Connect with us

Tanah Papua

Enam Awak KM Uty Star Belum Ditemukan

Published

on

TIMIKA, KTP.com – Pencarian 6 awak KM Uty Star yang karam di perairan pulau Yapero sepanjang hari ini belum membuahkan hasil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, George Mercy Randang mengatakan pencarian awak kapal naas itu dilakukan sejak pukul 07.00 WIT hingga pukul 18.00 WIT.

“Pencarian pada hari ke-4 ini melibatkan tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, TNI AL, dan Polairud. Selain itu, keluarga korban juga ikut menyisir tepian pantai menggunakan kapal kayu,” ujar George di Timika, Jumat (19/2/2021).

(Baca Juga: KM Uty Star Karam di Perairan Pulau Yapero)

George menjelaskan fokus pencarian tim SAR gabungan yang menggunakan kapal karet RIB 400PK masih mengacu pada perhitungan prediksi SARMAP (SARMAP Prediction) yang diperluas.

Prediksi SARMAP yaitu perhitungan pergeseran objek yang dicari menyesuaikan data arus dari BMKG sehingga perhitungan titik duga sebaran di mana objek bergeser bisa diperkirakan ke arah mana.

“Setelah memperhitungkan jarak dan waktu perjalanan dari posko menuju lokasi kejadian cukup jauh dan agar pencarian lebih efektif akhirnya tim SAR gabungan memutuskan untuk membuat bivak di sekitar pulau Yapero,” katanya.

(Baca Juga: Hari Ke-3 Pencarian Kru Uty Star, Tim SAR Gabungan Belum Buahkan Hasil)

Namun, pencarian yang dilakukan hingga petang tadi belum membuahkan hasil.

“Rencananya pencarian akan dilanjutkan esok hari pada pukul 06.00 WIT,” pungkasnya.

Ahot, salah seorang awak KM Uty Star yang diselamatkan kapal minyak di perairan Agimuga dirawat di RSUD Mimika. (ist/ Kantor SAR Timika)

Seperti diberitakan sebelumnya, KM Uty Star karam di perairan Pulau Yapero, Kabupaten Mimika, Selasa (16/2/2021) sekira pukul 16.30 WIT.

Dari 7 awak kapal ikan naas ini, satu di antaranya bernama Ahot berhasil diselamatkan kapal minyak di perairan Agimuga, Rabu (17/2/2021) lalu dan saat ini sudah dievakuasi ke RSUD Mimika.

Enam awak KM Uty Star yang belum ditemukan yakni Edi, Umar, Eben, Yesi, Heri dan Simon. (JND)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *