Connect with us

Tanah Papua

Kemensos Bantah Isu 139 Warga Nduga Meninggal di Pengungsian

Published

on

WAMENA, Kabartanahpapua.com – Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) RI Harry Hikmat membantah laporan Tim Solidaritas untuk Nduga yang menyebut ada 139 pengungsi asal Kabupaten Nduga yang meninggal dunia.

Sebelumnya, dalam diskusi bertajuk situasi Nduga di Kantor LBH Jakarta, Kamis (18/7/2019) lalu, anggota Tim Solidaritas untuk Nduga Hipolitus Wangge mengungkapkan ada 129 pengungsi asal Nduga meninggal dunia di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Hipolitus menyebut para pengungsi yang meninggal dunia sebagian besar akibat kelaparan. Berselang sehari, kepada sejumlah media, Hipolitus mengklaim ada 139 pengungsi asal Nduga yang meninggal akibat terserang berbagai penyakit.

“Tidak benar berita lebih dari 130 orang meninggal dalam pengungsian,” ujar Harry usai menyerahkan bantuan Kemensos di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (30/7/2019).

(Baca Juga: Bantah Laporan Solidaritas untuk Nduga, Kodam Cenderawasih: Laporan Asal Bunyi)

Harry mengatakan laporan dari Pemda Kabupaten Nduga dan aparat keamanan bahwa jumlah korban meninggal dunia yang terdata hingga saat ini mencapai 53 orang. Dari jumlah itu, ada 23 orang anak-anak. “Rata-rata penyebabnya karena sakit dan bukan kejadian luar biasa,” kata Harry.

“Kemensos selalu terbuka menerima informasi terbaru terkait kondisi pengungsi asal Kabupaten Nduga yang tersebar di Wamena, Kenyam, Timika, dan Kabupaten Lanny Jaya,” kata Harry menambahkan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Nduga Namia Gwijangge mengatakan hasil pendataan Pemda Nduga di 11 distrik (kecamatan) mencatat ada 53 pengungsi yang meninggal dunia.

“Data 53 orang yang meninggal itu lengkap dengan nama dan lokasi meninggalnya. Informasi pengungsi yang meninggal sebanyak 139 orang belum terverifikasi,” ujar Namia.

(Baca Juga: Tertahan di Gudang Dinsos Papua, Kemensos Serahkan Langsung Bantuan Tahap II untuk Pengungsi Nduga)

Sebelumnya, Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi secara tegas membantah laporan Tim Solidaritas untuk Nduga.

“Terus terang kami TNI tidak mengerti itu data dari mana, bagaimana cara mendatanya, dan dimana pengungsi itu,” ujar Aidi, Sabtu (20/7/2019) lalu.

Mantan Dandim 1702 Jayawijaya ini mempertanyakan keabsahan data yang disampaikan Tim Solidaritas Nduga tersebut. Pasalnya, 80 persen penduduk di Kabupaten Nduga belum memiliki memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga.

“Lalu, bagaimana memastikan bahwa orang yang diklaim sebagai pengungsi adalah warga asal Kabupaten Nduga. Terlebih kebiasaan masyarakat hidup berpindah-pindah” ucap Aidi. (Ong)

Komentar