Tanah Papua
Kapolda Papua: TNI-Polri Kejar Purom Wenda, Gembong Pengacau Keamanan di Lanny Jaya
JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin menegaskan bahwa aparat TNI-Polri sedang berupaya menangkap Purom Okiman Wenda, pentolan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kabupaten Lanny Jaya.
Menurut Martuani, Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) TNI-Polri sudah membuat satu pos di Distrik Balingga dekat dengan persembunyian Purom Wenda.
“Kami sudah menempatkan satu peleton anggota TNI-Polri di pos tersebut untuk menunggu momentum menangkap Purom Wenda dan pengikutnya,” ujar Martuani saat silaturahmi bersama insan pers di Aula Rastra Samara, Mapolda Papua, Jayapura, Selasa (13/11/2018).
(Baca Juga: 2 Anggota KKSB Tewas Dalam Kontak Tembak Dengan TNI-Polri di Lanny Jaya)
Martuani mengatakan pendirian pos Satgas Gakkum TNI-Polri di Balingga bertujuan untuk mengantisipasi penyerangan terhadap warga sipil di Distrik Balingga dan sekitarnya. Dari hasil penyelidikan TNI-Polri, kata Martuani, anggota Purom Wenda akan menyerang warga sipil pendatang yang berada di sekitar Balingga.
“Salah satu yang menjadi sasarannya adalah pengemudi ojek, seperti yang dilakukan pada awal November lalu yang menewaskan Yanuar (42),” kata mantan Kapolda Papua Barat ini.
Selain menempatkan pasukan di Pos Balingga, kata Martuani, Polres Lanny Jaya juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya untuk mengungsikan sementara para guru dan tenaga medis pendatang dari Distrik Balingga.
“Langkah ini untuk mengantisipasi penyerangan terhadap para guru dan tenaga medis seperti yang terjadi di Kabupaten Nduga dan Mimika beberapa waktu lalu,” ujar Martuani.
(Baca Juga: Satgas Pamrahwan Yonif 756 Amankan 8 Anggota KKSB dan 2 Pucuk Senpi)
Persenjataan Modern
Martuani mensinyalir KKSB pimpinan Purom Wenda memiliki persenjataan modern dan amunisi yang cukup banyak. Senjata dan amunisi ini diperoleh dari hasil rampasan setelah menyerang anggota TNI-Polri.
“Berdasarkan analisa kami, kelompok ini memiliki persenjataan paling lengkap diantaranya senjata jenis AK-47 dan Mouser, serta memiliki amunisi yang cukup banyak. Senjata dan amunisi ini mereka peroleh di antaranya dari penyerangan Polsek Pirime pada 2012 lalu dan penyerangan anggota Brimob di Kabupaten Puncak,” papar Martuani.
Namun, amunisi dari kelompok ini diduga sudah menipis setelah dipukul mundur saat kontak tembak dengan Satgas Gakkum TNI-Polri pada 4 November lalu.
“Dalam kontak tembak itu, kami berhasil mengamankan 98 butir amunisi berbagai ukuran yang mereka tinggalkan di lokasi karena dipukul mundur. Perkiraan kami, amunisi mereka sisa dua rantai atau sekitar 60 butir,” kata Martuani yang baru saja berkunjung ke Kabupaten Lanny Jaya.
(Baca Juga: TNI-Polri Duduki Markas KKSB di Yambi dan Tiom, Pemerhati HAM Berkoar-Koar)
Sumber Gangguan Keamanan di Lanny Jaya
Kapolda Papua menegaskan bahwa aparat TNI-Polri akan berupaya maksimal menangkap Purom Wenda karena menjadi sumber gangguan keamanan di wilayah tersebut. Guna mendukung langkah penegakan hukum tersebut, Martuani mengaku sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan anggota DPRD Lanny Jaya.
“Kami akan berupaya menangkap Purom Wenda untuk memastikan agar ancaman gangguan keamanan di wilayah tersebut tidak berulang,” pungkas Martuani. (Ern)



