Tanah Papua
Dipicu Ulah Pemuda Mabuk, Seorang Warga Tertembak di Kampung Poumako
TIMIKA, KTP.com – Seorang warga tertembak saat terjadi kericuhan ketika berlangsung negosiasi pembukaan blokade jalan di kampung Poumako di Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Minggu (7/3/2021) malam.
Andreas (19) mengalami luka tembak di dada kiri dan kini dirawat intensif di RSUD Mimika.
Informasi yang dihimpun, kejadian bermula dari keributan di depan Pos Kamling Nusantara di kampung Poumako, pada Minggu (7/3/2021) malam sekira pukul 18.30 WIT.
Soter Moporteyau (18) yang sedang mabuk menghentikan kendaraan pengangkut air galon dan memaksa untuk menumpang. Karena permintaannya ditolak, Soter (18) kemudian menutup jalan sehingga mobil tidak bisa melintas.
Sempat terjadi cekcok mulut hingga berujung pengeroyokan yang mengakibatkan Soter (18) babak belur. Warga kampung yang melihat kejadian tersebut langsung berlarian ke jalan, dan ada di antara mereka membawa senjata tajam.
Seratusan warga yang marah dengan pengeroyokan itu lalu memblokade jalan yang menjadi satu-satunya akses menuju Pelabuhan Poumako.
(Baca Juga: Kekerasan Terus Berulang, Pimpinan Gereja Katolik di Papua Ajukan Tiga Solusi)
Beberapa saat berselang, piket jaga Polsek Pelabuhan Poumako yang dipimpin Bripka Ridwan datang ke lokasi kejadian. Mereka berusaha menenangkan massa dan meminta untuk membuka blokade jalan.
Massa yang sebagian besar ibu-ibu dan pemuda menolak permintaan itu, lalu membakar ban bekas di tengah jalan. Mereka memaksa polisi untuk menangkap pelaku penganiayaan sebelum membuka blokade jalan.
Sekira pukul 20.00 WIT, Kapolsek Pelabuhan Poumako Ipda I Made Ariwibawa bersama Kapolsek Mimika Timur Iptu Wilston tiba di lokasi kejadian bersam sejumlah personel Brimob BKO Polsek Mimika Timur.
Kedua Kapolsek tersebut berusaha membujuk massa untuk membuka blokade jalan dan meminta agar Soter (18) dibawa ke RSUD untuk diobati. Upaya tersebut kembali ditolak massa.
Berselang 30 menit kemudian, Personel Jaga Polres Mimika yang dipimpin AKP Ahmad Dahlan bersama Brimob BKO tiba di lokasi.
Mereka kemudian berusaha mendekati tokoh masyarakat Kampung Poumako, namun kesulitan karena sebagian besar warga dipengaruhi minuman beralkohol atau minuman keras (miras). Massa tetap berkeras meminta menghadirkan pelaku pengeroyokan warga mereka.
(Baca Juga: Danrem 172: Tidak Ada Toleransi Terhadap Miras dan Narkoba)
Di tengah upaya negosiasi dengan warga, tiba-tiba datang truk Yonif 754/ENK yang mengangkut 16 personel bersenjata lengkap. Mereka memaksa massa membuka jalan, namun mendapat penolakan.
Cekcok mulut ini berubah menjadi rusuh ketika ada anggota TNI yang terbawa emosi hendak memukul salah seorang pemuda dan dibalas lemparan batu dari massa. Karena situasi semakin tidak terkendali, aparat kemudian melepaskan tembakan peringatan ke udara.
Tak lama berselang, seorang pemuda yang belakangan diketahui bernama Andreas (19) ditemukan tergeletak dengan luka tembak di dada kiri. Melihat ada warga yang tertembak, massa mulai mundur mencari perlindungan.
Aparat yang ada di lokasi langsung berkoordinasi dengan tokoh masyarakat untuk mengevakuasi Andreas (19) bersama Soter (18) ke RSUD Mimika. Hingga malam tadi, aparat masih berada di lokasi kejadian untuk menenangkan massa bersama para tokoh masyarakat setempat. (REX)



