Tanah Papua
Melampaui Tugas Pengamanan: Jejak Kasih Brimob di Kampung Kapiraya
TIMIKA,KTP.com – Di balik seragam taktis dan mandat menjaga keamanan di wilayah Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, Mimika, Papua Tengah, personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Papua Tengah menunjukkan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar soal stabilitas keamanan, melainkan juga tentang pengabdian tanpa batas bagi kemanusiaan.
Di bawah komando Danyon Brimob Batalyon B Pelopor, Kompol Umbu Sairo, S.I.K., Brimob mengintegrasikan pendekatan humanis dalam setiap langkah operasionalnya.
Sesuai dengan moto “Jiwaraga Demi Kemanusiaan”, para personel tidak hanya berpatroli, tetapi juga masuk ke ruang-ruang kelas dan rumah ibadah untuk memastikan denyut nadi kehidupan masyarakat tetap berdetak normal.
Pendidikan menjadi salah satu fokus utama. Menyadari tantangan akses di wilayah tersebut, Brimob berinisiatif menyediakan fasilitas antar-jemput bagi siswa sekolah menggunakan kendaraan operasional hingga becak motor (bentor).
Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan sekaligus memotivasi anak-anak agar tetap bersekolah meski di tengah situasi pengamanan.
Tak berhenti di situ, personel seperti Aipda Frans Merabano turun langsung ke sekolah-sekolah untuk membantu guru dalam proses belajar-mengajar.
(Baca Juga: Siasat Kendaran Roda Tiga Menjaga Napas Sekolah di Kapiraya)
Kehadiran sosok anggota Brimob di depan kelas memberikan dukungan psikologis bagi para siswa, menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan jauh dari rasa cemas.
Selain pendidikan, aspek spiritual dan kesehatan juga menjadi prioritas. Kompol Umbu Sairo menekankan pentingnya penerapan “Hukum Kasih” dalam interaksi dengan warga.
Melalui pengajaran nilai-nilai keagamaan, Brimob berupaya membangun fondasi moral yang kuat bagi generasi muda di Kapiraya.
“Brimob hadir untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Kehadiran kami harus memberikan kesejukan. Kami ingin memastikan bahwa guru bisa mengajar dengan tenang, anak-anak bisa belajar dengan riang, dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut,” ujar Kompol Umbu Sairo.
Langkah nyata ini merupakan bentuk akuntabilitas Brimob terhadap publik—bahwa tugas pengamanan tidak harus bersifat kaku.
Dengan mengedepankan empati, Batalyon B Pelopor membuktikan bahwa profesionalisme Polri berjalan selaras dengan kepedulian sosial.
Hingga saat ini, situasi di Kapiraya dilaporkan tetap kondusif. Kehadiran Brimob yang mengayomi telah memperkuat kepercayaan masyarakat, membuktikan bahwa di balik ketegasan menjaga NKRI, terdapat hati yang tulus untuk melayani kesehatan, pendidikan, dan kerohanian masyarakat Papua.(MWW)
















