Tanah Papua
Simpatisan Antar Pasangan RnB Pakai Becak Mendaftar ke KPUD Mimika
Timika, HaIPapua.com – Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati jalur perseorangan, Robertus Waropea dan Albert Bolang (RnB) mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Mimika, Rabu (10/1/2018).
Pasangan RnB berangkat dari Sekretariat Pemenangan di Jalan Leo Mamiri ke Kantor KPUD Mimika diantar ratusan simpatisan menggunakan becak dan diiringi tarian Kamoro dan Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Tiba di Kantor KPUD Mimika di Jalan Yos Sudarso, Pasangan RnB diterima Ketua KPUD Mimika, Theodora Ocepina Magal didampingi komisioner lainnya. Setelah menyerahkan kelengkapan berkas, pasangan RnB langsung meninggalkan Kantor KPUD.
Dihadapan simpatisan pendukung, Robertus Waropea mengaku optimis lolos verifikasi faktual dan melangkah ke tahapan selanjutnya karena sudah menempatkan posko dimana-mana. Ia juga mengaku sudah mengikuti tahapan pencalonan jalur perseorangan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Pasangan ini sudah mengikuti tahapan dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Oleh karena itu, kami harap KPUD menjalankan tugas sesuai aturan dan berlaku adil bagi semua pasangan sehingga kondisi kamtibmas tetap kondusif. Masyarakat pun bisa menyalurkan aspirasinya dengan baik tanpa adanya goresan apapun,” ujar Robertus.
(Baca Juga: KPUD Mimika: 6 Pasang Bakal Calon Perseorangan Belum Memenuhi Syarat)
KPUD Harus Bekerja Sesuai Aturan
Hal senada juga diungkapkan bakal calon wakil bupati Albert Bolang yang mendesak agar KPUD Mimika bekerja sesuai aturan. Dia mengaku sudah merasakan aura kurang baik saat verifikasi faktual di Panitia Pemilihan Tingkat Distrik (PPD) Mimika Baru. Pasalnya, berkas dukungan yang mereka berikan sebanyak 7.777 tapi yang diverifikasi hanya 1.098 berkas. “Kemana 6.000-an lebih surat dukungan yang kami serahkan?” ujar Albert.
Albert juga mempertanyakan hasil verifikasi faktual dari KPUD Mimika yang dilaksanakan hari Minggu (7/1) kemarin.
“Kami tidak diberikan status TMS (Tidak Memenuhi Syarat) maupun MS (Memenuhi Syarat), ini membuktikan ketidakpatuhan penyelenggara. Karenanya, kami serahkan ke Panwaslu untuk memberikan rasa keadilan kepada kami berdasarkan aturan hukum yang ada,” ujar Albert yang berprofesi sebagai politisi dan advokat ini.
Dia menambahkan, pesta demokrasi ini momen penting bagi masyarakat Mimika. Karena, kata Albert, ini saatnya mengubur kecelakan demokrasi masa lalu dengan membangkitkan demokrasi sekarang dengan mengedepankan hukum menjadi panglima.
“Semua pihak, baik KPUD dan semua pasangan harus mengedepankan asas hukum agar pelaksanaan demokrasi taat asas dan merubah demokrasi di Mimika menjadi lebih baik,” tegas Albert. (Rex)



