Tanah Papua
Tantangan dan Harapan: Puskesmas Limau Asri Perjuangkan Layanan Optimal di Tengah Keterbatasan
TIMIKA,KTP.com – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Limau Asri terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, meski dihadapkan pada sejumlah tantangan yang memerlukan sinergi lintas sektor.
Layanan yang tersedia saat ini mencakup rawat jalan, gawat darurat, imunisasi, Keluarga Berencana (KB), kesehatan gigi dan mulut, serta pelayanan penunjang seperti laboratorium dan farmasi.
Promosi Kesehatan (Promkes) dan Kesehatan Lingkungan (Kesling) menjadi sarana pendukung penting, bersamaan dengan penanganan penyakit spesifik seperti Tuberkulosis (TB), HIV/AIDS, hipertensi, dan diabetes.
Kepala Puskesmas Limau Asri, Maria Yosinta Rahangiar, dalam wawancara Jumat (5/12/2025), mengakui bahwa beberapa program prioritas seperti Standar Pelayanan Minimal (SPM), pengendalian Malaria, pengelolaan Barang Milik Harga Pemerintah (BMHP), serta distribusi vaksin dan obat, secara umum berjalan dengan baik.
Namun, ia menyoroti tantangan besar dalam upaya eliminasi malaria yang menargetkan tahun 2030. “Kita harus berpikir realistis. Kalau tidak ada kerja sama lintas sektor yang baik, sulit mencapai target. Lihat saja, masih ada genangan air di got-got. Bagaimana mau eliminasi nyamuk malaria jika lingkungan tidak mendukung? Ini bukan hanya tugas kesehatan, tapi perlu keterlibatan dinas terkait lainnya,” tegas Maria.
Untuk memperluas jangkauan layanan, Puskesmas sebenarnya telah menciptakan inovasi bernama “Saling Rindu”, sebuah program layanan keliling agar petugas bisa mendatangi masyarakat yang kesulitan mengakses Puskesmas. Sayangnya, program ini terpaksa ditunda hingga tahun 2026 karena alasan keamanan.
“Kami sempat berencana turun ke SP 9 untuk klinik malaria, namun setelah survei dan mendapat masukan dari guru setempat, kami merasa kondisi keamanan belum kondusif. Ada kekhawatiran karena tidak ada pendampingan dari pihak keamanan seperti Babinsa atau Polri,” jelas Maria.
Ia menceritakan upaya membangun kolaborasi melalui pertemuan lintas sektor pada 28 November 2025 di Kantor Distrik. Namun, hasilnya mengecewakan. “Yang datang hanya kepala kampung dan beberapa guru. Tidak ada perwakilan dari distrik sendiri sebagai koordinator, maupun dari keamanan. Bagaimana kita bisa membangun sinergi jika komitmen bersama tidak terbentuk?” tanyanya dengan nada prihatin.
Di sisi lain, digitalisasi sistem informasi kesehatan di Puskesmas juga belum berjalan optimal, tetapi perangkat pendukung seperti komputer masih perlu dilengkapi satu per satu. Ini sedang kami upayakan,” ujarnya.
Menutup pernyataan, Maria Yosinta menyampaikan harapan dan komitmennya jika tetap memimpin Puskesmas Limau Asri. “Kami akan berusaha meningkatkan pelayanan, salah satunya dengan menambah tenaga dokter umum. Saat ini kami punya dua dokter, butuh satu lagi agar bisa lebih banyak turun lapangan melayani lansia dan masyarakat di daerah terjangkau, sementara layanan di dalam gedung tetap berjalan optimal. Ke depan, kami ingin turun langsung lebih sering agar pelayanan benar-benar merata,” pungkasnya dengan penuh semangat.
Dukungan dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat, menjadi kunci untuk mewujudkan layanan kesehatan primer yang berkualitas dan merata di wilayah Limau Asri. (EH)



