Tanah Papua
Reynol Ubra: Warga Tak Perlu Khawatir Berlebihan dengan Virus Corona
TIMIKA, Kabartanahpapua.com – Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Reynold Ubra meminta warga setempat tidak perlu khawatir dengan ditemukannya pasien positif Covid-19 di Depok, Jawa Barat.
Apalagi menyikapi dengan kepanikan salah satunya dengan membeli masker dan bahan makanan secara berlebihan.
Hal ini diungkapkan Reynold, karena saat ini masyarakat Mimika mulai berburu masker sebagai salah satu pelindung diri dari virus Corona. Akibatnya stok masker di sejumlah apotek di Kota Timika habis.
“Mestinya di Timika jangan orang khawatir dengan corona virus,” katanya saat diwawancara di ruang kerjanya, Rabu (4/4).
Ia mengatakan, masyarakat seharusnya tidak hanya membeli masker tetapi juga membeli handsanitizer untuk mencuci tangan, kemudian menjaga etika batuk.
Lebih lanjut Reynold menyebutkan dengan kelangkaan masker ini, ada beberapa cara untuk menghindari penyakit respitori yang disebabkan melalui saluran pernafasan ialah menghindari orang yang batuk pilek, menjaga imunitas tubuh dan menjaga kebersihan tangan.
“Jangan berdekatan dengan orang yang lagi batuk pilek, jangan bertatap muka kurang dari satu meter, tidak berciuman, tidak jabat tangan,” jelas Reynold.
Reynold juga memberikan saran kepada petugas di gudang obat untuk juga melakukan hal-hal yang sama untuk mencegah virus Covid-19.
“Untuk petugas di gudang obat mencegah Covid-19 itu yakni cuci tangan, yang paling pertama adalah hindari dari orang yang batuk pilek karena tanda gejalanya itu, jaga imunitas, istirahat cukup, makan teratur, olahraga teratur minimal sehari 15 menit,” jelasnya.
Reynold menjelaskan, masker yang saat ini terjual habis di apotek juga berarti adanya kesadaran masyarakat untuk melindungi diri, apalagi masyarakat di Mimika saat ini sudah sangat mudah mengakses informasi.
Sementara untuk kenaikan harga masker di apotek, Reynold menyebut hal itu merupakan hukum pasar, apabila permintaan meningkat, maka hargapun menningkat. Meski begitu, stok masker milik Dinas Kesehatan kata dia hingga saat ini ada.
“Dinkes kami punya stok masih ada tapi itu bukan untuk apotik tapi untuk semua penyakit respiratori,” tuturnya.(Lobo)



