Connect with us

Tanah Papua

Harga Kedelai di Mimika Naik 40 Persen Pengusaha Tempe Mengeluh

Published

on

TIMIKA,KTP.com – Harga kedelai di Mimika naik 40 persen yang tadinya Rp 422 ribu per karung 50 kg menjadi Rp 750 ribu per karung, hal tersebut membuat pengusaha tempe dan tahu mengeluh karena karena pihaknya otomatis harus memutar otak untuk mensiasati harga jual agar tidak terlihat naik tinggi.

Maryatun pengusaha tempe di jalan Hasanuddin Timika, Rabu (30/3/2022) mengatakan, berbagai langkah telah dilakukan olehnya dengan rekan pengusaha tempe lain untuk menyikapi kenaikan harga. Salah satunya adalah mengurangi volume tempe sehingga ukurannya lebih kecil dengan harga yang sama.

“Ini ukurannya dikecilkan-dikecilkan tidak turun. Jadi awalnya tempe ini Rp 10.000 dapat 8 buah sekarang dikurangi 7 buah. Terus tahu awalnya Rp 2.000 dijadikan Rp 2.500 per biji, harga pengecer 1 buah Rp 2.000, yang besar Rp 10.000 dapat 3, sekarang Rp 4.000 dapat 1. Ukuran lebih kecil biasanya 12 tapi sekarang Rp 10.000 kita kurangi jadi 10, (khusus harga pabrik),”jelasnya.

Maryatun menyebut kesepakatan dan harga tersebut diberlakukan setelah adanya keputusan bersama antara pengusaha tahu dan tempe di Mimika.

“Kemarin kan sempat mogok 2 hari jadi hari senin kita sudah kasih naik. Selama ini dipertahankan, dikecilkan, tetap saja tidak bisa nutupi,”tuturnya.

Pengusaha tempe yang sudah membuat tempe sejak 2002 tersebut meminta pemerintah untuk memperhatikan pedagang tempe di Mimika.

“Memang berat sih, maunya pemerintah memperhatikan, kaya rakyat kecil begini kalau bisa disubsidi lah entah berapa. Semua pedagang tahu tempe kayanya menjerit betul, cuman mempertahankan usaha saja, kalau di lihat keuntungan itu kayanya sejak corona sampai sekarang saja tipis lah, boleh dikatakan untuk putaran (bertahan agar usaha tak tutup) saja,” ungkapnya.

Menurut Maryatun kenaikan kedelai merangkak secara perlahan sejak awal corona, bahkan menurutnya sudah tidak dapat dikendalikan.

“Jadi kita pertahankan saja untuk gaji karyawan, dan beli bahan baku, awal-awal saya tidak pernah pinjam di bank sampai kemarin itu terpaksa saya pinjam ke bank, biasanya 1 kontainer Rp 180 juta, naiknya paling Rp 190 juta sekarang sampai Rp 307 juta, saya pesannya langsung 1 kontainer dari Surabaya,” ujarnya.

Alternatif pengiriman lain pun menurutnya masih relatif tinggi sebab kata Maryatun pengiriman ekspedisi yang biasanya Rp 18 juta, sudah naik menjadi Rp 21 juta. Sehari produksi tempe dan tahun pabrik milik Maryatun dapat menghasilkan sekitar 4 kuintal.

Sementara itu seorang pedagang tempe di pasar sentral Mimika Muryanti meminta kepada pemerintah untuk bisa membantu memberikan subsidi kontainer.

Ia juga menyampaikan saat ini harga tempe yang dijualnya masih berkisar Rp 5.000 rupiah per tiga biji sementara tahu Rp 2.500 rupiah per bijinya.

“Saya minta bupati dan Wabup tolong kontainer ini menurun sedikit biar tahu tempe jangan kesulitan, harga kedelai naik, kontainer juga naik,” ungkapnya.(DEN)

Komentar
Continue Reading
Advertisement
   
   
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *