Tanah Papua
Banjir Bandang Terjang Sentani, Puluhan Orang Meninggal dan Ribuan Mengungsi
JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jayapura menyebabkan banjir bandang di Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, pada Sabtu (16/3/2019) sekitar pukul 19.00 WIT.
Air yang bercampur material lumpur yang membawa potongan kayu gelondongan mengalir deras dari arah pegunungan Cycloop atau Dobonsolo. Sungai yang tidak mampu menampung derasnya air meluap dan menggenangi wilayah permukiman dan fasilitas umum. Bahkan jalan raya berubah menjadi aliran permukaan yang deras.
Akibat kejadian ini, ribuan warga Sentani mengungsi dan puluhan warga dikabarkan terseret air yang bercampur material lumpur dan kayu gelondongan. Air yang menggenang di jalan raya mengakibatkan arus transportasi lumpuh total dan memutus akses ke sejumlah titik permukiman yang terdampak banjir.
(Baca Juga: 1.300 KK Terdampak Banjir dan Longsor di Kota Jayapura)
Sejumlah lokasi yang terdampak banjir yakni BTN Gajah Mada, BTN Bintang Timur, BTN Sosial, BTN Permata Hijau, BTN Grand Doyo Baru, BTN Yowari, BTN Kolam Doyo Baru, dan BTN Daime Doyo Baru. Selain itu, kompleks perumahan di jalan Padang Pasir, jalan Caravan, jalan Kemiri depan Mako AURI, kali Ular Doyo Baru, pertigaan jalan menuju Mapolres Jayapura, Pasar Lama Sentani, dan kompleks permukiman Komba Sentani.
Tim SAR gabungan dari BPBD Kabupaten Jayapura, Basarnas Jayapura, TNI, Polri, dan para relawan melakukan evakuasi terhadap para korban di daerah yang aman.
Data yang terkumpul di Posko SAR menyebutkan bahwa banjir bandang ini juga mengakibatkan kerugian material berupa belasan rumah dan sejumlah kendaraan hanyut terbawa air serta ratusan rumah terendam air. Bahkan sebuah pesawat twin otter di lapangan terbang Adventis Doyo Baru Sentani ikut terbawa arus air hingga ke jalan.
Humas Pemda Kabupaten Jayapura Dody Sambodo mengatakan data yang terkumpul dari penanganan bencana banjir bandang di Kabupaten Jayapura hingga Minggu (17/3/2019) pukul 12.30 WIT, tercatat jumlah korban meninggal dunia sebanyak 49 orang, luka berat 23 orang, luka ringan 51 orang, dan 4.150 orang mengungsi.
(Baca Juga: Longsor di Mil 74 Tembagapura, Aktivitas Pabrik Pengolahan Bijih Terhenti)
Bencana banjir bandang ini, kata Sambodo, juga mengakibatkan 3 jembatan hanyut terbawa air yakni jembatan di samping Lapangan Terbang Advent di Doyo Baru, jembatan Kertosari, dan jembatan di belakang Kantor Bupati Jayapura.
“Titik terparah yang terdampak banjir bandang yakni di BTN Bintang Timur, BTN Gajah Mada, BTN Tauladan, kompleks permukiman Yonif 751 Raider, dan wilayah Doyo Baru,” ujar Sambodo di Posko Terpadu Kantor Bupati Kabupaten Jayapura di Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (17/3/2019).

Banjir bandang menerjang 9 Kelurahan di Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (16/3/2019) mengakibatkan puluhan orang meninggal dan ribuan orang mengungsi. (Humas Polda Papua)
Menurutnya, tim terpadu juga telah menyediakan tempat pengungsian di sejumlah lokasi di antaranya Kantor Bupati Kabupaten Jayapura di Gunung Merah, Rumah Kediaman Bupati, SIL, dan HIS.
“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura, bersama Basarnas Jayapura, dan aparat TNI-Polri masih melakukan upaya penyelamatan terhadap korban yang terdampak bencana, menyediakan fasilitas pengungsian, air bersih, dan makanan. Selain itu, kami juga melakukan pencatatan administrasi untuk menyamakan data agar penanganan bencana ini terkontrol dan terkendali,” katanya.
(Baca Juga: Kali Wosi Meluap, Puluhan Rumah di Manokwari Terendam Banjir)
Dia berharap tim SAR gabungan ini bisa segera menjangkau semua warga yang terdampak bencana dan meminta kepada warga yang belum terlayani untuk segera melapor ke posko terdekat untuk mendapat pelayanan dari tim SAR gabungan yang sudah dibentuk.
“Korban luka ringan yang sudah mendapat perawatan di RSUD Yowari Jayapura sudah dikembalikan ke rumah masing-masing atau ke posko pengungsi. Sementara yang mengalami luka berat masih menjalani rawat inap,” katanya. (Mas)

















