Nasional
Kegiatan Tim Kesehatan Berlanjut, Tunggu Program Terpadu Pemerintah Pusat
AGATS, HaIPapua.com – Komandan Satuan Tugas Kesehatan (Satgaskes) TNI, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan menegaskan bahwa Pemerintah Pusat dari lintas Kementerian dan Lembaga tengah menyusun rencana kelanjutan penanganan kesehatan pascakejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat. Dalam rapat evaluasi, Asep menceriterakan pengalamannya menghadiri sejumlah pertemuan membahas KLB Asmat di Jakarta.
“Sejumlah pihak mulai memahami kondisi sebenarnya di Kabupaten Asmat dan saat ini Pemerintah Pusat sedang menyusun rencana kegiatan pasca KLB secara terpadu yang bisa diterapkan di Asmat,” ujar Asep didampingi Bupati Asmat Elisa Kambu di Posko Kesehatan Terpadu di Agats, Kabupaten Asmat, Minggu (11/2/2018) malam.
(Baca Juga: Tantangan Kesehatan Papua: Alam, Manusia, dan Tatakelola)
Sebelum rencana aksi tersebut, kata Asep, Pemerintah Pusat akan mengundang Pemerintah Kabupaten Asmat dan Provinsi Papua bersama Satgas Kesehatan Terpadu untuk bersama membahas rencana bersama agar tepat sasaran.
“Untuk mengentaskan masalah gizi buruk, perlu adanya revolusi sosial dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, program-program yang ingin diterapkan itu perlu memahami kondisi masyarakat Asmat,” kata Asep.
Menurut Asep, kegiatan tanggap darurat yang dilakukan tim terpadu dari Satgaskes TNI, Kemenkes, Dinkes Asmat, dan Polri sudah terlaksana dengan baik. Sambil menunggu program kesehatan terpadu dari Pemerintah Pusat, kata Asep, tim kesehatan terpadu tetap akan melanjutkan kegiatan pendampingan pasien rawat jalan dan pelayanan kesehatan di kampung-kampung.
“Hingga saat ini total jumlah anak yang mendapat vaksinasi di 224 kampung sebanyak 17.761 orang. Jumlah ini bertambah 424 orang dari data terakhir saat KLB campak dinyatakan selesai, 5 Februari lalu. Tim Kesehatan pascaKLB kembali menemukan 5 kasus gizi buruk,” kata Asep.
(Baca Juga: Presiden Jokowi Ajak Kementerian dan Kepala Daerah Bahas Solusi KLB Asmat)
“Terima kasih kepada semua pihak yang hingga saat ini masih berada di Asmat untuk melakukan pelayanan kesehatan,” kata Asep yang saat ini menjabat sebagai Komandan Korem 174 ATW Merauke.
Dinsos Asmat fokus salurkan bantuan
Ditempat yang sama, Bupati Asmat Elisa Kambu meminta Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Asmat untuk fokus menyalurkan bantuan pasien dan keluarga pasien untuk membantu mempercepat pemulihan kesehatan mereka. Karena jumlah bantuan masih banyak, Elisa meminta agar disalurkan pula kepada masyarakat yang membutuhkan khususnya kepada anak-anak, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Dinsos harus tetap fokus menyalurkan bantuan yang saat ini menumpuk di Agats. Berikan kepada keluarga pasien dan pasien yang menjalani rawat jalan serta masyarakat umum yang membutuhkan sesuai kesepakatan, seperti anak-anak dan ibu hamil,” kata Elisa Kambu saat memimpin rapat evaluasi didampingi Dansatgaskes TNI.
Elisa juga meminta kepada Dinsos Asmat untuk segera mengurus bantuan yang saat ini masih menumpuk di Timika, Kabupaten Mimika untuk segera mengurus pengangkutan ke Agats, Kabupaten Asmat untuk disalurkan. (Ong)
















