Tanah Papua
Tim SAR Evakuasi Enam Orang Korban Kecelakan Beruntun
TIMIKA,KTP.com – Tiga mobil ditimika alami kecelakan beruntut akibatnya enam orang jadi korban.Kejadian itu terjadi dijalan Yos Sudarso tepanya di depan lapangan eks pasar Swadaya Timika,Selasa (29/6/2021).
Kecelakan beruntun itu terjadi pada pukul 08.00 WIT dan atas kecelakan itu, 1 orang mengalami patah tulang kaki kanan dan berada di bawah mobil, 1 orang terjepit di dalam mobil,3 orang mengalami luka ringan dan 1 orang korban syok.
Saksi mata yang melihat kejadian itu kemudian menghubungi Satlantas Polres Mimika dan menyampaikan adanya tabrakan beruntut.
Personil Satlantas dan anggota Sabhara Polres Mimika yang melaksanakan tugas tiba dilokasi kejadian guna mengamankan TKP serta melakukan evaluasi korban luka riangan ke tempat aman.
Selain itu juga, personil Satlantas Polres Mimika menghubungi, petugas Damkar, Basarnas, RSUD, PSC 119, dan PMI untuk bantuan ambulance, sedangkan tim damkar yang tiba di TKP langsung memadamkan api kemudian mengevakuasi salah satu korban yang berada dibawa mobil yang dalam kondisi patah tulang kaki kanan ke tempat aman.
Selanjutnya,personil Basarnas Timika saat tiba di lokasi kejadian langsung melakukan proses evakuasi korban yang terjepit dengan cara memotong pintu menggunakan alat khusus kemudian mengevakuasi korban menggunakan tandu. Pada saat yang bersamaan tim ambulans dari RSUD PSC 119 PMI tiba di lokasi kejadian guna melalukan evakuasi para korban ke RSUD.
(Baca Juga: SAR Timika Gelar Rapat Koordinasi, Pembukaan Latihan SAR Daerah)
Kecelakan beruntun itu merupakan latihan gabungan tentang Simulasi Teknik Pertolongan Kecelakan Kendaraan yang dilakukan Kantor Pencarian dan pertolongan Kabupaten Mimika dengan menggandeng beberapa instansi diantaranya,<span;>Satuan Lantas Polres Mimika, Satuan Sabara Polres Mimika, BPBD Kabupaten Mimika dalam hal ini bagian Pemadam Kebakaran, RSUD Mimika, Dinas Kesehatan dalam hal ini PSC 119, dan PMI.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Mimika George Leo Mercy Randang mengatakan, pihak SAR bersama dengan pemerintah daerah harus siap untuk melaksanakan event-event nasional di Kabupaten Mimika, tentunya kolaborasi ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa ada dukungan dari instansi teknis dalam hal ini dari Sat Lantas dan Sat Sabhara Polres Mimika, Dinas Perhubungan, BPBD, Kodim Lanud, Lanal, PMI dan RSUD Mimika.
Latihan tersebut juga mau menunjukan kepada masyarakat bahwa pemerintah selalu bersinergi dengan instansi teknis untuk melaksanakan simulasi dalam rangka persiapan dan mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan terjadi pada moment-moment besar yaitu PON dan Pesparawi nantinya.
“Ini dalam rangka kesiapan kita menyambut event-event besar di Mimika,” kata Kakansar George usai simulasi.
(Baca Juga: Wakil Bupati Buka Pelatihan Potensi SAR Teknik Pertolongan Kecelakaan Kendaraan)
George juga menjelaskan, untuk teknisnya latihan gabungan tersebut banyak yang diperagakan. Dari simulasi ini merupakan tahapan-tahapan yang mana masyarakat melaporkan kejadian tersebut kepada Lantas, sehingga Lantas sendiri melihat situasi dan kondisi yang cukup urgent sehingga menghubungi ada beberapa instansi, baik perhubungan, BPBD, tim medis maupun TNI yang berada disitu untuk mengamankan lokasi serta mengevakuasi korban.
” contohnya seperti tadi itu ada korban yang bisa langsung dievakuasi tapi ada juga korban yang butuh penanganan khusus dan alat-alat tersebut ada di BPBD dan Basarnas, Polri dan Perhubungan, ini coba kita kolaborasi korban yang berada dibawa mobil maupun yang terjepit bisa dievakuasi, intinya kecepatan untuk memberikan pelayanan dan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan”,ungkap Mercy
Untuk jumlah personil yang terlibat ada sekitar 50-an personel.
“Ada 50 personel gabungan yang terlibat dalam beberapa penanganan, sesuai fungsi masing-masing,” jelasnya.
Kasat Lantas Polres Mimika Iptu Devrizalal menambahkan, simulasi ini untuk mensinergikan tugas masing-masing unsur terkait yang ada di Mimika dalam hal pertolongan pada kecelakaan yang mana perlu penanganan khusus dari unsur lainnya dalam hal ini Basarnas yang mana mempunyai peralatan rescue untuk penanganan korban kecelakaan lalu lintas dan korban kecelakaan yang lain yang perlu penanganan khusus.
Lanjut Iptu Devrizal,tugas Lantas mengamankan lokasi kejadian dan melakukan evakuasi korban-korban yang bisa kita lakukan untuk pertolongan pertamanya kemudian menghubungi unsur-unsur terkait guna memperlancar olah TKP.
“Simulasi ini untuk mensinergitaskan tugas masing-masing dalam menangani sebuah kecelakaan,” ungkap Iptu Devrizal.(JND/GOW )



