Tanah Papua
Sejumlah Rumah Tertimbun Longsor di Jayapura Selatan, 7 Orang Meninggal Dunia
JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jayapura sejak Sabtu (16/3/2019) sore juga berdampak di wilayah Kota Jayapura. Bencana tanah longsor terjadi di kompleks Ampera Dalam, Kelurahan Numbay, Kecamatan Jayapura Selatan, Kota Jayapura, pada Minggu (17/3/2019) dini hari sekitar pukul 00.15 WIT.
“Sejumlah rumah di belakang Masjid Al Muhajirin tertimbun tanah longsor yang mengakibatkan 7 orang meninggal dunia dan 5 orang luka-luka,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/3/2019).
(Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Sentani, Puluhan Orang Meninggal dan Ribuan Mengungsi)
Menurut Kamal, kejadian ini pertama kali diketahui oleh Panjul (30) yang saat itu sedang berada di masjid. Setelah mendengar suara gemuruh dan melihat sejumlah rumah di belakang masjid tertimbun tanah longsor, Panjul (30) kemudian berteriak memberitahu warga sekitar.
“Dengan peralatan seadanya, Panjul (30) bersama warga sekitar kemudian berupaya menolong warga yang tertimbun longsor. Sekitar pukul 00.50 WIT, Panjul (30) kemudian melaporkan kejadian ini ke Mapolres Jayapura Kota,” kata Kamal.
Sekitar 15 menit setelah menerima laporan, 1 regu anggota Polres Jayapura Kota yang dipimpin Kasat Binmas AKP Kendek tiba di lokasi kejadian. Mereka kemudian langsung membantu warga untuk melakukan pencarian korban yang tertimbun longsor.
“Sekitar pukul 01.45 WIT, seorang korban bernama Muhammad (7) berhasil dievakuasi dari timbunan material longsor. Saat tiba di RSUD Dok II Jayapura, korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” kata Kamal.
(Baca Juga: Anomali Cuaca Akibat Siklon Tropis Penny, Kota Jayapura Dilanda Banjir dan Tanah Longsor)
Setelah penemuan korban pertama, 10 menit kemudian warga kembali menemukan dua korban yang tertimbun longsor yakni Herawati (34) dan Salman (1). Ibu bersama anaknya ini kemudian dievakuasi ke RS Marthen Indey. Selanjutnya seorang korban lagi bernama Zakir (9) berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi ke RS Marthen Indey.
“Setelah dilakukan upaya penanganan di Instalasi Gawat Darurat, pihak RS Marthen Indey kemudian menyatakan ke-3 korban meninggal dunia,” papar Kamal.
Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas bersama jajarannya yang datang ke lokasi kejadian sekitar pukul 02.00 WIT, kemudian memimpin upaya pencarian. Pencarian, kemudian melibatkan 2 unit eskavator untuk mencari 3 orang yang masih tertimbun longsor.
“Tiga korban lainnya akhirnya berhasil ditemukan yakni Deri Candra (27), Intan (20), dan Bilkis (4). Ketiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah dievakuasi ke RS, jenazah ketiganya kemudian disemayamkan di Masjid Baiturahim Jayapura bersama korban lainnya,” kata Kamal.
(Baca Juga: 1.300 KK Terdampak Banjir dan Longsor di Kota Jayapura)
“Sebelumnya, 5 orang korban luka-luka yang berhasil ditemukan yakni Hj Salma (58), Fira Yuniar (18), Buhera (62), Nur Fadia (20), dan Ardi (27) kemudian dievakuasi ke RS Marthen Indey,” ujar Kamal menambahkan.
Kamal mengatakan 7 korban meninggal dunia yang disemayamkan di Masjid Baiturahim Jayapura selanjutnya akan dimakamkan di pekuburan Islam di Buper Waena, setelah salat Zuhur.
“Prosesi pemakaman seluruhnya ditangani oleh Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura,” ucap Kamal. (Ong)


















