Unjuk Rasa Antirasis di Timika Berakhir Rusuh)

Moeldoko mencontohkan bentuk keterlibatan KKSB dalam unjuk rasa itu ketika diwarnai aksi perusakan fasilitas umum. Demikian juga dengan munculnya tuntutan merdeka dan pengibaran bendera bintang kejora dalam aksi tersebut.

“Ini sama ketika mereka selalu mengganggu pembangunan jalan Trans Papua. Mereka takut, ketika infrastruktur ini selesai kesejahteraan masyarakat setempat bisa terdongkrak dan merekapun bisa kehilangan pengaruh kepada masyarakat,” kata mantan Panglima TNI 2013-2015 ini.

Demikian juga dengan kelompok poros politik yang kerap menjual kondisi masyarakat Papua yang termarjinalkan. Menurutnya, kelompok inilah yang selalu menjual ketertinggalan Papua di dunia internasional.

“Kelompok ini tentu tidak senang dengan kemajuan yang dialami Papua, karena dengan begitu mereka tidak lagi memiliki isu yang layak di jual di luar negeri,” papar Moeldoko.

(Baca Juga: Perayaan HUT Kemerdekaan RI di Papua Berlangsung Meriah, Tidak Terpengaruh Propaganda OPM)

Dia meyakini ada pihak-pihak yang mengkapitalisasi isu rasisme ini sehingga dengan cepat bisa meluas. Namun, ia mengaku bersyukur karena masih banyak masyarakat dan pejabat di Papua yang tidak terpancing isu itu.

“Saya pikir memang ada kelompok yang memanfaatkan situasi itu. Tapi alhamdulillah dengan penuh kesadaran masyarakat ternyata tidak masuk dalam skenario mereka dan masih ada pejabatnya yang arif dan bijaksana,” katanya. (Fox)

Komentar