Connect with us

Tanah Papua

Ratusan Massa di Mimika Deklarasi Dukung Pemekaran Provinsi Papua Tengah

Published

on

TIMIKA,KTP.com – kurang lebih dua ratusan lebih massa yang tergabung dalam Forum Peduli Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua melaksanakan deklarasi damai mendukung pemekaran Provinsi Papua Tengah dan Kota Timika menjadi ibukota Provinsi Papua Tengah.

Ratusan massa tersebut membawa bendera merah putih sepanjang kurang lebih 150 cm dan membentangkan di lapangan Kantor Bupati Kabupaten Mimika SP 3 Distrik Kuala Kencana Timika,Rabu (13/4/2022)

Perwakilan dari 18 suku yang hadir dalam kegiatan deklarasi tersebut melaksanakan penandatanganan mendukung pemekaran Provinsi Papua Tengah.

Selanjutnya pembacaan pernyataan sikap oleh Ketua Forum Peduli Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Mimika, Yance Yohanes Boyau.

Pernyataan sikap dan dukungan pemekaran Provinsi Papua Tengah tersebut selanjutnya diserahkan kepada perwakilan Pemerintah Kabupaten Mimika yang diterima oleh Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika, Yan Slamat Purba.

Ada tiga pernyataan sikap yang disampaikan dalam deklarasi damai tersebut diantaranya mendukung upaya penyelesaian konflik di Papua secara bermartabat demi tercapainya Papua Damai. Mendorong penyelesaian masalah Papua secara rekonsiliasi dan restitusi menuju Papua aman. Dan mendukung implementasi UU Otsus no 22 tahun 2021 dan rencana pemekaran DOB menuju Papua damai,aman dan sejahtera.

Tokoh masyarakat Kamoro yang juga merupakan Ketua Forum Peduli Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Tengah, Yance Yohanes Boyau, kepada wartawan usia kegiatan deklarasi, mengatakan bahwa masyarakat Mimika khususnya suku Kamoro mendukung penuh pemekaran Provinsi Papua Tengah dan Kota Timika menjadi ibukota Provinsi Papua Tengah.

(Baca Juga : Dukung Pemekaran Papua Tengah, Lemasa Rencana Lakukan Sosialisasi)

“Kami terima dengan hati pemekaran Provinsi Papua Tengah, kami ingin bersaing dengan kota-kota lain.Kami dengan tulus hati menerima pemekaran kota ini,”kata Yance.

Yance menegaskan jika ada pihak pihak lain yang ingin melakukan aksi penolakan pemekaran Provinsi Papua Tengah di Kabupaten Mimika makanya pihaknya menolak dengan tegas dan mengecam aksi aksi tersebut.

” Ini wilayah adat saya,batas wilayah saya dari Mile 50 sampai laut Arafura.
Sejak tahun 1945 Indonesia merdeka 100 persen orang Kamoro NKRI harga mati tidak ada lagi tawar-menawar.
Kami terima Mimika mekar jadi provinsi Papua Tengah,”kata Yance.

Sementara itu Tokoh Pemuda Amungme, Karel Kum,mengatakan bahwa masyarakat Amungme dan Kamoro sebagai pemilik hak ulayat Kabupaten Mimika mendukung penuh pemekaran Provinsi Papua Tengah.

“Mewakili masyarakat Amungme kita nyatakan bersama dengan Kamoro untuk menerima ibukota Provinsi Papua Tengah adalah Mimika,” kata Karel.

Ia mengajak kepada seluruh masyarakat Mimika dari seluruh Nusantara yang ada di Mimika agar mendukung penuh pemakaran Provinsi Papua Tengah.

“Kita sama sama menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus bekerjasama dengan masyarakat dan pemerintah membangun Kabupaten Mimika. Siapapun yang menolak pemekaran Provinsi Papua Tengah bertentangan dengan peraturan, sebagai putra daerah kami menolak mereka yang menolak pemekaran Papua Tengah di tanah ini,”kata Karel.(MSC)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *