Connect with us

Tanah Papua

Sempat Jeda, Pencarian Korban Pembantaian KKSB di Nduga Dilanjutkan Pekan Depan

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf Jonathan Binsar Sianipar menegaskan pihaknya akan terus melakukan pencarian 4 orang pekerja PT Istaka Karya yang menjadi korban pembantaian kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang hingga kini belum ditemukan.

“Pencarian masih kami lakukan, tapi ada jeda waktu karena kami tidak ingin mengganggu kenyamanan dan ketenteraman masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru,” kata Jonathan kepada wartawan usai memimpin serah terima jabatan di Aula Makorem 172/PWY di Abepura, Kota Jayapura, Jumat (4/1/2019).

(Baca Juga: Kecam TPN-OPM, Tokoh Gereja Kingmi Ingin Pembangunan Jalan Trans Papua Dilanjutkan)

Ia mengakui kehadiran aparat TNI-Polri dalam jumlah yang cukup banyak bisa mengganggu ketenangan warga di Kabupaten Nduga. Terlebih, karena aparat TNI-Polri yang mencari para korban masih sering diserang KKSB.

“Masyarakat di Kabupaten Nduga, khususnya di daerah Mbua hingga Mapenduma hampir tidak pernah melihat pasukan dalam jumlah besar apalagi mendengar suara tembakan,” ujar Jonathan.

Dari proses pencarian sebelumnya dan informasi dari warga, Jonathan mengklaim pihaknya sudah mengetahui kemungkinan lokasi ke-4 pekerja yang belum ditemukan.

“Saya belum berani menyimpulkan walaupun informasi itu sudah ada pada kami. Tapi sebelum melihat secara nyata di depan kami maka kami tetap menyatakan 4 orang ini masih hilang dan belum ditemukan. Titiknya sudah kami petakan, tinggal ke sana nanti,” paparnya.

Sinergi dengan Tim Kemanusiaan

Untuk kelanjutan proses pencarian, menurut Jonathan, aparat TNI-Polri akan bersinergi dengan tim yang dibentuk Gubernur Papua dan Bupati Kabupaten Nduga. Dari hasil komunikasinya dengan Gubernur Papua dan Bupati Nduga, aparat TNI-Polri nantinya akan membantu distribusi logistik bagi warga yang sempat mengungsi.

“Pekan depan kami sudah mulai lagi (pencarian korban) sambil memberikan bantuan kemanusiaan bersama tim dari Provinsi Papua dan Kabupaten Nduga,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan TNI dalam tim kemanusiaan yang dibentuk Pemprov Papua dan Pemda Kabupaten Nduga bertujuan untuk menyelaraskan agar kedua tim tidak tumpang tindih.

“Jadi nanti posisi kami membantu menyinergikan antara kedua tim ini dan membantu kelancaran kegiatan. Kami membantu mencarikan kendaraan, alat angkut udara maupun alat angkut darat termasuk nanti proses pendistribusiannya serta membantu mengkomunikasikan kepada masyarakat agar program ini dapat diterima,” kata Jonathan menjelaskan.

(Baca Juga: Kutuk Aksi Biadab TPN-OPM, Bupati Nduga Persilahkan TNI-Polri Lakukan Penegakan Hukum)

Mengenai warga yang sempat mengungsi, kata Jonathan, sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing. Umumnya mereka lari bersembunyi di rumah kerabat mereka di kampung yang lebih aman. Namun, ada juga yang bersembunyi di hutan karena trauma mendengar suara tembakan.

“Untuk memastikan warga sudah kembali ke rumah masing-masing pada saat distribusi bantuan logistik dan bahan makanan yang dimulai pekan depan. Momen ini juga dimanfaatkan untuk mencari saudara-saudara kita yang masih hilang,” tutur Jonathan.

Terkait upaya pengejaran KKSB, menurut Jonathan, pihaknya sudah mendapat informasi lokasi persembunyian Egianus Kogoya bersama pengikutnya. “Kami sudah mendapat informasi terkait lokasi persembunyian mereka, tinggal nanti berkoordinasi dengan aparat Polri mengenai proses pengejarannya. (Mas)

Komentar