Tanah Papua
Aktivitas Persekolahan Lumpuh Akibat Konflik Bersenjata
TIMIKA, KTP.com – Konflik bersenjata antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) dengan aparat TNI-Polri di sejumlah kabupaten di Papua telah melumpuhkan pelayanan publik di antaranya aktivitas persekolahan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait saat ditemui di Pendopo Rumah Negara di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Senin (24/5/2021).
“Aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah di daerah konflik hingga saat ini tidak berjalan,” ujar Christian.
(Baca Juga: PB PGRI Kutuk Penembakan yang Menewaskan 2 Guru di Papua)
Menurutnya, ada tiga kabupaten di Papua yang hingga kini masih terdampak konflik bersenjata antara KKB dengan aparat TNI-Polri. Daerah itu yakni, Kabupaten Intan Jaya, Nduga, dan Kabupaten Puncak.
“Aktivitas belajar mengajar di Kabupaten Intan Jaya saat ini masih lumpuh. Di Nduga sudah mulai beraktivitas, sementara di Puncak, aktivitas persekolah dilaporkan masih berjalan kecuali di Distrik Beoga,” katanya.
(Baca Juga: Mereka Guru Terbaik, Tidak Semua Guru Mau Bertahan di Pedalaman Papua)
Christian mengungkapkan bahwa masalah yang sering menghambat proses persekolahan karena dipengaruhi faktor eksternal yaitu faktor lingkungan. Sebagai contoh aktivitas persekolahan di daerah konflik terhenti akibat tidak adanya rasa aman.
“Kita harapkan konflik ini bisa segera berakhir supaya anak-anak bisa kembali bersekolah. Karena konflik bersenjata yang berlarut ini mengakibatkan sekolah dan anak-anak menerima dampaknya,” kata mantan Sekda Kabupaten Lanny Jaya ini. (JND/REX)



