Connect with us

Nasional

Moedoko: LIPI Harus Lebih Terbuka dan Membumi

Published

on

SUBANG, Kabartanahpapua.com – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko mengapresiasi kerja nyata Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam mengaplikasikan teknologi pangan untuk membantu pengentasan stunting dan gizi buruk di Tanah Air.

Menurut Moeldoko, inovasi teknologi pangan dari Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna (PPTTG) LIPI dapat membantu masyarakat untuk mengembangkan hasil perkebunan dari petani lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Hal tersebut disampaikan Moeldoko saat mengunjungi PPTTG LIPI di Subang, Jawa Barat, akhir pekan kemarin.

“LIPI dapat memanfaatkan buah nanas yang merupakan hasil perkebunan unggulan di Kabupaten Subang, menjadi produk makanan kemasan bergizi seperti Banana Bar dan Banana Flakes (BaFle). Ini menjadi langkah maju karena selama ini petani hanya menjual buah nanas madu,” kata Moeldoko didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

(Baca Juga: Tangani Stunting, Pemerintah Libatkan Sebanyak Mungkin Kementerian dan Lembaga)

Kunjungan Kepala Staf Kepresidenan ini merupakan kunjungan balasan setelah Juli lalu LIPI melakukan audiensi ke Kantor Staf Presiden (KSP) untuk melaporkan upaya kolaborasi dengan Pemerintah menangani persoalan stunting dan gizi buruk.

Dalam kunjungan ini, Moeldoko bersama Mendikbud didampingi Kepala LIPI Laksana Tri Handoko dan Kepala PPTTG LIPI Pramono Nugroho melihat langsung proses pengaplikasian teknologi pangan dalam pembuatan beberapa jenis produk seperti Banana Bar, Banana Flakes (BaFle), mie non-gluten yang berbasis jagung, dan Jus Mix Aloevera.

“Saya berharap agar LIPI dapat lebih terbuka lagi kepada masyarakat, lebih menghampiri, dan lebih membumi lagi, karena selama ini belum banyak masyarakat yang mengetahui program-program lembaga ilmu pengetahuan ini,” ujar Moeldoko kepada Kepala LIPI dan jajarannya.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko didampingi Kepala LIPI Laksana Tri Handoko melihat langsung proses pembuatan sejumlah produk makanan dengan pendekatan teknologi pangan berbasis bahan baku lokal di Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna (PPTTG) LIPI di Kabupaten Subang, Jawa Barat. (ist/KSP)

Memanfaatkan Keunggulan Lokal

Kepala LIPI Laksana Tri Handoko menilai kunjungan Kepala Staf Kepresidenan bersama Mendikbud sebagai bentuk dukungan kepada LIPI untuk mengembangkan produk makanan dengan pendekatan teknologi pangan berbasis bahan baku lokal. Ia berharap inovasi dari LIPI ini semakin memperkuat usaha pengentasan stunting di negeri ini.

“Pencegahan stunting menjadi salah satu komitmen kami. Ini bisa ditunjukkan dengan pengembangan teknologi pangan fungsional berbasis bahan baku lokal. Salah satunya adalah produk Banana Bar (Pro Barz) yang telah dicicipi oleh Presiden Jokowi dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim beberapa waktu lalu,” kata Handoko.

(Baca Juga: Presiden Ingatkan Pentingnya Asupan Gizi untuk Ibu Hamil dan Anak Sampai Usia 2 Tahun)

“Selain Banana Bar, kami juga menghasilkan produk lainnya seperti Banana Flake (BaFle), mie non gandum, dan produk lainnya yang merupakan produk pangan fungsional. Kami berharap berbagai produk itu mampu membantu dalam penanganan stunting di Indonesia,” ujar Kepala PPTTG LIPI Pramono Nugroho menambahkan.

Pramono menjelaskan, pengembangan pangan fungsional ini sengaja memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal, sehingga memudahkan dalam proses produksinya, khususnya bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bermitra dan memanfaatkan teknologi LIPI.

“Kami mendorong UMKM dan masyarakat setempatlah yang menjadi sasaran teknologi pangan fungsional LIPI ini, agar produk pangan terjangkau dengan mudah. Hasilnya adalah masyarakat mendapat asupan pangan yang bergizi tinggi dan upaya pencegahan stunting bisa berjalan dengan baik,” kata Pramono. (Fox)

Komentar