Connect with us

Tanah Papua

PT Istaka Karya Akui Penyerangan Terhadap Kamp Pekerja Mereka di Distrik Yal

Published

on

JAYAPURA, Kabartanahpapua.com – PT Istaka Karya (Persero) membenarkan insiden penembakan yang dilakukan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) terhadap kamp pekerja mereka di Distrik Yal, Kabupaten Nduga.

“Kami terakhir kali berkomunikasi dengan para pekerja di kamp Distrik Yal pada Kamis (29/11/2018) lalu. Namun, saat ini para pekerja yang berada di sana sudah tidak bisa dihubungi melalui telepon satelit,” kata Staf Logistik PT Istaka Karya, Joko di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (3/12/2018).

(Baca Juga: Polda Papua Kecam Pembantaian Pekerja Jembatan di Kabupaten Nduga)

Saat ini PT Istaka Karya mengerjakan 5 proyek jembatan yang merupakan bagian dari jalan Trans Papua Wamena – Mumugu. Kelima proyek jembatan tersebut masing-masing berada di sungai (kali) Mbua, sungai Umtlak, sungai Yigi, sungai Nigibirik, dan sungai Birik.

“Para pekerja ini semua berpusat di kamp atau kantor lapangan PT Istaka Karya di Distrik Yal,” kata Joko.

Berikut nama-nama karyawan PT Istaka Karya yang bekerja di kantor lapangan di Distrik Yal yaitu Jhony Arung, Anugrah, Alprianus, Muhammad Agus, Agustinus T, Martinus Sampe, Dirlo, Matius, Emanuel, Caling, Dani, dan Tariki.

Sementara untuk tenaga lapangan, yakni Markus Allo, Aris Usi, Muhammad Faiz, Yusran, Ayub, Yosafat, M Ali Akbar, Petrus Ramli, dan Hardi Ali.

(Baca Juga: Kodam Cenderawasih Kecam Tindakan Brutal KKSB di Kabupaten Nduga)

Saat itu, kata Joko, ada 4 pegawai dari Kantor Kementerian PUPR yang sedang berada di Distrik Yal. Salah satu pegawai PUPR yang sudah diketahui identitasnya yakni Efrandi Hutagaol, sementara 3 lainnya belum diketahui.

“Kami juga masih mengecek 6 orang karyawan lapangan yang belum diketahui namanya,” kata Joko.
Sebelumnya, diperoleh informasi terkait pembantaian yang dilakukan KKSB terhadap para pekerja PT Istaka Karya di Distrik Yal, Kabupaten Nduga, Sabtu (1/12/2018) lalu.

Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal memperkirakan jumlah korban sekitar 31 orang, sementara sumber gereja di Distrik Yigi menyebut ada 24 pekerja yang meninggal dunia dibantai KKSB. Aparat TNI-Polri saat ini sedang berusaha mendekat ke lokasi kejadian untuk mengetahui secara pasti jumlah kejadian tersebut. (Ong)

Komentar
Continue Reading
Advertisement