Nasional
Presiden Ingatkan Pentingnya Inovasi dalam Manajemen Pemerintahan
BADUNG, Kabartanahpapua.com – Presiden Joko Widodo secara resmi membuka dan menghadiri Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna ke-XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Tahun 2018 yang digelar di Kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Jumat (19/10/2018).
Acara tahunan yang digelar ini hasil kerja sama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Untuk diketahui, acara Gelar TTG ini sudah dilakukan sejak tahun 1999. Untuk tahun ini, tema yang diangkat adalah “Melalui Inovasi dan Teknologi Tepat Guna, Kita Wujudkan Desa yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera Sesuai Kearifan Lokal.”
(Baca Juga: Presiden Dorong Rumah Sakit Melakukan Inovasi Untuk Meningkatkan Pelayanan)
Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Tahun 2018 akan berlangsung dari 19 Oktober dan ditutup pada 21 Oktober mendatang. Acara ini juga sekaligus sebagai wadah pemberian apresiasi dan penghargaan kepada para juara lomba desa dan kelurahan.
Dalam sambutannya, Kepala Negara mengingatkan pentingnya inovasi dan penggunaan teknologi yang tepat guna dalam menjalankan manajemen pemerintahan.
“Kita harus mulai masuk ke yang namanya teknologi. Arahkan ke sana, kalau ada infrastruktur yang belum rampung, gak apa, ya dikerjain tapi kita mulai geser. Gunakan teknologi, aplikasi sistem, yang sekarang ini sudah murah,” ujar Presiden.
Selain itu, Presiden juga menegaskan kepada para aparatur pemerintahan untuk fokus dalam menjalankan program yang telah ditetapkan. Presiden ingin agar program yang dijalankan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya minta agar fokus, jangan semua dikerjakan, uangnya tidak banyak, semua dikerjakan. Tidak rampung, tidak jadi semua malah. Fokus satu-dua kegiatan besar saja. Tapi jadikan dan selesaikan dan bermanfaat,” tegas Presiden.
Aparatur Pemerintah Turun ke Lapangan
Presiden Joko Widodo juga mengingatkan pentingnya memandang dari berbagai sisi dalam melihat sesuatu, termasuk dalam manajemen pemerintahan agar para aparatur pemerintahan memiliki sudut pandang yang berbeda dalam mengambil kebijakan.
Presiden mencontohkan perjalanan seorang astronot ke bulan yang menghasilkan pandangan berbeda tentang bulan yang indah jika dilihat dari kejauhan, namun tak begitu indah setelah dilihat secara lebih dekat.
“Manajemen pemerintahan juga sama. Perlu kita zoom out dari jauh, tapi juga perlu zoom in, melihat dari dekat. Kadang penting kita mendengar laporan dari Menteri di sidang kabinet, tetapi juga kunjungan kerja ke lapangan sangat penting untuk melihat fakta di lapangan,” ujar Presiden.
Oleh karena itu, Presiden sering kali berkunjung ke berbagai pelosok di Tanah Air untuk melihat secara langsung fakta dan masalah yang ada di lapangan. Apalagi menurutnya, banyak kebijakan yang tidak berjalan karena permasalahan detail di lapangan yang belum terselesaikan.
“Saya tidak hanya ingin tahu apa kebijakan itu sudah dibuat. Tetapi bagi saya yang terpenting adalah apakah rakyat benar-benar sudah menerima,” ungkap Presiden.
(Baca Juga: Kritik Kepada Lembaga Negara Sebagai Wujud Kepedulian Sekaligus Harapan Rakyat)
Presiden pun mengapresiasi segala bentuk dedikasi yang telah diberikan para aparatur pemerintahan kepada bangsa dan negara. Namun Presiden tak ingin berpuas diri dan berharap para aparatur pemerintahan terus memperbaiki program-program yang telah dijalankan.
“Saya ingin agar program-program kita yang ada betul-betul dicek sampai ke bawah atau tidak? Baik yang berkaitan dengan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Program keluarga Harapan, cek betul manfaatnya, apa tepat sasaran. Karena kalau memang belum tepat sasaran harus kita perbaiki dan benahi,” kata Presiden.
Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, dan Gubernur Bali I Wayan Koster. (Fox)



