Tanah Papua
Polres Merauke Amankan 3 Orang Beserta 5 Pucuk Senpi dan Puluhan Amunisi
JAYAPURA, KTP.com – Polres Merauke mengamankan 3 orang terduga perakit senjata api (senpi) beserta barang bukti 5 pucuk senpi laras panjang beserta puluhan amunisi kaliber 5,56 milimeter di Distrik (kecamatan) Merauke, Kabupaten Merauke.
Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji mengatakan tiga orang terduga perakit senpi berikut barang bukti diamankan di waktu dan tempat yang berbeda.
“Pengungkapan kasus senpi ini dilakukan Timsus Rajawali yang melakukan penggerebekan di lokasi berbeda pada Minggu (28/2/2021) malam dan Senin (1/3/2021) subuh,” ujar Untung di Merauke melalui telepon selulernya.
(Baca Juga: Kontak Tembak di Areal PTFI, Satu Anggota KKB Tertembak)
Terungkapnya kasus senpi ini bermula ketika Timsus Rajawali mengamankan seorang warga berinisial AG di Distrik Merauke, pada Minggu (28/3/2021) malam sekira pukul 21.00 WIT. Dari dalam mobil yang dikendarai AG ditemukan 3 pucuk senpi beserta 38 amunisi kaliber 5,56 milimter, 2 buah peredam, dan teleskop 350 yard (320 meter), serta sejumlah peralatan las.
“AG beserta barang bukti kemudian diamankan di Mapolres Merauke,” katanya.
Dari pengembangan hasil pemeriksaan terhadap AG, selanjutnya dilakukan penggerebekan di suatu tempat di Distrik Merauke pada Senin (1/3/2021) subuh sekira pukul 04.15 WIT.
“Dalam penggerebekan itu diamankan 2 orang beserta barang bukti 2 pucuk senpi laras panjang, peredam dan puluhan amunisi kaliber 5,56 milimeter,” katanya.
Berburu
Dari pengakuan warga berinisial AG, senjata rakitan tersebut untuk keperluan berburu. Namun yang mencurigkan karena jumlah senjata yang diamankan tersebut lebih dari satu dan puluhan amunisi yang diamankan kaliber 5,56 milimeter yang banyak dipakai aparat TNI-Polri.
“Kami menduga senjata ini bukan rakitan, yang terlihat dari larasnya. Mereka diduga melakukan modifikasi (assembling) dengan memasang peredam dan teleskop,” ucapnya.
(Baca Juga: Kontak Tembak di Intan Jaya, Satu Anggota KKSB Tewas)
Untung menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait 3 orang tersebut berikut asal senjata dan amunisinya. Ia juga belum dapat memastikan kaitannya dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.
“Kami masih melakukan pengembangan kasus senpi ini,” pungkasnya. (MAS/ONG)

