Connect with us

Tanah Papua

Satgas Yonif 501 Kostrad Beternak Ayam Potong Bersama Warga Kampung Nafri

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Salah satu Program Nawacita Presiden Joko Widodo, membangun Indonesia dari pinggiran yakni kawasan tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) sebagai perwujudan kehadiran negara untuk melindungi segenap warga, menjadikan peran pasukan pengamanan perbatasan (Pamtas) menjadi sangat penting.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Kodam XVII Cenderawasih Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa pada upacara penerimaan Satgas Pamtas RI-Papua Nugini (PNG) di Lapangan Frans Kaisiepo Kodam Cenderawasih, Jayapura, Februari 2018 lalu.

(Baca Juga: Cantiasa: Satgas Pamtas RI-PNG Berperan Mengamankan Beranda Terdepan NKRI)

Menurut Cantiasa, Satgas Pamtas berperan untuk menjaga stabilitas keamanan di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Satgas Pamtas bertanggung jawab untuk mengawasi tapal batas dari berbagai tindak kejahatan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan. Selain itu, kehadiran Satgas Pamtas juga harus menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya sebagai amanat 8 Wajib TNI,” kata Cantiasa.

Semangat inilah yang terus ditunjukkan Satgas Pamtas Batalyon Infanteri Para Raider 501 Kostrad yang menjalani penugasan memasuki bulan ke-6 di perbatasan RI-PNG di Provinsi Papua. Selama periode ini, Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad telah berulang kali menggagalkan penyelundupan narkotika dan hasil bumi dari PNG.

Selain itu memberikan pelayanan kesehatan bagi warga di wilayah perbatasan dan terakhir bersama warga Kampung Kriku membangun PLTA mini.

“Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad akan berupaya memberikan yang terbaik untuk untuk masyarakat Papua selama melaksanakan penugasan sebagai Satgas Pamtas,” ujar Dansatgas Yonif Para Raider 501 Kostrad Letkol inf Eko Antoni Chandra di Kampung Nafri, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (25/8/2018).

Seperti yang dilakukan Satgas Yonif 501 Kostrad Pos Nafri membuat peternakan ayam potong bersama warga di Kampung Nafri, Distrik Abepura yang sudah dimulai sejak Juli lalu.

Menurut Eko Antoni, anggota Pos Nafri beternak ayam potong sebanyak 300 ekor dan setiap harinya sejumlah anggota mengajak warga untuk ikut merawat, memberikan makan dan memelihara kandang.

“Tujuan dari kegiatan ini, masyarakat Kampung Nafri mengerti dan paham cara beternak ayam yang baik dan benar. Kami berharap setelah Satgas Yonif 501 Kostrad selesai melaksanakan penugasan, masyarakat Kampung Nafri sudah punya bekal untuk menjadi peternak ayam potong,” kata Eko Antoni saat bersama warga panen ayam potong.

(Baca Juga: Satgas Yonif 501 Kostrad Kembali Gagalkan Penyelundupan Ganja dan Vanili)

Beternak ayam potong, kata Eko Antoni, mudah dipahami dan diaplikasi oleh masyarakat. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk beternak ayam potong tidak terlalu lama, hanya butuh waktu kurang lebih 5 minggu atau 40 hari untuk panen.

“Beternak ayam potong selain bisa untuk konsumsi pribadi, juga dapat dijadikan lahan bisnis untuk mendongkrak perekonomian masyarakat,” ujar Eko Antoni.

Pada kesempatan itu, Eko Antoni menegaskan komitmen Satgas Yonif 501 Kostrad untuk membantu warga dan selalu terbuka dengan usulan kegiatan dari masyarakat.

“Kepada masyarakat Kampung Nafri, jangan pernah segan apalagi takut untuk menyampaikan ide atau gagasannya. Selama ide tersebut baik, bernilai positif, tidak melanggar Undang Undang, dan tentunya untuk kemajuan masyarakat di kampung, maka Satgas Yonif 501 Kostrad akan selalu siap membantu,” kata Eko Antoni menegaskan.

Kepala Kampung Nafri Marten Marhabia mengapresiasi dan mendukung kegiatan peternakan ayam potong yang dilakukan Satgas Yonif 501 Kostrad Pos Nafri. Menurutnya, kegiatan peternakan ini sangat membantu warga yang mendapat ilmu beternak ayam.

“Kegiatan ini juga membantu warga untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat mengingat tingginya harga ayam potong di wilayah Papua,” kata Marten.

(Baca Juga: PLTA Sederhana Jadi Kado HUT Kemerdekaan untuk Warga Kampung Kriku)

Hal senada diungkapkan Ibu Marice, pemilik lahan tempat pembuatan peternakan ayam. Ia mengaku sering ikut membantu anggota Pos Nafri memberikan pakan ayam karena letak peternakan dekat dengan rumahnya.

“Saya kagum dengan hasil peternakan ini. Nanti saya juga akan mencoba beternak ayam potong,” kata Ibu Marice. (Ong)

Komentar