Connect with us

Tanah Papua

Korban Banjir Bandang di Sentani, 66 Orang Meninggal Dunia dan 4.153 Warga Mengungsi

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Tim SAR gabungan dari BPBD Kabupaten Jayapura, Basarnas, aparat TNI-Polri dan relawan terus berupaya menolong korban bencana banjir bandang yang melanda sejumlah kelurahan di Sentani, Kabupaten Jayapura sejak Sabtu (16/3/2019) malam.

Dari upaya tersebut, korban yang berhasil ditemukan terus bertambah baik dalam kondisi selamat ataupun meninggal dunia. Sementara itu, warga yang mengungsi ke tempat pengungsian terus bertambah.

(Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Sentani, Puluhan Orang Meninggal dan Ribuan Mengungsi)

Berdasarkan data yang terkumpul di Posko Induk Penanggulangan Bencana Banjir Bandang di Kantor Bupati Kabupaten Jayapura di Gunung Merah Sentani, hingga pukul 20.00 WIT tercatat korban meninggal dunia sebanyak 66 orang dan 43 orang belum ditemukan.

“Data yang terkumpul di Posko Induk Penanggulangan Bencana Banjir Bandang di Kantor Bupati Kabupaten Jayapura terkumpul data korban meninggal sudah 66 orang. Jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah karena dilaporkan ada 43 orang yang belum ditemukan di sejumlah lokasi yang terdampak banjir bandang, seperti di Kelurahan Doyo Baru,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi di Jayapura, Minggu (17/3/2019).

Sementara itu, sebanyak 4.153 orang mengungsi di 6 lokasi pengungsian yang disediakan Tim Penanggulangan Bencana Kabupaten Jayapura. Ke-6 lokasi tersebut masing-masing BTN Gajah Mada, BTN Bintang Timur, Doyo Baru, Sekolah HIS, Posko Induk di Kantor Bupati Jayapura, dan SIL Sentani.

“Pengungsi terbanyak ada di BTN Gajah Mada sekitar 1.450 warga dan di Posko induk di Gunung Merah sekitar 1.200 warga,” papar Aidi.

(Baca Juga: Presiden: Gubernur Harus Siap Jadi Komandan Satgas Darurat, Jangan Hanya Berharap Pusat)

Untuk pendataan kerusakan akibat bencana banjir bandang, dilaporkan ada 350 rumah mengalami rusak berat, 211 rumah terendam, 3 jembatan rusak berat, dan 8 drainase mengalami kerusakan.

“Pihak dari BPBD Kabupaten Jayapura masih terus melakukan pendataan kerusakan akibat bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sentani,” ucap Aidi.

Prajurit Bekang Kodam XVII Cenderawasih mendirikan dua tenda dapur umum di samping Gereja Marthen Luther Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (17/3/2019). (Pendam XVII Cenderawasih)
Kodam XVII Cenderawasih Kerahkan Personel dan Alutsista

Sebelumnya, kata Aidi, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring telah memerintahkan jajarannya untuk mengerahkan personel dan perlengkapan untuk membantu korban banjir bandang di Sentani.

Sebagai realisasi, Satuan Perbekalan dan Angkutan (Bekang) Kodam XVII Cenderawasih telah mendirikan posko bantuan dan dapur umum di Posko Gereja Marthen Luther di Sentani dan posko pelayanan di Mako Yonif 751 Raider, pada Minggu (17/3/2019).

“Kami mendirikan 2 tenda dapur umum yang masing-masing dilayani oleh 25 prajurit yang mampu melayani 1.000 hingga 3.500 orang setiap dapur umum untuk setiap kali makan. Pembuatan dua dapur umum ini untuk membantu efektivitas karena pengungsi terpencar,” kata Kabekang Kodam Cenderawasih Kolonel CBA Nurbudianto.

(Baca Juga: Sejumlah Rumah Tertimbun Longsor di Jayapura Selatan, 7 Orang Meninggal Dunia)

Selain itu, kata Aidi, Detasemen Zipur 10/KYD Jayapura juga mengerah 2 SST yang dipimpin Danden Zipur Mayor Czi Ali Isnaini. Denzipur 10 mengerahkan Dozzer, Grader, Dump Truk, Shop Contact Mobile, Dando Water Drilling, alat penjernih air sebanyak 3 unit, 2 unit truk NPS, 2 unit kendaraan roda 4 jenis OZ, tenda pleton, dan kompor lapangan.

Untuk mendukung upaya pencarian korban, kata Aidi, Kodam Cenderawasih mengerahkan 6 SSK prajurit masing-masing dari Yonif Raider 514/Sabbada Yudha dan Yonif Raider 751/Vira Jaya Sakti.

“Seluruh kegiatan perbantuan TNI dalam rangka penanggulangan bencana banjir bandang di Kabupaten Jayapura dikendalikan langsung oleh Danrem 172/PWY Kolonel Inf Jonathan Binsar Sianipar selaku Komandan Komando Pelaksana Operasi,” ujar Aidi. (Ong)

Komentar